
Bola.net - Fernando Torres mengungkapkan kunci untuk menundukkan Barcelona yang telah memberi Chelsea harapan menuju semifinal Liga Champions leg kedua, Rabu (25/4), di Catalonia.
Sejak kedatangan manajer interim Di Matteo, Torres mengatakan bahwa Chelsea mulai menikmati permainan sepakbola lagi setelah sebelumnya sangat menderita.
The Blues sepertinya bakal kembali mengalami sejumlah penderitaan ketika meladeni Azulgrana di Camp Nou nanti. Akan tetapi, striker Spanyol tersebut punya alasan untuk merasa optimis bahwa timnya bisa mengatasi perlawanan tuan rumah.
Perjalanan Chelsea musim ini dipenuhi jalan terjal. Performa buruk di liga membuat manajer Andre Villas-Boas dipecat pada awal Maret dan kini mereka terancam gagal menembus empat besar klasemen. Chelsea lalu mengalami kebangkitan di bawah kepemimpinan Di Matteo. Menurut Torres, kode etik tim yang diterapkan sang caretaker adalah kuncinya.
Selama tujuh pekan terakhir, Di Matteo menekankan kepada para pemainnya untuk mendahulukan kepentingan klub. Sepuluh kemenangan dan hanya satu kekalahan dalam 14 pertandingan terakhir sepertinya bisa dijadikan bukti keampuhan metode yang telah diterapkan oleh pria Italia itu di Stamford Bridge.
"Dia jelas-jelas menekankan pentingnya semangat tim," tutur Torres pada UEFA.com. "Berjuanglah, dan kemampuan terbaikmu pun akan keluar dengan sendirinya. Jika memiliki kedua hal itu, maka tak ada lawan yang tak bisa dikalahkan."
"Dia melakukan semua itu demi klub."
"Barcelona jelas berada satu tingkat di atas klub-klub lain. Dalam lima musim terakhir, mereka berada di semifinal, dan itu bukanlah hal yang mudah. Tapi, ini sepakbola, tim terbaik tidak selamanya menang. Xavi dan Andres Iniesta adalah pengatur irama pertandingan. Jika bermain melawan kedua orang itu, anda harus tahu bahwa merekalah yang mengendalikan semuanya."
"Kebanyakan tim yang melawan Barcelona berpikiran untuk mencuri bola dari mereka, tapi saya rasa itu mustahil. Anda harus memakai senjata yang berbeda. Jika ingin mencuri bola, anda takkan mampu. Itu hanya akan menghasilkan kelelahan dan cukup ruang bagi mereka untuk menghukum anda."
Di leg pertama, meski Barcelona mendominasi 72% penguasaan bola dan Chelsea hanya sanggup melepaskan satu tembakan tepat sasaran, justru pasukan Di Matteo lah yang keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.
"Tim ini telah mengubah cara bermain saya karena gaya mereka," imbuh Torres. "Bagi saya, hal terpenting adalah mencetak gol, dan itulah yang saya latih setiap hari. Kita semua tahu bahwa ini adalah musim yang sangat berat bagi kami. Sekali lagi, kepentingan tim di atas segalanya."
"Bisa jadi bencana jika kami gagal ke Liga Champions musim depan. Oleh karena itu, kami harus siap melakukan apa pun demi mewujudkan target tersebut. Tidak masalah siapa yang bermain, mencetak gol, memberi assist maupun siapa yang harus duduk di bangku cadangan."
"Yang paling penting adalah keberhasilan tim," tegas Torres. [initial]
LIGA CHAMPIONS - Gudjohnsen Dukung Chelsea Kalahkan Barca (uefa/gia)
Sejak kedatangan manajer interim Di Matteo, Torres mengatakan bahwa Chelsea mulai menikmati permainan sepakbola lagi setelah sebelumnya sangat menderita.
The Blues sepertinya bakal kembali mengalami sejumlah penderitaan ketika meladeni Azulgrana di Camp Nou nanti. Akan tetapi, striker Spanyol tersebut punya alasan untuk merasa optimis bahwa timnya bisa mengatasi perlawanan tuan rumah.
Perjalanan Chelsea musim ini dipenuhi jalan terjal. Performa buruk di liga membuat manajer Andre Villas-Boas dipecat pada awal Maret dan kini mereka terancam gagal menembus empat besar klasemen. Chelsea lalu mengalami kebangkitan di bawah kepemimpinan Di Matteo. Menurut Torres, kode etik tim yang diterapkan sang caretaker adalah kuncinya.
