Diego Milito: The Treble Maker

Diego Milito: The Treble Maker
Diego Milito (c)AP

Bola.net - -

Oleh: Ronny Wicaksono

Siapa tak kenal Diego Alberto Milito? Musim ini ia mengalami musim yang fenomenal bersama Internazionale Milan dengan membantu La Beneamata mencatat sejarah berkat prestasi treble winners yang mereka capai, di mana ia menjadi aktor protagonis dari semua gelar tersebut. Namun tahun lalu mungkin tak banyak yang tahu sepak terjang pria Argentina kelahiran 12 Juni 1979 ini. Sampai tahun lalu, sebelum ia direkrut Internazionale Milan pada tanggal 20 Mei 2009, ia hanya bermain untuk klub papan tengah Serie A Italia sekelas . Semusim sebelumnya ia bahkan hanya membela klub 'penggembira' di La Liga Primera Spanyol, Real Zaragoza. Namun semua itu tak menghalangi pesonanya. Di Zaragoza ia sukses menjadi top skorer klub berkat 16 gol yang ia lesakkan di musim pertamanya. Ia bahkan mencetak empat gol di semifinal pertama Copa Del Rey 2006 untuk menghancurkan tim raksasa Real Madrid dengan skor 6-1! Di musim berikutnya, ia mencetak 23 gol di pentas liga, hanya tertinggal 2 gol dari top skorer kala itu, Ruud van Nistelrooy; dan tiga gol di belakang peraih Seaptu Emas Eropa, Francesco Totti. Tiga musim bersama Zaragoza, kembali ke , klub yang pernah diperkuatnya di musim 2004-2005. Klub yang saat itu baru semusim kembali ke Serie A, secara mengejutkan dibawanya finis di peringkat kelima. sendiri sukses mencetak 24 gol dalam 31 penampilan liga, di bawah pencetak gol terbanyak Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan. Musim 2009-2010, peruntungan pun berubah. Nerazzurri pun kepincut untuk memboyongnya ke San Siro dan ia membuktikan keputusan manajemen Nerazzurri tak salah. Sepanjang musim, hampir pasti menjadi salah satu andalan pelatih Jose Mourinho. Di Serie A, ia tampil 33 kali menjadi starter dan dua kali tampil sebagai pengganti, hanya kalah dari kapten Javier Zanetti yang tampil total 37 kali. Dari semua penampilannya itu ia mampu melesakkan 22 gol, nomor dua di bawah Antonio Di Natale dari yang menjadi pencetak gol terbanyak Serie A. Itu saja sudah cukup membuktikan betapa vital peran bagi Nerazzuri. Dari tiga gelar bersejarah yang diraih Inter, menjadi figur kunci di partai-partai penting. Berikut mencoba menguak kembali aksi gemilang yang membawa timnya mencapai sejarah treble winners: COPPA ITALIA Final: 6 Mei 2010 Internazionale 1 - 0 AS Roma

Milito membobol gawang rival mereka musim ini, AS Roma di final Coppa Italia (c)GettyImages
Milito untuk Inter musim ini. Di partai final yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, mencetak gol semata wayang yang menentukan kemenangan Nerazzurri. Di menit 40 ia menerima umpan Thiago Motta dan dengan bebas menusuk ke kotak penalti sebelum melepas tembakan kaki kanan yang gagal dibendung kiper Roma, Julio Sergio. Baca Review Lengkapnya SERIE A Partai terakhir: 16 Mei 2010 Siena 0 - 1 Internazionale

Milito merayakan gol tunggalnya ke gawang Siena yang mengunci scudetto untuk Inter (c)GettyImages
Siena di Stadion Artemio Franchi dengan beban berat harus menang, karena rival mereka AS Roma terus membayangi dan siap menyalip di tikungan terakhir. Namun mereka justru tampil gugup, apalagi setelah memasuki turun minum kedudukan tetap imbang tanpa gol sementara Giallorossi sudah unggul 2-0 atas tuan rumah atas . Beruntung Inter punya . Menit 57 kiper Siena, Gianluca Curci gagal menghentikan aksi El Principe ketika tembakan mendatarnya menerima umpan Javier Zanetti menembus sudut bawah gawang Siena. Inter pun sukses menang 1-0 hingga akhir laga dan mengunci gelar scudetto kelima mereka raih secara beruntun. Baca Review Lengkapnya LIGA CHAMPIONS Final: 23 Mei 2010 Bayen Munich 0 - 2 Internazionale

Milito mencetak gol ke gawang Bayern usai mengecoh Daniel Van Buyten (c)GettyImages
Milito kembali menjadi pahlawan Inter dengan dua gol yang dilesakkannya. Pertama di menit ke-35, ketika tendangan dari belakang yang dilepas kiper Julio Cesar langsung menemui Diego Milito yang dengan sedikit sundulannya ia mengumpankan pada Wesley Sneijder, lalu playmaker Inter asal Belanda itu segera mengembalikannya pada , dan dengan sedikit kontrol sontekannya menembus jala gawang wakil Jerman tersebut. Lalu di menit 70 membuat Die Roten tak berdaya. Dari serangan balik yang dibangun Inter, bola sodoran Samuel Eto'o bisa dikuasai yang dihadang dua pemain dan dengan tenang ia menipu Daniel Van Buyten dan mengarahkan bola ke pojok dengan menyilang, membobol gawang Munich yang dijaga Hans-Jorg Butt untuk kali kedua. Hingga laga usai Nerazzurri tetap mempertahankan keunggulan dan sukses mengunci gelar ketiga mereka musim ini. Baca Review Lengkapnya Musim kompetisi tahun ini telah usai dan saatnya menatap tantangan baru. Pertengahan tahun ini ia akan memulainya bersama Argentina di putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Patut kita tunggu kiprah El Principe nanti, juga musim depan...

Berita Terkait