Do or Die, Bendol

Do or Die, Bendol
Benny Dollo (c) kapanlagi
Bola.net - Menjelang laga hidup mati melawan Oman, ketegangan telah meliputi kubu timnas Indonesia. Suasana tersebut sangat kentara dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Sultan, Selasa (05/12).

Dalam konferensi pers yang hanya berlangsung sekitar 15 menit tersebut, kubu Indonesia yang diwakili pelatih kepala timnas, Benny Dollo mengakui bahwa peluang Indonesia untuk lolos memang berat. "Peluang kedua tim ini memang sama-sama tipis, namun, bagaimanapun juga kami harus tetap optimis," ujar mantan pelatih Arema Malang ini.

"Bagi kami hanya ada satu pilihan, bermain menyerang habis-habisan. Di pertandingan nanti, kami bakal menang besar atau kalah besar. Namun, kami bakal berusaha keras untuk bisa menang besar."

Sementara itu, demi meraih ambisinya, pelatih yang akrab disapa Bendol ini mengaku menyiapkan sebuah strategi khusus untuk menahan gempuran Oman. Namun, Bendol sendiri terkesan enggan untuk membocorkan siapa saja pemain lawan yang bakal mendapat pengawalan khusus.

"Saya tidak pernah melihat mereka secara perorangan. Saya akan lebih mengantisipasi permainan mereka secara tim," imbuh Bendol, yang sepanjang acara tersebut terlihat gelisah.

Di sisi lain, nampaknya ambisi Indonesia untuk meraih kemenangan di laga ini nampaknya semakin berat untuk direalisasikan. Pasalnya, dua orang pemain belakang andalan "Garuda Merah Putih", Ismed Sofyan dan Maman Abdurahman dipastikan bakal absen. Ismed Sofyan terkena skorsing terkait ulah kasarnya kala melawan kuwait, sedangkan Maman terkena akumulasi kartu.

Selain mereka berdua, Isnan Ali juga masih belum bisa dipastikan tampil. Pemain Sriwijaya FC ini mengalami cedera ringan pada pinggangnya. "Saya akan menunggu hingga detik terakhir untuk memilih siapa yang akan saya mainkan. Namun, pada prinsipnya, kami sudah siap dengan segala kemungkinan, termasuk memainkan pemain pengganti," tandas Bendol.    (bola/hen/den)

Berita Terkait