
Namun sebelumnya sudah sering terjadi final yang mempertemukan tim-tim senegara. Yang terakhir adalah musim 2006/07 ketika Sevilla mengalahkan Espanyol.
Berikut duel tim-tim senegara yang pernah terjadi pada laga puncak kompetisi "kasta kedua" Eropa ini.
Wolverhampton vs Tottenham, 1971/72
Final antar tim senegara pertama dalam sejarah mempertemukan dua tim Inggris, Wolverhampton Wanderers dengan Tottenham Hotspur. Dengan masih menggunakan sistem home-away, Spurs menang agregat 3-2. Striker Spurs saat itu, Alan Mullery bukannya senang bertemu Wolves tapi mengatakan, "Anda mengharapkan kejutan di Eropa, tapi kami telah bermain dengan Wolves dua kali di liga. Kami sudah saling tahu,"
Borussia Munchengladbach vs Eintracht Frankfurt, 1979/80
Munchengladbach yang diperkuat Lothar Matthaus (19 tahun) unggul 3-2 pada leg pertama, namun Frankfurt membalasnya pada pertemua kedua melalui gol tunggal Fred Schaub. Pemain spesialis kaki kiri itu meninggal dunia pada tahun 2003 karena kecelakaan mobil.
Juventus vs Fiorentina, 1989/90
Juventus meraih gelar UEFA kedua mereka bersama Roberto Baggio setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor agregat 3-1 (Juve menang 3-1 di Turin, imbang 0-0 di tempat netral, Avellino). Saat itu Juventus juga masih diperkuat Gianluca Vialli dan hasil ini menyelamatkan posisi pelatih Juve saat itu, Dino Zoff.
Inter Milan vs AS Roma, 1990/91
Inter yang dilatih Giovanni Trapattoni sukses menghadirkan final antar klub Italia kedua berturut-turut setelah Juventus va Fiorentina pada tahun sebelumnya. Gol penalti Lothar Matthaus dan gol Nicola Berti membawa Inter menang 2-0 di Giuseppe Meazza. Pada leg kedua di Olimpico, AS Roma hanya mampu membalas satu gol melalui Ruggiero Rizzitelli.
Parma vs Juventus, 1994/95
Ini merupakan final antar klub Italia kedua legenda Juventus, Roberto Baggio. Namun kali ini "Si Kucir Kuda" harus mengakui kehebatan Baggio lainnya, gelandang Parma Dino Baggio yang mencetak satu-satunya gol pada leg pertama. Juventus hanya mampu bermain imbang 1-1 pada pertemuan kedua melalui gol Gianluca Vialli. Tragisnya, sebelum final Juventus kehilangan bek kiri Andrea Fortunato yang meninggal di usia 23 tahun karena leukimia. Pelatih Parma saat itu, Nevio Scala, mengatakan, "Saya tahu Juventus ingin mendedikasikan piala ini untuknya. Kami pun ingin melakukan hal yang sama,"
Inter Milan vs Lazio, 1997/98
Masa keemasan Lazio di era Sven-Goran Eriksson harus diakhiri dengan kekalahan menyakitkan 0-3 dari Inter Milan pada final Piala UEFA pertama yang memainkan satu laga. Gol-gol Nerazzurri dicetak Ivan Zamorano, Javier Zanetti, dan Ronaldo. Usai pertandingan, Eriksson mengatakan, "Mereka (Inter) pantas menang. Tapi tidak 3-0,"
Sevilla vs Espanyol, 2006/07
Butuh hampir satu dekade untuk kembali memainkan final tim senegara di Piala UEFA. Sevilla menyamai rekor Real Madrid (1985 dan 1986) dengan dua kali berturut-turut juara Piala UEFA. Sevilla yang dilatih Juande Ramos -kelak juga melatih Real Madrid- mengalahkan Espanyol melalui adu penalti di Hampden Park, Skotlandia. Kiper Sevilla, Andres Palop, menggagalkan tiga tendangan penalti pemain Espanyol. Usai pertandingan, Palop mengatakan, "Penalti adalah intuisi dan keberuntungan, dan kami memilikinya,"
Porto vs Braga, 2010/11
Duel sesama tim Portugal pertama di laga puncak Liga Europa. Mampukah Braga kembali membuat kejutan dengan mengalahkan Porto yang lebih diunggulkan pada final di Dublin, Republik Irlandia, 18 Mei mendatang? Menarik kita tunggu bersama. (uefa/zul)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 24 Mei 2026 20:56Link Live Streaming Liga Inggris: Liverpool vs Brentford
-
Liga Inggris 24 Mei 2026 20:51Link Live Streaming Liga Inggris: Sunderland vs Chelsea
-
Liga Inggris 24 Mei 2026 20:51Nonton Live Streaming Liga Inggris: Man City vs Aston Villa
-
Liga Inggris 24 Mei 2026 20:47Link Live Streaming Liga Inggris: Crystal Palace vs Arsenal
BERITA LAINNYA
-
uefa 21 Mei 2026 09:00Aston Villa Juara, Pangeran William Menggila!
-
uefa 21 Mei 2026 08:21Bangganya Unai Emery Sampai Tak Berhenti Tersenyum
SOROT
-
Liputan6 24 Mei 2026 21:40Banjir Rendam Puskesmas hingga Permukiman di Palabuhanratu
-
Liputan6 24 Mei 2026 21:22Kronologi Pemulangan 9 WNI yang Ditahan Tentara Israel
MOST VIEWED
Raja Liga Europa! Unai Emery Ukir Sejarah Gila usai Bawa Aston Villa Juara
Efek Aston Villa Juara Liga Europa 2025/2026: Premier League Berpotensi Kirim 6 Wakil ke Liga Champions Musim Depan
Dedikasi! Emiliano Martinez Ternyata Tampil dengan Kondisi Patah Jari Saat Aston Villa Juara Liga Europa
Hasil Final Liga Europa 2025/2026: Aston Villa Hancurkan Freiburg 3-0 dan Akhiri Dahaga Trofi Eropa 44 Tahun
HIGHLIGHT
10 Pemain Aktif yang Butuh Trofi Liga Champions de...
6 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas Mikel Art...
8 Pesepak Bola Top yang Ternyata Perokok, Ada Szcz...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6853381/original/003519900_1779636986-338262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6851023/original/037151800_1779635084-IMG-20260524-WA0126.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6848898/original/009841400_1779633603-338209.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6847685/original/095316100_1779632514-20260524_163307.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6844795/original/027232700_1779630260-29521.jpg)

