Ayo Beli Pemain Lagi Madrid!

Ayo Beli Pemain Lagi Madrid!
Pembelian Ronaldo menggusur pemain Madrid sebelumnya (c)sky

Bola.net - -
Oleh: Chandra Wijaya

Jika membaca kalimat seruan "Ayo beli pemain lagi ", pasti Anda berpikir kalau ini diucapkan oleh para fans Real Madrid. Fans yang ingin klub kesayangannya itu membeli pemain bintang lagi meski sekarang ini sudah begitu dipenuhi oleh pemain bintang. Itu cukup wajar, karena impian dari setiap fans adalah melihat klub mereka dipenuhi oleh pemain kelas satu. Tetapi jika kalimat itu diucapkan oleh klub lain atau bahkan saingan dari Real Madrid, percayakah Anda? Mana mungkin ada klub lain yang begitu senang melihat melakukan pembelian besar-besaran? Bukankah itu akan membuat mereka semakin sulit menyaingi ? Belum lagi kalau ternyata pemain yang diincar klub raksasa Spanyol itu adalah pemain andalan mereka sendiri, relakah mereka kehilangan pemain mereka? Jadi mana mungkin ada klub yang berkata seperti itu? Apa mungkin pula masih ada keuntungan yang bisa didapatkan klub lain jika melanjutkan pembelian besar-besarannya lagi? Ternyata faktanya memang ada dan itu yang terjadi sekarang. Pembelian besar-besaran klub dengan julukan Los Blancos ini ternyata memang benar-benar bisa menyebarkan "kebahagiaan" tersendiri bagi klub lain, selain perasaan takut kalah bersaing. Seperti apa "kebahagiaan" itu? "Kebahagiaan" yang pertama tentunya adalah masuknya dana uang penjualan pemain dengan jumlah yang cukup besar. Seperti yang sudah kita lihat bersama, begitu royalnya Los Merengues dalam membelanjakan uangnya. Terutama begitu Florentino Perez kembali menjadi Presiden . Dia menyiapkan dana untuk pembelian pemain sebesar 300 juta Euro. Dengan dana sebanyak itu, targetnya sangat jelas yaitu pemain bintang kelas dunia! Karena pemain bintang, jelas harga pemain-pemain itu sangatlah tinggi. Lihat saja Cristiano Ronaldo dibeli dengan harga 93 juta Euro yang membuat pembelian ini menjadi rekor termahal dalam sejarah pembelian pemain. Belum pemain bintang lainnya seperti (67,2 juta Euro), Karim Benzema (35 Juta Euro) dan Xabi Alonso (34 Juta Euro). Memang klub yang melepas pemain bintang seperti itu akan merasa kehilangan. Tetapi mereka sadar, sangat sulit untuk menolak tawaran itu. Terutama jika pemain itu begitu ingin gabung dengan , makin sulit lagi mereka mempertahankannya. Apalagi sekarang ini, para pemain begitu mudah mengatakan ingin pindah ke klub lain, walau sebenarnya kontraknya masih ada dan menjadi pemain inti di klubnya. Daripada pemainnya itu mengancam mogok bermain dan performanya turun, jalan terbaik yang bisa diambil di sini adalah menjual pemain itu dengan harga setinggi mungkin. Karena itu dengan gaya pura-pura jual mahal dengan mengatakan pemain itu "tidak dijual", maka masuklah penawaran baru dari dengan jumlah yang lebih tinggi. Gaya itu akan terus diulang jika harga yang ditawarkan belum sesuai dengan ekspetasi mereka. Meski berat melepas, tetapi segala kesedihan itu nampaknya langsung dikalahkan dengan begitu besarnya dana yang masuk. Toh dengan punya banyak uang, sekarang pemain siapa saja berpeluang sangat besar untuk dibeli. Bagi mereka mending cari pemain baru daripada mempertahankan pemain yang setengah hati bermain karena benar-benar ingin pindah klub. "Kebahagiaan" kedua, berhubungan erat dengan begitu banyaknya pemain bintang baru yang datang dalam skuad Los Galacticos. Pemain bintang yang baru dibeli, sebelum dibeli pasti sudah meminta jaminan posisi inti. Mereka tidak sudi berstatus tidak jelas, kadang dimainkan, kadang menjadi hiasan pelengkap di bangku cadangan. Bagi mereka, tidak ada kata lain selain harus selalu masuk starting lineup. Karena di setiap pertandingan yang bisa diturunkan hanya 11 orang, tentunya pasti ada yang menjadi korban dari kemauan pemain bintang baru ini. Yang menjadi korban tentunya adalah pemain bintang sebelumnya. Meski kalah tenar atau dianggap kalah kualitas dengan pemain bintang baru, pemain lama yang tergusur ini tetaplah merasa sebagai pemain bintang. Mereka pun tidak mau menjadi mesin pengeram bangku cadangan. Kalau mereka sudah diputuskan tidak berada dalam rencana starting lineup pelatih, maka hanya satu dalam pikiran mereka yaitu hengkang! Dari sinilah sumber "kebahagiaan" kedua klub lain berasal. Namanya pemain bintang, walaupun sudah dijadikan hanya sebagai cadangan di Real Madrid tetapi jelas sekali kualitas mereka masih sangat bagus. Dan jelas mereka masih diinginkan oleh klub lainnya. Bagusnya lagi, harga pemain itu pasti sudah sangat turun dibandingkan dengan harga pada saat membelinya. Kita lihat saja contoh nyatanya dari penjualan yang sudah dilakukan. Yang paling kentara adalah Wesley Sneijder yang dibeli seharga 27 juta Euro, namun akhirnya dijual ke hanya seharga 15 juta Euro, harganya benar-benar diskon. Lainnya ada lagi seperti Klaas-Jan Huntelaar dibeli seharga 20 juta Euro, akhirnya mendapatkannya dengan harga 15 juta Euro. Juga Arjen Robben dibeli seharga 35 juta Euro namun Bayern Munich mendapatkannya seharga 25 juta Euro saja. Kualitas mereka jelaslah masing sangat bagus dan tidak perlu diragukan, tetapi bisa kita lihat begitu besar perbedaan harganya. Jika mereka harus membeli sendiri dari klub asal pemain-pemain itu sebelum dibeli , pasti mereka akan mengeluarkan lebih banyak uang. Tetapi dengan jasa "penitipan" tersebut, mereka bisa mendapatkan pemain berkualitas incaran mereka dengan harga miring. Siapa yang tidak mau dengan hal seperti ini? Karena itu di balik kecemasan melihat semakin menggila membeli pemain-pemain yang super mahal itu, terselip sebuah doa pula semoga klub raksasa Spanyol ini segera membeli pemain bintang baru lagi. Seperti contohnya jika benar-benar membeli Franck Ribery, pasti ada pemain yang sekarang berada dalam susunan pemain inti yang tergusur. Itu berarti rezeki lagi untuk klub lainnya untuk bisa membelinya dengan harga murah. Jika suatu saat nanti berhasil membeli pemain yang lebih bagus dari dan , bukanlah suatu hal yang mustahil klub-klub lainnya bisa membeli kedua pemain termahal saat ini itu dengan harga yang jauh lebih murah dari sekarang. Jadi, sekarang sudah pasti tidak ada keraguan lagi bagi klub-klub lain untuk serempak mengatakan "Ayo beli pemain lagi !"

Berita Terkait