Kabar Terkini Skuad Timnas Indonesia Saat Juara Piala Pelajar Asia 1984: Ada yang Jadi Youtuber dan PNS!

Bola.net - Timnas Indonesia U-17 akan bertanding di babak perempat final Piala Asia U-17 2025 malam ini. Garuda muda mencoba untuk menorehkan sejarah baru di jagad sepak bola Asia.
Pencapaian terbaik Timnas Indonesia U-17 di kancah sepak bola Asia adalah menembus babak delapan besar Piala Asia U-17 2018 silam, sehingga anak asuh Nova Arianto ini ingin melampaui capaian tersebut. Namun tahukah Bolaneters, bahwa Indonesia pernah berjaya di level Asia pada level kategori umur?
Ya, kejadian itu terjadi di tahun 1984. Pada saat itu AFC sebagai konfederasi sepak bola Asia memiliki kompetisi bernama Piala Pelajar Asia yang merupakan cikal bakal dari turnamen Piala Asia kategori umur.
Pada saat itu, Timnas Indonesia U-17 ditangani oleh Omo Suratmo, Maryoto dan Bukhard Pape. Dalam kejuaraan yang digelar di India itu, Timnas Pelajar Indonesia sukses menghadirkan kejutan.
Mereka berhasil menembus babak final kejuaraan elit ini. Di partai puncak menghadapi Thailand, Frans Sinatra dkk berhasil membekuk Gajah Perang dengan skor 2-0.
Pada saat itu ada total 20 pemain yang dibawa Bukhard Pape ke India, dan sebagian di antara mereka kini masih berkarir di dunia sepak bola.
Bagaimana kabar mereka saat ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
I Made Pasek Wijaya
Pemain jebolan Timans Pelajar Indonesia yang memenangkan Piala Pelajar Asia 1984 Made Pasek Wijaya.
Made Pasek sempat mencicipi karir sebagai pesepakbola profesional. Ia sempat memperkuat sejumlah tim top Indonesia seperti Pelita Jaya Jakarta, Persegi Gianyar sebelum pensiun di tahun 2004 silam.
Sejak tahun 2008, ia terjun ke dunia kepelatihan, di mana ia sempat jadi asisten pelatih Pelita Jaya, Arema Cronus, dan Bali United. Sejak tahun 2019, ia dipercaya untuk menjadi pelatih Bali United U-18.
Frans Sinatra Huwae
Jebolan Timnas Pelajar Indonesia tahun 1984 berikutnya adalah Frans Sinatra Huwae.
Jebolan Diklat Ragunan itu mengawali karirnya di Pelita Jaya FC. Namun ia menghabiskan sisa karirnya untuk membela tim asal Kalimantan, Barito Putera.
Usai pensiun, ia terjun di dunia kepelatihan. Ia sempat menangani beberapa klub seperti Martapura FC dan PSCS Cilacap. Ia juga sempat menjadi Direktur Teknis Persiba Balikpapan dan Barito Putera.
Saat ini ia menjabat sebagai pelatih kepala Tim U-18 Barito Putera, dan ia sempat menjadi caretaker Barito Putera pada akhir 2024 silam saat Rahmad Darmawan 'cuti' dari Barito Putera.
Syamsuddin Battola
Nama besar berikutnya yang merupakan jebolan Timans Pelajar Indonesia tahun 1984 adalah Syamsuddin Batola.
Berkat penampilan apiknya di Piala Asia Pelajar itu, Syamsuddin direkrut oleh Pelita Jaya. Ia sempat bermain untuk PKT Bontang, namun namanya harum ketika membela PSM Makassar pada tahun 1994-2001 silam.
Usai pensiun, Syamsuddin juga menekuni jalur kepelatihan. Ia sempat menjadi pelatih kepala PSM Makassar di tahun 2021-2022, dan terakhir kali ia menangani Persewangi Banyuwangi sebelum ia berpulang karena kecelakaan lalu lintas di akhir 2024 kemarin.
Yudi Guntara
Bagi para Bobotoh, sosok Yudi Guntara merupakan salah satu ikon Persib Bandung di tahun 90-an. Ia juga merupakan jebolan dari Timnas Pelajar Indonesia yang juara di Piala Asia Pelajar 1984.
Berposisi sebagai gelandang, Yudi menjadi andalan di lini tengah Maung Bandung. Ia memainkan peran penting ketika membawa Persib menjuarai Perserikatan di musim 1993/94 silam.
Namun sayang karir Yudi Guntara tidak berlangsung lama. Ia terpaksa pensiun dari dunia sepak bola saat usianya masih 28 tahun akibat cedera lutut yang berkepanjangan.
Saat ini Yudi Guntara aktif menjadi Youtuber, di mana dalam siniarnya itu fokus membahas serba-serbi Persib Bandung.
Bonggo Pribadi
Legenda PSIS Semarang, Bonggo Pribadi juga merupakan jebolan Timnas Pelajar Indonesia 1984 silam.
Ia sempat berkarir di Pelita Bakrie dan Arseto Solo. Namun ia menutup karirnya bersama PSIS Semarang pada tahun 2005 silam.
Usai pensiun, ia sempat menjadi asisten PSIS dan sempat dipromosikan sebagai pelatih kepala PSIS. Ia juga sempat menagani Persikaba Blora, Perssu Sumenep, Blitar United.
