
Bola.net - Pebasket Indonesia diharapkan dapat bermain di National Basketball Association (NBA), seperti pemain China, kata pelatih Detroit Shock, Derrick 'Rick' Allen Mahorn.
"Melihat perkembangan olahraga basket di Indonesia saat ini, saya berharap akan ada pemain yang dapat tampil di NBA," katanya di Gedung Olahraga Amongrogo Yogyakarta, Senin (30/4).
Menurut mantan pemain NBA tersebut di sela-sela Basketball Coaching Clinic and Fit Challenge Game, kesempatan itu terbuka karena di Indonesia ada kompetisi National Basketball League (NBL) dan postur tubuh beberapa pemain telah memenuhi syarat untuk tampil di NBA.
"Saya berharap Indonesia seperti China, yang beberapa pemainnya dapat tampil di NBA. Untuk menuju ke arah itu para pemain Indonesia harus berjuang tanpa lelah, berlatih lebih giat, dan mau bekerja keras," ucapnya.
Ia mengatakan, dirinya dapat bermain di NBA juga membutuhkan perjuangan berat, karena persaingan sangat ketat. Dirinya harus mempersiapkan segala sesuatunya secara matang, bekerja keras, dan mempunyai cara berpikir yang tepat.
"Semua itu membuahkan hasil yang sangat manis. Saya menjadi terkenal, mempunyai uang banyak, bertemu dengan banyak orang di berbagai negara, dan saya menikmati semua itu," kata Mahorn yang bermain di NBA selam 18 musim.
Mantan pemain Women's National Basketball Association (WNBA), Edna Campbell mengatakan, dirinya dapat tampil di WNBA membutuhkan pengorbanan, dedikasi, kerja keras, dan gairah untuk melakukan sesuatu hal di level tertinggi.
"Jika ingin berprestasi, para pemain harus berlatih dengan giat dan tidak takut melakukan kesalahan. Hal itu penting karena jika tidak pernah mencoba dan berbuat salah, maka tidak akan maju," ujar Edna yang berkarir di WNBA selama sembilan tahun.
Public Affair Section Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, Surjo Ganesha mengatakan, kedatangan dua legenda bola basket NBA, Rick Mahorn dan Edna Campbell ke Yogyakarta itu dalam rangka program US Sports Envoy (utusan olahraga AS).
Kegiatan itu merupakan diplomasi olahraga yang dicanangkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton dengan visinya 'smart power diplomacy'.
"Diplomasi itu menggunakan segala perangkat diplomasi, termasuk olahraga basket untuk mempererat hubungan dan saling pengertian antara warga kedua bangsa," paparnya.
Basketball Coaching Clinic and Fit Challenge Game itu diikuti tim basket Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan tim basket berkursi roda Pusat Rehabilitasi Yakkum. (ant/kny)
"Melihat perkembangan olahraga basket di Indonesia saat ini, saya berharap akan ada pemain yang dapat tampil di NBA," katanya di Gedung Olahraga Amongrogo Yogyakarta, Senin (30/4).
Menurut mantan pemain NBA tersebut di sela-sela Basketball Coaching Clinic and Fit Challenge Game, kesempatan itu terbuka karena di Indonesia ada kompetisi National Basketball League (NBL) dan postur tubuh beberapa pemain telah memenuhi syarat untuk tampil di NBA.
"Saya berharap Indonesia seperti China, yang beberapa pemainnya dapat tampil di NBA. Untuk menuju ke arah itu para pemain Indonesia harus berjuang tanpa lelah, berlatih lebih giat, dan mau bekerja keras," ucapnya.
Ia mengatakan, dirinya dapat bermain di NBA juga membutuhkan perjuangan berat, karena persaingan sangat ketat. Dirinya harus mempersiapkan segala sesuatunya secara matang, bekerja keras, dan mempunyai cara berpikir yang tepat.
"Semua itu membuahkan hasil yang sangat manis. Saya menjadi terkenal, mempunyai uang banyak, bertemu dengan banyak orang di berbagai negara, dan saya menikmati semua itu," kata Mahorn yang bermain di NBA selam 18 musim.
Mantan pemain Women's National Basketball Association (WNBA), Edna Campbell mengatakan, dirinya dapat tampil di WNBA membutuhkan pengorbanan, dedikasi, kerja keras, dan gairah untuk melakukan sesuatu hal di level tertinggi.
"Jika ingin berprestasi, para pemain harus berlatih dengan giat dan tidak takut melakukan kesalahan. Hal itu penting karena jika tidak pernah mencoba dan berbuat salah, maka tidak akan maju," ujar Edna yang berkarir di WNBA selama sembilan tahun.
Public Affair Section Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, Surjo Ganesha mengatakan, kedatangan dua legenda bola basket NBA, Rick Mahorn dan Edna Campbell ke Yogyakarta itu dalam rangka program US Sports Envoy (utusan olahraga AS).
Kegiatan itu merupakan diplomasi olahraga yang dicanangkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton dengan visinya 'smart power diplomacy'.
"Diplomasi itu menggunakan segala perangkat diplomasi, termasuk olahraga basket untuk mempererat hubungan dan saling pengertian antara warga kedua bangsa," paparnya.
Basketball Coaching Clinic and Fit Challenge Game itu diikuti tim basket Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan tim basket berkursi roda Pusat Rehabilitasi Yakkum. (ant/kny)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 21:59Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 21:58Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini di TVRI
BERITA LAINNYA
-
basket 23 Januari 2026 09:13Real Madrid Disebut Siap Gabung Proyek NBA Europe
-
basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
-
basket 6 Januari 2026 19:15IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
-
basket 19 Desember 2025 09:10Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 22:01Daftar Hoaks Bantuan yang Mencatut Prabowo, Ada Hasil Manipulasi AI
-
Liputan6 13 Juni 2026 14:31Prabowo Terima Menhan Jepang, Ini Sejumlah Kerja Sama yang Dibahas
-
Liputan6 13 Juni 2026 10:11Monas hingga Bundaran HI Gelap Malam Ini
-
Liputan6 13 Juni 2026 09:03Pemprov DKI Bantah Matikan CCTV Saat Demo Mahasiswa
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258322/original/049274100_1781335745-bb91c9ba-4984-46a9-bfd0-3b4006ce3c1a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477733/original/026803200_1687446881-Snapinsta.app_355411731_240141972102411_4417550151096548066_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257912/original/040358800_1781261861-maha7.jpg)
