Statistik 6 Penyerang Timnas Indonesia: Yakob Sayuri Terdepan, Lini Depan Masih Inkonsisten?

Statistik 6 Penyerang Timnas Indonesia: Yakob Sayuri Terdepan, Lini Depan Masih Inkonsisten?
Joey Pelupessy, Mauro Zijlstra, dan Calvin Verdonk saat membela Timnas Indonesia pada laga melawan Lebanon (c) Abdul Aziz

Bola.net - Timnas Indonesia bersiap menghadapi agenda FIFA Series edisi Maret 2026. Pelatih John Herdman telah memanggil 24 pemain untuk memperkuat skuad Garuda.

Dari daftar tersebut, terdapat enam pemain yang masuk kategori penyerang. Komposisinya cukup beragam, mulai dari striker murni hingga winger.

Nama-nama seperti Yakob Sayuri hingga Ole Romeny masuk dalam daftar. Mereka diharapkan menjadi tumpuan lini depan Timnas Indonesia.

Namun, bagaimana performa mereka di level klub sepanjang musim 2025/2026? Statistik menunjukkan gambaran yang menarik sekaligus menjadi bahan evaluasi.

Beckham Putra: Winger Eksplosif

Beckham Putra: Winger Eksplosif

Selebrasi Beckham Putra usai mencetak gol di laga Persib vs Persija pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 (c) Abdul Aziz

Beckham Putra tampil sebagai bagian penting Persib Bandung musim ini. Ia kerap dimainkan dalam momen krusial.

Meski tidak selalu menjadi starter, kontribusinya cukup terasa. Beckham mampu memberi dampak dalam laga besar.

Catatan statistiknya menunjukkan efisiensi permainan. Ia mencetak 2 gol dan 4 assist dari 31 laga.

Dengan total 1468 menit bermain, Beckham menunjukkan potensi sebagai pemain pelapis yang efektif.

Pertandingan Selanjutnya
Liga 1 Liga 1 | 5 April 2026
Semen Padang Semen Padang
19:00 WIB
Persib Bandung Persib Bandung

Mauro Ziljstra: Minim Kesempatan di Level Senior

Mauro Ziljstra: Minim Kesempatan di Level Senior

Aksi Mauro Zijlstra pada laga Timnas Indonesia U-22 vs Myanmar di SEA Games 2025 (c) Bagaskara Lazuardi

Mauro Ziljstra menjalani musim yang sulit. Ia kesulitan mendapat menit bermain di tim utama.

Saat masih di FC Volendam, ia tidak diberi kesempatan tampil. Situasi serupa berlanjut setelah pindah ke Persija Jakarta.

Secara statistik, kontribusinya hampir tidak terlihat. Ia hanya bermain 2 laga dengan total 21 menit.

Meski sempat mencetak tiga gol, itu terjadi di level U-21. Belum ada bukti nyata di level senior.

Ole Romeny: Terhambat Cedera dan Persaingan

Ole Romeny: Terhambat Cedera dan Persaingan

Aksi Ole Romeny bersama Timnas Indonesia saat melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Ole Romeny menghadapi musim yang tidak mudah. Cedera di pramusim menghambat awal perjalanannya.

Setelah pulih, ia kesulitan menembus skuad utama Oxford United. Persaingan di lini depan sangat ketat.

Ia baru tampil dalam 14 pertandingan. Total menit bermainnya juga terbatas, yakni 341 menit.

Hingga saat ini, Romeny belum mencetak gol. Produktivitasnya menjadi catatan penting.

Ragnar Oratmangoen: Terbatas oleh Kondisi Fisik

Ragnar Oratmangoen: Terbatas oleh Kondisi Fisik

Timnas Indonesia dalam laga lanjutan putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (15/11/2024) (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Ragnar Oratmangoen juga mengalami kendala serupa. Cedera dan kondisi fisik mengganggu konsistensinya.

Bersama FCV Dender, ia belum mendapat ritme permainan stabil. Ia jarang tampil penuh dalam satu laga.

Dari 13 penampilan, Oratmangoen baru mencetak satu gol. Catatan menit bermainnya hanya 310 menit.

Kondisi ini membuat kontribusinya belum maksimal. Ia masih mencari performa terbaik.

Yakob Sayuri: Mesin Gol Paling Menjanjikan

Yakob Sayuri: Mesin Gol Paling Menjanjikan

Starting XI Malut United pada laga BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. I.League

Yakob Sayuri tampil sebagai penyerang paling produktif. Ia menjadi andalan Malut United musim ini.

Perannya dalam lini serang sangat vital. Ia menjadi bagian dari trio tajam bersama Ciro Alves dan David da Silva.

Dari 19 pertandingan, Yakob mencetak 6 gol dan 1 assist. Ia juga mengoleksi 1540 menit bermain.

Catatan ini menjadikannya penyerang paling tajam di skuad Timnas. Potensinya sangat menjanjikan.

Ramadhan Sananta: Andalan yang Belum Maksimal

Ramadhan Sananta menjalani musim pertamanya di luar negeri. Ia bermain untuk DPMM FC.

Sananta mendapat kepercayaan sebagai striker utama. Ia tampil dalam 24 pertandingan musim ini.

Namun, produktivitasnya belum optimal. Ia baru mencetak 4 gol dan 2 assist.

Dengan 1716 menit bermain, ekspektasi terhadap Sananta masih tinggi. Ia dituntut lebih tajam di lini depan.