
Bola.net - Tunggal ketiga, Dionysius Hayom Rumbaka yang tampil sebagai penentu nasib Indonesia, menyerah dua game langsung 14-21, 19-21 kepada Takuma Ueda.
Dengan demikian Tim Piala Thomas Indonesia secara menyakitkan tersingkir di perempat-final setelah menyerah 2-3 kepada Jepang di Wuhan Sport Complex Gymnasium China, Rabu (23/5).
Hayom, pemain berperingkat 23 dunia, sejak game pertama tampak kesulitan mengembangkan permainan menghadapi Takuma Ueda, pemain peringkat 38 dunia yang tampak tampil lebih percaya diri.
Permainan net yang kemudian diakhiri dengan smes keras ke sisi lapangan, membuat Hayom semakin keteteran dan tertinggal jauh 11-17. Ueda semakin percaya diri ketika sudah unggul 19-11 dan tinggal dua angka lagi untuk menyudahi game pertama.
Buruknya kontrol Hayom membuat Ueda semakin melaju 20-11, dan akhirnya merebut game pertama dengan skor 21-14 setelah smes Hayom terlalu melebar ke sisi kanan lapangan.
Beban sebagai pemain yang menjadi penentu nasib Tim Indonesia, membuat Hayom tidak bisa bermain lepas dan sering kali membuat kesalahan sehingga tertinggal lebih dulu 2-4 pada game kedua, meski kemudian mampu membuat skor imbang 7-7 dan untuk pertama kalinya memimpin 8-7.
Didukung oleh hanya belasan warga Indonesia, yang sebagian besar adalah mahasiswa di Wuhan, Hayom yang sebelumnya sering ragu-ragu dalam melakukan serangan sehingga dengan mudah dipatahkan Ueda, mulai bangkit dan merebut tiga angka secara beruntun untuk memimpin 10-7.
Namun Hayom gagal mempertahankan keunggulan ketika Ueda berhasil kembali menyamakan kedudukan 12-12 dan berbalik unggul 16-12.
Kubu Indonesia semakin tegang ketika Ueda sudah unggul 20-19 dan di ambang memupus harapan Indonesia lolos ke semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Akhirnya Ueda benar-benar memupus harapan Indonesia ketika menyudahi game kedua dengan 21-19 dan sekaligus memastikan kemenangan Jepang atas Indonesia dengan skor 3-2. (ant/kny)
Dengan demikian Tim Piala Thomas Indonesia secara menyakitkan tersingkir di perempat-final setelah menyerah 2-3 kepada Jepang di Wuhan Sport Complex Gymnasium China, Rabu (23/5).
Hayom, pemain berperingkat 23 dunia, sejak game pertama tampak kesulitan mengembangkan permainan menghadapi Takuma Ueda, pemain peringkat 38 dunia yang tampak tampil lebih percaya diri.
Permainan net yang kemudian diakhiri dengan smes keras ke sisi lapangan, membuat Hayom semakin keteteran dan tertinggal jauh 11-17. Ueda semakin percaya diri ketika sudah unggul 19-11 dan tinggal dua angka lagi untuk menyudahi game pertama.
Buruknya kontrol Hayom membuat Ueda semakin melaju 20-11, dan akhirnya merebut game pertama dengan skor 21-14 setelah smes Hayom terlalu melebar ke sisi kanan lapangan.
Beban sebagai pemain yang menjadi penentu nasib Tim Indonesia, membuat Hayom tidak bisa bermain lepas dan sering kali membuat kesalahan sehingga tertinggal lebih dulu 2-4 pada game kedua, meski kemudian mampu membuat skor imbang 7-7 dan untuk pertama kalinya memimpin 8-7.
Didukung oleh hanya belasan warga Indonesia, yang sebagian besar adalah mahasiswa di Wuhan, Hayom yang sebelumnya sering ragu-ragu dalam melakukan serangan sehingga dengan mudah dipatahkan Ueda, mulai bangkit dan merebut tiga angka secara beruntun untuk memimpin 10-7.
Namun Hayom gagal mempertahankan keunggulan ketika Ueda berhasil kembali menyamakan kedudukan 12-12 dan berbalik unggul 16-12.
Kubu Indonesia semakin tegang ketika Ueda sudah unggul 20-19 dan di ambang memupus harapan Indonesia lolos ke semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Akhirnya Ueda benar-benar memupus harapan Indonesia ketika menyudahi game kedua dengan 21-19 dan sekaligus memastikan kemenangan Jepang atas Indonesia dengan skor 3-2. (ant/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bulu Tangkis 5 Mei 2026 13:47Update Ranking BWF 2026 Setelah Thomas Cup dan Uber Cup 2026
-
Bulu Tangkis 3 Mei 2026 12:12Hasil Lengkap Thomas Cup dan Uber Cup 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 15 Mei 2026 23:59Nonton Live Streaming Liga Inggris: Aston Villa vs Liverpool
BERITA LAINNYA
-
bulutangkis 15 Mei 2026 09:06Hasil Lengkap Pertandingan Thailand Open 2026
-
bulutangkis 15 Mei 2026 09:06Jadwal Lengkap Pertandingan Thailand Open 2026, 12-17 Mei 2026
SOROT
-
Liputan6 16 Mei 2026 04:42Aston Villa vs Liverpool: Ollie Watkins Menggila, The Reds Merana
-
Liputan6 15 Mei 2026 19:25Kapolda Lampung Ancam Tembak Begal: Silakan Kalau Mau Coba-Coba
-
Liputan6 15 Mei 2026 17:10Penyesalan Anggota DPRD Jember Merokok dan Main Game saat Rapat
HIGHLIGHT
Inter Salip MU dan Liverpool! Ini Daftar Klub deng...
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musi...
Trio Ganas Bayern Munchen Tembus 100 Gol, Ini 10 L...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5987209/original/056935200_1778881322-ollie_watkins_lawan_liverpool.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5951116/original/026513200_1778847925-1001258226.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5942993/original/030966300_1778840043-Screenshot_2026-05-15_171105.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5942330/original/050512000_1778839384-Screenshot_2026-05-15_170050.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5940472/original/091525000_1778837697-1001333589.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5937676/original/046138700_1778834954-momen-nadiem-emosi-dituntut-kejaksaan-27-tahun-penjara-lebih-besar-dari-teroris-93770b.jpg)
