John Herdman Bidik Kemenangan Pertama Timnas Indonesia atas Negara Eropa di Kandang: Bulgaria Besar Secara Fisik, Kuat, dan Sangat Terorganisir

John Herdman Bidik Kemenangan Pertama Timnas Indonesia atas Negara Eropa di Kandang: Bulgaria Besar Secara Fisik, Kuat, dan Sangat Terorganisir
Selebrasi pemain Ole Romeny bersama Ramadhan Sananta di laga Timnas Indonesia vs St Kitts Nevis. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menekankan pentingnya start cepat saat menghadapi Bulgaria dalam FIFA Series 2026. Ia menyebut 10 hingga 15 menit awal pertandingan akan sangat menentukan jalannya laga.

Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung pada Senin (30/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Partai ini menjadi kesempatan bagi Skuad Garuda untuk menguji diri melawan tim asal Eropa.

Herdman menilai karakter Bulgaria berbeda dibandingkan Saint Kitts dan Nevis. Ia menyebut The Tricolours memiliki organisasi permainan yang lebih rapi dan kekuatan fisik yang menonjol.

"Bulgaria berbeda. Mereka lebih besar secara fisik, lebih kuat, dan sangat terorganisir. Transisi mereka juga lebih cepat dan rapi," ujar Herdman kepada wartawan.

Kesalahan Bisa Berakibat Fatal

Ia mengingatkan bahwa kesalahan di awal laga bisa berakibat fatal. Menurutnya, tim seperti Bulgaria mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan efektif.

"Jadi kami harus memulai pertandingan dengan lebih baik dibandingkan laga sebelumnya. Kalau kami memulai dengan lambat seperti kemarin, kami bisa dihukum," kata Herdman.

"Tim seperti Bulgaria, kalau sudah unggul, mereka tahu bagaimana mengunci pertandingan," lanjutnya.

Menit-Menit Awal Krusial

Ia menekankan bahwa periode awal pertandingan harus dijalani dengan pendekatan profesional. Momentum tersebut dinilai krusial untuk membangun kepercayaan diri Timnas Indonesia.

"Jadi 10–15 menit awal harus sangat profesional, lalu baru memanfaatkan dukungan suporter dan kepercayaan diri untuk meraih kemenangan pertama melawan tim Eropa dalam sejarah," bebernya,

"Setiap tim berbeda. Saint Kitts and Nevis adalah tim yang bermain cukup tidak terstruktur, sehingga sulit diprediksi sistemnya. Tim kami bermain disiplin untuk menghindari serangan balik," sambung Herdman.

Pendekatan Permainan Disesuaikan

Herdman menyatakan bahwa pendekatan permainan akan kembali disesuaikan dengan karakter lawan. Ia ingin timnya tampil lebih siap sejak awal pertandingan.

"Suporter juga perlu memahami bahwa ini jadwal yang padat, hanya dua hari persiapan. Pemain datang terlambat, kondisi fisik belum sepenuhnya ideal, dan kami hanya punya dua sesi latihan bersama," tutur Herdman.

"Penampilan yang profesional dan disiplin. Jadi ini langkah kecil, tapi penting untuk tetap disiplin menghadapi tim seperti Bulgaria. Kami harus menemukan cara untuk menang," imbuhnya.