Kesaksian Aditya Putra Dewa jadi Bagian Sejarah Timnas Indonesia Kalah 0-10 dari Bahrain: Gara-gara Dualisme!

Bola.net - Aditya Putra Dewa ada dalam skuad Timnas Indonesia saat kalah 0-10 dari Bahrain pada 2012 lalu. Menur sosok yang kini jadi asisten pelatih Malut United itu, dualisme membuat kondisi Timnas Indonesia jauh dari ideal.
12 tahun lalu, sebuah momen buruk terjadi bagi sepak bola Indonesia. Bertemu pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014, Timnas Indonesia yang tampil banyak wajah-wajah baru kalah telak dengan skor 0-10 dari Bahrain.
Memori pahit kontra Bahrain rupanya masih terekam jelas di ingatan Aditya Putra Dewa. Timnas Indonesia besutan Aji Santoso dibabat habis oleh tuan rumah dalam laga terakhir Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2014, 29 Februari 2012.
Ketika itu, Aji Santoso tak bisa memanggil semua pemain terbaik untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia. Timnas Indonesia hanya diisi pemain dari Indonesia Premier League (IPL). Persiapan tim juga tidak bisa maksimal.
Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Yang terjadi saat Timnas Indonesia Kalah 0-10 dari Bahrain

Aditya Putra Dewa menjadi starter pada pertandingan itu. Dia dipasang pelatih Aji Santoso di lini depan bersama Irfan Bachdim dan Ferdinand Sinaga. Sosok berusia 34 tahun itu hanya berada 60 menit di lapangan, sebelum digantikan Ricky Ohorella.
"Ya, kita tahu sendiri perbedaan tahun itu dengan sekarang bagaimana, di mana waktu itu polemik dualisme PSSI sangat mengganggu persiapan kami dan juga kami berangkat dengan keterbatasan yang ada," ujar Aditya Putra Dewa, Senin (7/10/2024).
"Mulai dari persiapan dan saya merasa terganggu juga dengan jadwal liga yang saya rasa masih belum teratur seperti sekarang. Apalagi ada dua liga di tahun itu tapi apapun itu, semua itu menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam karier saya di sepak bola," sambungnya.
Waktunya Timnas Indonesia Membalas Bahrain, Menang!

Timnas Indonesia kini sudah berubah jauh lebih baik. Diisi materi skuad mumpuni dengan beberapa di antaranya adalah pemain keturunan.
Aditya Putra Dewa punya keyakinan Tim Garuda bisa memenangkan laga dan membawa pulang tiga poin dari Bahrain.
"Menurut saya dengan banyaknya pemain keturunan setidaknya kita menjadi kekuatan baru di Asia maupun dunia saat ini. Pertandingan pasti akan berjalan sangat seru, apalagi kedua negara sama-sama membutuhkan poin penuh untuk menentukan langkah ke babak selanjutnya," katanya.
"Saya mendoakan agar Timnas Indonesia bisa meraih hasil terbaik. Melihat performa Timnas saat ini sangat mungkin kita bisa membawa pulang tiga poin dari Bahrain. Semoga bisa tercapai demi asa Timnas kita menuju Piala Dunia 2026," lanjut Aditya Putra Dewa.
Disadur dari Bola.com: Ana Dewi/Hendry Wibowo, 7 Oktober 2024
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 8 Maret 2026 12:46
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 8 Maret 2026 15:22 -
Otomotif 8 Maret 2026 15:19 -
Liga Champions 8 Maret 2026 14:54 -
Liga Spanyol 8 Maret 2026 14:23 -
Liga Italia 8 Maret 2026 13:59 -
Liga Spanyol 8 Maret 2026 13:34
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 8 Maret 2026 02:16 -
tim nasional 7 Maret 2026 22:49 -
tim nasional 7 Maret 2026 12:08 -
tim nasional 7 Maret 2026 12:04 -
tim nasional 7 Maret 2026 10:01 -
tim nasional 7 Maret 2026 09:57
MOST VIEWED
- Jay Idzes Ukir Rekor Baru, Resmi Jadi Pemain Termahal Indonesia dengan Nilai Rp230 Miliar
- Misi Senyap John Herdman: Timnas Indonesia Berpotensi Kedatangan 2 Pemain Diaspora dari Eropa
- PSSI Sambut Baik Kabar John Herdman Incar Dua Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Bakal Dinaturalisasi Dalam Waktu Dekat?
- Timnas Indonesia Berpotensi Tambah 2 Pemain Diaspora, Total Naturalisasi di Era Erick Thohir Jadi 21
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5192610/original/075951700_1745188702-MADRID_BILBAO_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524385/original/061264000_1772944251-ClipDown.com_551256479_18525425173022238_7948439602243380320_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524438/original/084882300_1772947426-Banjir_di_Cipinang_Melayu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5400733/original/020747600_1762146027-ClipDown.com_571045026_18531746140022238_5678456159712626039_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3650051/original/018473900_1638382189-WhatsApp_Image_2021-12-02_at_1.02.57_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524296/original/000488600_1772933206-Lokasi_penemuan_mayat_perempuan_di_Depok.jpg)

