FOLLOW US:


Indra Sjafri Indikasikan Timnas Indonesia U-20 Butuh Pemain Naturalisasi untuk Piala Dunia U-20 2021

19-06-2020 21:32

 | Serafin Unus Pasi

Indra Sjafri Indikasikan Timnas Indonesia U-20 Butuh Pemain Naturalisasi untuk Piala Dunia U-20 2021
Indra Sjafri © Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri meladeni obrolan di channel YouTube, Hanif & Rendy Show. Banyak hal yang dibicarakan, satu diantaranya mengenai kebutuhan pemain naturalisasi buat Timnas Indonesia U-20.

Indra mengakui dirinya yang sebelumnya anti naturalisasi, sekarang mulai membuka diri. Namun dalam konteks kebutuhan bersaing di Piala Dunia U-20 2021 yang akan digelar di Tanah Air.

"Di Piala Dunia U-20 nanti berbeda. Ini yang bersaing bukan Asia Tenggara, dunia. Iya kan?" ujar Indra yang merupakan mantan pelatih Timnas Indonesia U-16, U-19, sampai U-23 ini.

Menurut Indra, Indonesia yang lolos otomatis ke Piala Dunia U-20 tahun depan jangan hanya ingin memperlihatkan hasil pembinaan sepak bola nasional. Tapi juga harus bisa bersaing.

Oleh sebab itu bila hanya mengandalkan pemain dalam negeri, kata Indra, Indonesia kemungkinan bakal sulit bersaing. Jadi, butuh pemain naturalisasi yang memiliki darah Indonesia.

"Tapi ini bukan merendahkan arti pemain di Indonesia," kata Indra.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1

Evaluasi di Uzbekistan

Lantas, kebutuhan pemain naturalisasi itu di mana saja? Menjawab pertanyaan tersebut, Indra mengatakan bisa dilihat saat Piala AFC U-19 2020 yang akan berlangsung di Uzbekistan pada 14-31 Oktober mendatang.

Kebetulan, Indonesia lolos ke putaran final kejuaraan dua tahunan tersebut. Hasil undian menempatkan pasukan Merah Putih di Grup A bersama tuan rumah, Kamboja, dan Iran.

"Oleh karena itu kami ingin secepatnya Timnas Indonesia U-19 itu dibentuk kerangka timnya. Setelah itu kami evaluasi di Uzbekistan, posisi mana saja yang betul-betul harus tambah pemain berkualitas," tuturnya.

"Pastinya yang masih muda dan mungkin sekarang kita relakan untuk ada naturalisasi," imbuh Indra.

(Bola.net/Fitri Apriani)