Selama tujuh pekan terakhir, Di Matteo menekankan kepada para pemainnya untuk mendahulukan kepentingan klub. Sepuluh kemenangan dan hanya satu kekalahan dalam 14 pertandingan terakhir sepertinya bisa dijadikan bukti keampuhan metode yang telah diterapkan oleh pria Italia itu di Stamford Bridge.
"Dia jelas-jelas menekankan pentingnya semangat tim," tutur Torres pada UEFA.com. "Berjuanglah, dan kemampuan terbaikmu pun akan keluar dengan sendirinya. Jika memiliki kedua hal itu, maka tak ada lawan yang tak bisa dikalahkan."
"Dia melakukan semua itu demi klub."
"Barcelona jelas berada satu tingkat di atas klub-klub lain. Dalam lima musim terakhir, mereka berada di semifinal, dan itu bukanlah hal yang mudah. Tapi, ini sepakbola, tim terbaik tidak selamanya menang. Xavi dan Andres Iniesta adalah pengatur irama pertandingan. Jika bermain melawan kedua orang itu, anda harus tahu bahwa merekalah yang mengendalikan semuanya."
"Kebanyakan tim yang melawan Barcelona berpikiran untuk mencuri bola dari mereka, tapi saya rasa itu mustahil. Anda harus memakai senjata yang berbeda. Jika ingin mencuri bola, anda takkan mampu. Itu hanya akan menghasilkan kelelahan dan cukup ruang bagi mereka untuk menghukum anda."
Di leg pertama, meski Barcelona mendominasi 72% penguasaan bola dan Chelsea hanya sanggup melepaskan satu tembakan tepat sasaran, justru pasukan Di Matteo lah yang keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.
"Tim ini telah mengubah cara bermain saya karena gaya mereka," imbuh Torres. "Bagi saya, hal terpenting adalah mencetak gol, dan itulah yang saya latih setiap hari. Kita semua tahu bahwa ini adalah musim yang sangat berat bagi kami. Sekali lagi, kepentingan tim di atas segalanya."
"Bisa jadi bencana jika kami gagal ke Liga Champions musim depan. Oleh karena itu, kami harus siap melakukan apa pun demi mewujudkan target tersebut. Tidak masalah siapa yang bermain, mencetak gol, memberi assist maupun siapa yang harus duduk di bangku cadangan."
"Yang paling penting adalah keberhasilan tim," tegas Torres. [initial]
LIGA CHAMPIONS - Gudjohnsen Dukung Chelsea Kalahkan Barca (uefa/gia)
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 8 Agustus 2026 23:00Real Madrid Lirik Manuel Locatelli Usai Gagal Dapatkan Rodri
-
Tim Nasional 8 Agustus 2026 22:01Thailand dan Malaysia Melaju ke Semifinal Piala AFF 2026
-
Liga Eropa Lain 8 Agustus 2026 22:00PSG Naikkan Tawaran untuk Rekrut Kiper Incaran Juventus
-
Liga Inggris 8 Agustus 2026 21:16Hasil Uji Coba: Chelsea Hajar AC Milan 3-0 di SUGBK
-
Voli 8 Agustus 2026 21:05Prestasi Membanggakan, PP PBVSI Dapat Penghargaan FIVB World Event 2025
BERITA LAINNYA
-
champions 4 Agustus 2026 16:32Liga Champions, Manchester United Datang!
SOROT
-
Liputan6 8 Agustus 2026 19:23Motif Penyiksaan dan Penyekapan Karyawan Koperasi di Tangerang
-
Liputan6 8 Agustus 2026 09:43Prabowo: Bahlil Bukti Pemimpin Ditempa Cobaan
-
Liputan6 8 Agustus 2026 08:26Alasan Prabowo Ingin Buku Pelajaran Diperbarui
-
Liputan6 8 Agustus 2026 00:57Polri Pastikan Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh Berjalan Transparan
-
Liputan6 7 Agustus 2026 23:30Prabowo Puji Bahlil: Bisa Bikin Jokowi Tertawa
-
Liputan6 7 Agustus 2026 22:00Prabowo Ungkap Rumus Bernegara: Cintai Rakyat dan Gunakan Akal Sehat
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314668/original/011114800_1785758460-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_18.52.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318598/original/018414500_1786108747-IMG_2793.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386433/original/064295900_1761008005-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318671/original/099649800_1786125467-WhatsApp_Image_2026-08-07_at_22.18.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318594/original/039256900_1786108387-IMG_2800.jpeg)
