FOLLOW US:


Merah Putih Tersingkir

06-01-2010 20:50
Merah Putih Tersingkir
Boaz Salossa, golnya tak mampu beri kemenangan untuk timnas Merah Putih. ©Kapanlagi

Bola.net - Indonesia gagal mempertahankan tradisi lolos ke putaran final Piala Asia setelah kalah 1-2 dari Oman pada pertandingan lanjutan kualifikasi Pra Piala Asia 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Rabu (6/1).

Indonesia yang sempat menyamakan kedudukan 1-1 berkat gol Boaz Salossa harus mengakui keunggulan Oman yang unggul 2-1 pada babak kedua memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia.

Pelatih timnas Indonesia, Benny Dollo, memainkan dua pemain yang sebelumnya sempat dikabarkan cedera, Budi Sudarsono dan Isnan Ali. Absennya Ismed Sofyan ditempati oleh Christian Worabay di sektor bek sayap kanan.

Sejak awal pertandingan, Oman lebih mendominasi pertandingan dan menciptakan beberapa peluang, termasuk dua tendangan Saad Al Mukhaini yang berhasil ditangkap kiper Markus Horison.

Oman sempat mencetak gol pada menit ke-30 yang berawal dari tendangan bebas, namun wasit memutuskan untuk mengulang tendangan bebas karena lebih dulu terjadi pelanggaran.

Meski harus mengulang tendangan bebas, Oman justru kembali bisa mencetak gol, kali ini melalui heading striker bernomor punggung 10, Fauzi Bashir, tanpa mampu dihalau Markus Horison.

Tertinggal 0-1, pelatih timnas Indonesia, Benny Dollo, mengganti Budi Sudarsono yang tampak belum fit dan tampil under perform dengan Talaouhu Abdul Musafri.

Peluang terbaik Indonesia lahir pada menit ke-40 ketika heading Bambang Pamungkas yang berawal dari umpan sepak pojok Firman Utina dapat ditangkap oleh kiper Oman, Ali Al Habsi.

Indonesia akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui aksi individu Boaz Salossa jelang injury time babak pertama. Memanfaatkan umpan jarak jauh Ponaryo Astaman, Boaz melewati tiga pemain lawan sebelum membobol gawang Oman yang dikawal Al Habsi.

Babak kedua berjalan dengan tempo cepat dengan kedua tim berusaha mencari gol di menit-menit awal. Namun kelengahan lini belakang Indonesia yang dikawal Charis Yulianto berbuah petaka di menit ke-52 saat Oman mampu kembali unggul melalui gol Ismail Sulaiman.

Meski telah unggul 2-1, Oman tidak mengendurkan serangan. Beberapa kali juara Piala Teluk tahun lalu itu mengancam gawang Markus Horison melalui top skor mereka, Hasan Rabia.

Indonesia yang hanya mengandalkan serangan balik gagal membuat peluang berarti untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu pertandingan.

Setelah sempat diwarnai insiden masuknya penonton ke tengah lapangan pada injury time babak kedua, Indonesia harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan 1-2 dari Oman.

Hasil ini membuat peluang Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2011 di Qatar tertutup. Sedangkan bagi Oman, skuad Claude Le Roy itu masih berpeluang lolos bila mampu mengalahkan Kuwait pada pertandingan terakhir bulan depan.   (bola/zul)


Komentar Pembaca (30 komentar)
M.Giffari, Bekasi
20:25 10 Januari 2010
saya lebih tertarik dengan permainan oman dibandingkan dengan permainan timnas INDONESIA sebab timnas INDONESIA bermain hanya mengandalkan beberapa orang saja dan tidak percaya kepada rekan satu tim lainnya
reza, pekanbaru
09:49 10 Januari 2010
menurut saya lbih baik bendol dipacat saja
karna tdk bisa mmberikan prestasi kpd tim merah putih
dan pmain timnas sebagian d ganti dngan yg lbih muda
koeloep, ZAMBIE...
17:55 09 Januari 2010
Pelatihlah yg bertanggung jawab atas berhasil tdknya suatu kesebelasan.....Sya sgat yakin Materi pemain sepakbola kita bagus2....
Nah disitulah tugas pelatih agar dpt mmbuat, mnciptakan, meramu suatu kesebelasan yg solid. Sdah kta ketahui materi dri pemain spkbola kita bagus2, tinggal lgi tugas pelatih agar dpt mengarahkan mereka menuju kpd kekompakan, kerjamasama tim yg padu, dan terciptalah permainan yg lebih hidup disemua lini...srta keindahan dlm spakbola dpt kta nikmati. ITU SAJA SEBENARNYA TUGAS DRI PELATIH......!!!
prazz, surabaya
00:37 09 Januari 2010
terima klasih buat timnas indonesia yang TIDAK MENANG disemua level, kontribusi anda dalam MENUNJUKKAN KEPEMIMPINAN sang koruptor Nurdin Halid sebagai pimpinan PSSI yang bobrok dan TIDAK BECUZZZ cukup terjaga akurasinya. Salute...atas konsistensi anda untuk selalu kalah, selama PSSI masih dihuni oleh para MAFIA dan gembong2nya.
Djambronk, jogjakarta
10:48 07 Januari 2010
pelatihnya ganti saja..
ga fokus itu pelatihnya melatih timnas..