Bola.net - Isu pemecatan Shin Tae-yong terus menguat sejak pertama kali mencuat pada Sabtu, 4 Januari 2025 kemarin. Kini, isu tersebut terus berkembang liar tanpa klarifikasi atau bantahan dari pihak-pihak terkait.
Tahun ini adalah perjalanan tahun kelima Timnas Indonesia bersama Shin Tae-yong (STY). Juru taktik asal Korea Selatan ini pertama kali menangani tim Garuda pada tahun 2020 lalu.
Sayangnya, masa-masa awal kepelatihan STY berlangsung sulit karena serangan pandemi Covid-19. Dapat dikatakan, STY baru benar-benar membentuk tim mulai tahun 2022 lalu, ketika kondisi sudah lebih stabil.
Nah benar bahwa Coach Shin belum mempersembahkan trofi untuk Indonesia. Namun, perkembangan performa dan kualitas pemain di timnas tidak bisa dibantah.
Gosip-Gosip Pemecatan STY
Media asal Italia, Tuttosport, melaporkan jika PSSI ingin pelatih asal Eropa untuk membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia. Shin Tae-yong sebagai pelatih dinilai kurang cocok dengan materi pemain yang tersedia.
Setelah itu, muncul unggahan di akun media sosial anggota Exco PSSI, Khairul Anwar. Dia memberikan ucapan terima kasih pada Shin Tae-yong, yang bisa ditafsirkan sebagai salam perpisahan untuk sang pelatih.
Hingga artikel ini mengudara, belum ada konfirmasi resmi dari pihak mana pun terkait kabar miring ini. Dan yang menarik, gosip pemecatan ini muncul setelah kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.
Jika tolok ukurnya Piala AFF, Timnas Indonesia memang belum pernah juara di bawah bimbingan Shin Tae-yong. Terbaru, tim Garuda bahkan gagal lolos dari fase grup.
Risiko Besar Pemecatan Shin Tae-yong
Di atas kertas, Shin Tae-yong sudah sekitar lima tahun menangani Timnas Indonesia. Namun, fans kemungkinan menyadari bahwa tim baru benar-benar terbentuk sekitar satu tahun terakhir, itu pun butuh waktu.
Tim yang mulai terbentuk juga berdampak positif terhadap performa di lapangan. Bukti nyatanya adalah laju Timnas Indonesia ke putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Karena itu, memecat STY saat ini sangat berisiko, lebih banyak efek negatif daripada dampak positifnya. Tim akan mengalami kemunduran signifikan andai ditangani pelatih baru yang masih butuh waktu adaptasi.
Ingat bahwa Timnas Indonesia akan bertanding di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia mulai bulan Maret 2025 mendatang. Masih ada empat pertandingan lagi.
Waktunya terlalu singkat untuk adaptasi di bawah pelatih baru. Terlalu banyak yang dipertaruhkan Risiko pemecatan terlalu besar.
Opini: Richard Andreas/Bola.net
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 6 September 2026 11:00Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
-
Tim Nasional 4 September 2026 15:46Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
-
Bola Indonesia 2 September 2026 21:165 Pemain Persija Cedera Jelang Pekan ke-1 BRI Super League 2026/2027
LATEST UPDATE
-
Lain Lain 7 September 2026 13:23Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
-
Liga Spanyol 7 September 2026 11:03Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
-
Liga Inggris 7 September 2026 10:37Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
-
Liga Inggris 7 September 2026 09:47Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
-
Liga Italia 7 September 2026 09:08Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 6 September 2026 11:00Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
-
tim nasional 4 September 2026 15:46Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
SOROT
-
Liputan6 7 September 2026 12:47Kebakaran Gunung Bulu Saukang, 68 Pendaki Sempat Terjebak
-
Liputan6 7 September 2026 12:25624 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Anak Krakatau
-
Liputan6 7 September 2026 12:12DPR Sebut Kewenangan Aparat Perlu Dibatasi di RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 7 September 2026 11:12Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan 3,3 Juta Lansia
-
Liputan6 7 September 2026 10:18Kebakaran Besar di Pasar Paniai, 11 Orang Tewas
-
Liputan6 7 September 2026 09:51Anak Krakatau Erupsi, Penumpang di Pelabuhan Merak Menurun
MOST VIEWED
Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tempat Menonton Timnas Indonesia U-20 vs Australia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, 6 September 2026
Link Streaming Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Timnas Australia U-20 vs Timnas Indonesia U-20, 6 September 2026
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342226/original/082588600_1788760328-1107537.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341642/original/058691000_1788670000-ban3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473565/original/045606700_1768449409-e8f30a03-0f34-4cca-868f-659668113d39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341507/original/041386100_1788648437-1000945323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256535/original/073242500_1750241429-kebakaran5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4399860/original/002951700_1681806832-20230418-Mudik-Pelabuhan-Merak-Faizal-1.jpg)