Ia terakhir kali menangani Persiku Kudus di Liga 2 2024/2025.
Toyo Haryono
Sosok berikutnya yang merupakan jebolan Timnas Pelajar Indonesia di tahun 1984 adalah Toyo Haryono.
Nama Toyo Haryono dikenal sebagai salah satu legenda Timnas Indonesia. Didikan Diklat Ragunan ini berhasil membawa Timnas Indonesia meraih medali emas di SEA Games 1991.
Saat ini Toyo Haryono fokus pada pembinaan usia muda. Pada tahun 2022 kemarin, ia mendirikan Sekolah Sepan Bola (SSB) Toyo Haryono yang beroperasi di Jakarta Timur.
Sudana Sukri
Jebolan Timnas Pelajar Indonesia di tahun 1984 itu adalah Sudana Sukri.
Berposisi sebagai gelandang bertahan, Sudana dibesarkan oleh klub Kramayudha Tiga Berlian. Setelah karir bermainnya selesai, ia memutuskan untuk terjun ke dunia kepelatihan yang berfokus pada pengembangan usia muda.
Terakhir kali, Sudana Sukri dipercaya menjadi asisten direktur teknik Persipasi Kota Bekasi.
Theodorus Bitbit
Papua selalu konsisten menjadi penyedia bakat-bakat terbaik untuk Timnas Indonesia. Di skuad Timnas Pelajar Indonesia tahun 1984, ada satu sosok asal Papua yang cukup tersohor, yaitu Theodorus Bitbit.
Theodorus mengawali karir sepakbolanya di Diklat Ragunan. Berposisi sebagai seorang bek, ia pernah memperkuat Arema Malang.
Seusai pensiun dari dunia sepak bola, Theo kini menjadi aparatur sipil negara di Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua.
Budiman Yunus
Budiman Yunus juga tercatat sebagai alumni dari Timnas Pelajar Indonesia yang menjuarai Piala Asia Pelajar 1984.
Lahir di Bandung, Budiman sempat memperkuat beberapa klub Bandung seperti Persib, Bandung Raya, dan Persikab. Ia juga pernah memperkuat Persija Jakarta, Persema, Persikabo, Persibat dan pensiun di Persidafon.
Usai pensiun, Budiman menekuni dunia kepelatihan. Ia pernah menjabat sebagai kepala akademi Persib, dan ia juga menjadi asisten Robert Alberts, Luis Milla di Persib.
Saat ini Budiman dipercaya menjadi direktur teknis SSB UNI.
Baca Juga:
- Piala Asia U-17: Pemain Kunci Indonesia vs Korea Utara, Siapa yang Akan Menentukan?
- Timnas Indonesia U-17 Punya Satu Keuntungan untuk Melawan Korut di 8 Besar Piala Asia U-17 2025, Apa Itu?
- Timnas U-17 Indonesia vs Korea Utara: Waspadai Permainan Agresif Lawan
- Nova Arianto Anggap Korut Lawan yang Kuat, tapi Timnas Indonesia U-17 Berusaha Semaksimal Mungkin ke Semifinal Piala Asia U-17 2025
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 21 September 2026 06:30Real Madrid Rilis Pernyataan Resmi, Kritik Kepemimpinan Wasit di Derby Madrid!
-
Liga Spanyol 21 September 2026 05:35Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
-
Liga Italia 21 September 2026 05:20Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 21 September 2026 08:45Michael Carrick Sebut Pemain Ini Jadi Biang Kerok MU Gagal Menang Lawan Fulham
-
Liga Spanyol 21 September 2026 06:30Real Madrid Rilis Pernyataan Resmi, Kritik Kepemimpinan Wasit di Derby Madrid!
-
Liga Spanyol 21 September 2026 05:35Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
-
Liga Italia 21 September 2026 05:20Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 18 September 2026 20:18Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Absen
-
tim nasional 18 September 2026 14:12Kesedihan Jay Idzes Harus Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
tim nasional 18 September 2026 13:04Daftar 8 Pemain Timnas Indonesia yang Cedera Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
-
tim nasional 17 September 2026 18:50Adem dan Segar! Kelme Rilis Jersey Ketiga Timnas Indonesia
SOROT
-
Liputan6 21 September 2026 08:31Zulhas: Tak Boleh Ada Diskriminasi Pendidikan
-
Liputan6 21 September 2026 08:20KRL Tangerang-Duri Terganggu, Sinyal Diduga Divandalisme
-
Liputan6 21 September 2026 07:20Kasus Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Bantah Korban Hendak Mencuri
-
Liputan6 21 September 2026 05:24Kebakaran Apartemen Teluk Intan Jakut Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Liputan6 20 September 2026 23:00Seskab Teddy Sebut 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Kebakaran Hutan
-
Liputan6 20 September 2026 21:122 Kelompok Pemuda di Tual Bentrok, 1 Warga Tewas Terkena Panah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353242/original/074517100_1789954312-WhatsApp_Image_2026-09-21_at_08.04.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350561/original/090688200_1789621917-WhatsApp_Image_2026-09-17_at_12.08.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353196/original/086285100_1789920083-email-attachment_2026_09_20_rifqyabiyya-at-klyid_kebakaran-apartemen-di-jakut-berhasil-dipadamkan_107185.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347426/original/003984600_1789307671-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_16.49.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353160/original/010798800_1789913522-WhatsApp_Image_2026-09-20_at_21.09.12.jpeg)
