Target Lolos Piala Dunia 2030, PSSI Jelaskan Logika di Balik Skema Kontrak 2+2 John Herdman di Timnas Indonesia

Bola.net - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan penjelasan mengenai alasan durasi kontrak John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. PSSI memberikannya kontrak berdurasi dua tahu
Menurutnya, ekspektasi untuk meraih prestasi secara instan dalam waktu singkat merupakan sebuah pemikiran yang salah. PSSI secara sadar telah merancang durasi kontrak dengan skema 2+2 tahun demi mengakomodasi proses perkembangan Timnas Indonesia.
"Jadi begini, memang kalau kita berbicara kaitannya dengan soal durasi kontrak, ini memang sudah kita pikirkan," ujar Sumardji dilansir Youtube Liputan6.
"Artinya, dengan skema 2+2 itu, kita tahu bahwa untuk membangun sebuah tim nasional itu memang tidak bisa seperti kita menanak nasi. Dengan hitungan waktu hanya satu tahun harus bisa berprestasi, itu omong kosong," katanya menambahkan.
Berkaca Shin Tae-yong

Sumardji mengajak publik untuk berkaca pada perjalanan sukses Shin Tae-yong di Timnas Indonesia yang membutuhkan waktu panjang untuk memetik hasil. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui tahapan yang dilalui dengan konsistensi tinggi.
"Coba kita harus bisa tahu sejarah kita. Contohnya, bagaimana Shin Tae-yong bisa sampai berprestasi, itu kan juga butuh waktu yang cukup panjang," beber Sumardji.
"Proses dari awal sampai dengan berakhirnya masa kerja Shin Tae-yong pun saya ada di situ, dan saya sama sekali tidak meninggalkan proses itu semuanya."
"Artinya memang proses itu butuh tahapan, dan tahapan itu tentu harus dibutuhkan kepercayaan dari semua orang yang percaya terhadap prestasi tersebut," lanjutnya.
Alasan Kontrak 2+2 Tahun

PSSI menetapkan bahwa target utama dari kerja sama ini bukanlah prestasi jangka pendek pada 2027 atau 2028. Fokus utama adalah memastikan Timnas Indonesia mampu bersaing dan lolos dari Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Oleh karena itu, durasi kontrak yang diberikan dianggap sangat proporsional untuk membangun Timnas Indonesia sejak saat ini. Kepercayaan penuh menjadi syarat mutlak agar jajaran pelatih bisa bekerja tanpa tekanan yang menghambat kreativitas.
"Kenapa kami mengambil durasi 2+2? Karena memang tujuan kami itu pada tahun 2030, bukan di tahun 2027 atau 2028. Targetnya adalah tahun 2030 ketika kita bisa lolos ke kualifikasi Piala Dunia. Sehingga, dengan durasi yang cukup tadi, kita harus bisa memberikan kepercayaan penuh," ucap Sumardji.
"Tahapan itu tetap harus dilalui. Walaupun saya tahu banyak diprotes, baik saya maupun siapapun yang berbicara soal proses itu diprotes, ya tidak apa-apa. Memang itu faktanya. Kita tidak bisa langsung berkeinginan ketika kontrak satu tahun langsung harus prestasi. Ini tim nasional. Mungkin kalau klub berbeda, tetapi kalau tim nasional, saya kira kita harus betul-betul berpikir jangka panjang dan memang membutuhkan waktu yang lebih untuk prestasi," sambungnya.
Lolos Piala Dunia 2030

Terkait indikator kinerja atau KPI, Sumardji memastikan bahwa PSSI tetap memiliki standar target-target tertentu yang harus dipenuhi oleh pelatih. Namun, kegagalan dalam mencapai target jangka pendek tidak lantas berujung pada pemberhentian pelatih secara mendadak.
Evaluasi yang dilakukan akan lebih bersifat konstruktif untuk memperbaiki kekurangansecara bertahap dan berkelanjutan. Tujuan akhirnya tetap satu, yakni memastikan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030.
"Tetapi kaitannya dengan KPI, tentu kami punya target-target tertentu. Namun, dari target-target itu bukan serta-merta harus dievaluasi lalu akhirnya diminta mundur. Tidak begitu," tutur Sumardji.
"Sekali lagi, ada target-target yang harus dicapai, tetapi semuanya itu untuk evaluasi perbaikan agar ada perbaikan secara bertahap dan pada akhirnya bisa tercapai semua apa yang menjadi gol akhirnya yaitu ke Piala Dunia. Ya, kita semuanya kan targetkan hal itu," imbuhnya.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Juga:
- PSSI Bebaskan John Herdman Cari dan Pilih Asisten Lokal di Timnas Indonesia: BTN dan Alex Zwiers Kasih Saran, Pelatih yang Wawancara
- Tangan Kanan John Herdman Beberkan Ambisi Besar Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030: Saya Sangat Bersemangat
- Cari Akar Masalah Timnas Indonesia, John Herdman Bersedia Dengar Curhatan Staf Lokal soal Kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Rencana Besar John Herdman: 3 Minggu Lagi Staf Pelatih Timnas Indonesia Rampung, Prioritaskan Talenta Lokal
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 16:36Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
tim nasional 31 Oktober 2026 16:36Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
-
tim nasional 29 Oktober 2026 17:20Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday November 2026 Masih Misterius, PSSI: Kami Masih Mencari
Cerita Unik Mitchell Baker, Striker Timnas Indonesia yang Nyaris Magang di Wall Street
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)

