Ramadhan Sananta dan Peluang-peluang yang Gagal jadi Gol: Pergerakan Tajam tapi Finishing Perlu Diasah

Bola.net - Timnas Indonesia tampil impresif saat menghadapi St. Kitts and Nevis pada semifinal FIFA Series 2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) malam WIB, Skuad Garuda menang telak 4-0.
Kemenangan ini menjadi awal positif bagi era John Herdman. Permainan Indonesia terlihat lebih terstruktur dan efektif sepanjang laga.
Beckham Putra menjadi bintang dengan dua gol. Ole Romeny dan Mauro Zijlstra melengkapi pesta gol Indonesia pada laga tersebut.
Namun, di balik kemenangan besar itu, ada beberapa catatan penting. Salah satunya adalah performa Ramadhan Sananta di lini depan.
Sananta tidak bermain buruk. Ia justru tampil aktif dan terlibat dalam banyak situasi serangan, tetapi gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Pergerakan Aktif, Finishing Belum Maksimal

Ramadhan Sananta menunjukkan etos kerja tinggi sepanjang pertandingan. Ia terus bergerak, membuka ruang, dan menjadi titik fokus serangan.
Pergerakannya cukup merepotkan lini belakang lawan. Ia beberapa kali mampu menemukan posisi ideal di kotak penalti.
Namun, efektivitas menjadi masalah utama. Sananta kerap gagal dalam penyelesaian akhir pada momen-momen krusial.
Pada menit ke-36, peluangnya masih mampu diblok oleh pemain belakang lawan. Situasi itu seharusnya bisa dimaksimalkan lebih baik.
Kemudian pada menit ke-55, ia menerima umpan silang dari Elkan Baggott. Sayangnya, eksekusi akhirnya tidak mengarah tepat ke gawang.
Masalah Offside dan Ketajaman yang Perlu Ditingkatkan

Selain finishing, masalah lain terlihat dari posisi bermain Sananta. Ia menjadi pemain yang paling sering terjebak offside dalam laga ini.
Berdasarkan data LapanganBola, Sananta tercatat tiga kali berada dalam posisi offside. Ini menunjukkan ada persoalan dalam timing pergerakan.
Padahal, secara peran, ia sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mampu menarik perhatian bek lawan dan membuka ruang bagi rekan setim.
Kontribusi tidak langsungnya tetap terasa. Gol-gol Indonesia lahir dari dinamika serangan yang juga melibatkan pergerakannya.
Namun, untuk level internasional, ketajaman menjadi kunci. Sananta perlu meningkatkan efisiensi agar bisa menjadi finisher utama Timnas Indonesia.
Baca Ini Juga:
- Kombinasi Duo Ole Romeny dan Beckham Putra: Senjata Mematikan Timnas Indonesia yang Ditemukan John Herdman
- Ketika Jay Idzes Pasangkan Ban Kapten di Lengan Rizky Ridho
- Perbandingan Debut John Herdman, Patrick Kluivert, Shin Tae-yong, dan Luis Milla di Timnas Indonesia: Semua Berakhir dengan 4 Gol!
- Rapor Pemain Timnas Indonesia Ketika Hajar Saint Kitts and Nevis: Beckham Bungkam Haters, Ole Romeny Memang Kelas
- Momen-momen Menarik Indonesia vs Saint Kitts and Nevis: Sapuan Krusial Dony Tri, Gol Cantik Beckham Putra, No Look Pass Ole Romeny
- Timnas Indonesia Tampil Perkasa, 3 Kunci Sukses Kalahkan St Kitts dan Nevis
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 28 Juni 2026 16:00Siapa Lawan Timnas Jerman di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 28 Juni 2026 15:0032 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Lawan Timnas Spanyol?
-
Liga Inggris 28 Juni 2026 14:30Saingi Arsenal, MU Juga Kejar Bruno Guimaraes
-
Piala Dunia 28 Juni 2026 14:00Siapa Lawan Timnas Inggris di 32 Besar Piala Dunia 2026?
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 28 Juni 2026 15:54Pengakuan Rekan Kerja, Dokter Icha Sempat Minta Tolong dan Ketakutan
-
Liputan6 28 Juni 2026 15:43Jokowi di Depan Kiai dan Santri: Saya Masih Seperti Dulu, Orang Desa
-
Liputan6 28 Juni 2026 15:16Momen Aksi Curanmor Gagal, Pelaku Ancam Tembak Korban
-
Liputan6 28 Juni 2026 14:41Kronologi Penemuan Jenazah Dokter Icha, Diawali Teriakan Histeris
-
Liputan6 28 Juni 2026 14:35Di Hadapan Dosen-Rektor, Prabowo Soroti Ancaman AI Hingga Nuklir
MOST VIEWED
Aaron Ramsey Jadi Bos Baru Oxford United, Nasib Ole Romeny dan Marselino Ferdinan Bakal Bertahan?
FC Twente Disebut Kesal pada Mees Hilgers: Bek Timnas Indonesia Absen 2 Kali Latihan Tanpa Kabar
Vietnam Kembangkan Skema Bola Mati Jelang Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Wajib Waspada
Kunjungi Jakarta, Edwin van der Sar Dukung Timnas Indonesia Bermain di Piala Dunia Suatu Saat Nanti
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635885/original/027923700_1782636843-66045.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635367/original/074035800_1782636218-image_bank_2026_6_28_470057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8634186/original/006456100_1782634575-1001406484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8592225/original/017237400_1782560437-67655.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8626390/original/034675000_1782621525-IMG_1658.jpeg)
