EL NINO: Sampai Kapan Fernando Torres Mandul di Chelsea?

09-04-2011 08:32

 | Fernando Torres

Bola.net - Oleh: Zulfikar Aleksandri

Kapan bikin gol, Nando Torres? (foto: Reuters)

Apa yang didapat Chelsea dari pemain seharga 50 juta pounds?

Sembilan pertandingan, tanpa gol, tanpa assist.

Itulah yang dialami Fernando Torres, di semua kompetisi.

El Nino kembali berjalan dalam bayang-bayang harga transfernya ke Stamford Bridge, rekor transfer domestik dalam sejarah sepak bola Inggris.

Hernan Crespo mencetak enam gol dalam sembilan pertandingan pertamanya di Chelsea.

Lima gol dicetak Didier Drogba dan Adrian Mutu dalam sembilan laga awal berkostum The Blues. Jimmy-Floyd Hasselbank empat gol, Anelka dan Shevchenko dua gol, sedangkan Pizarro dan Gudjohnsen satu gol.

Saat didatangkan Liverpool dari Atletico Madrid, Torres hanya butuh tiga pertandingan untuk mencetak gol pertamanya bagi The Reds, gol pada debut El Nino di Anfield.

Oke, Torres tak perlu khawatir, dia tak sendiri.

Dennis Bergkamp butuh tujuh pertandingan untuk mencetak gol pertamanya bagi Arsenal sejak meninggalkan Inter Milan. Tapi kita tahu bagaimana kelanjutan karir Bergkamp. The Non Flying Dutchman menjadi pemain terbaik kedua sepanjang sejarah The Gunners.

Thierry Henry, top skor sepanjang masa Arsenal, butuh sembilan pertandingan untuk mencetak gol pertamanya di Inggris.

Diego Forlan lebih parah lagi. Ia butuh 27 pertandingan untuk mencetak gol pertamanya di Manchester United. Forlan tak beruntung di Old Trafford, ia kemudian dilego ke Spanyol, tapi meraih sukses di La Liga dan menjadi top skor Piala Dunia 2010.

Apa yang terjadi dengan Torres? Krisis gol? Pasti. Krisis kepercayaan diri? Atau terlalu berat menanggung beban harga 50 juta pounds yang disandangnya?

"Semua pemain mendukungnya untuk mencetak gol pertama. Bukan perkara ringan ketika semua orang membicarakan hal ini (mandulnya Torres dengan transfer yang sangat mahal)," kata kapten Chelsea, John Terry.

Uniknya, Torres mencetak gol pertamanya untuk Liverpool saat lawan Chelsea, tahun 2007 lalu.


"Ada apa kawan?": Drogba dan Torres kini menjadi dilema pilihan Ancelotti di lini depan Chelsea. (foto: Reuters)

Ia datang ke Inggris dengan reputasi sebagai simbol Atletico Madrid dan striker masa depan Spanyol. Menerima umpan Steven Gerrard, Torres dengan naluri gol tinggi melewati Tal Ben Haim sebelum menaklukkan Petr Cech.

Ia kemudian menjadi predator di Premier League, 24 gol dalam 33 pertandingan, melampaui rekor sebelumnya yang dicetak Ruud van Nistelrooy.

Tahun lalu, terutama pasca Piala Dunia, ketajaman dan kecepatan Torres menurun.

Bahkan menurut statistik EA Sports yang kini bekerja sama dengan Premier League, Torres tercatat sebagai pemain dengan speed paling lambat ketika Chelsea ditahan imbang Stoke City 1-1 akhir pekan lalu.

Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti sadar ia membeli Torres saat sang striker tak berada di puncak.

"Dia tidak dalam kondisi 100 persen, tapi dia akan mencetak gol," kata Ancelotti kala itu. "Dia akan kembali menemukan kecepatannya. Dia punya masalah tahun lalu dengan lututnya dan berusaha pulih usai Piala Dunia. Dia cedera saat Piala Dunia,"

Torres tak mencetak gol lebih dari 617 menit, bahkan lebih buruk dari Andriy Shevchenko yang 'sempat' mencetak dua gol dalam sembilan pertandingan awalnya bersama Chelsea.


"Tolong aku, Torres": Carlo Ancelotti butuh gol-gol El Nino untuk mengamankan posisinya sebagai pelatih Chelsea. (foto: Reuters)

Roman Abramovich tentu tak ingin jatuh ke lubang yang sama -bahkan lebih dalam- untuk kedua kalinya. Ia tak mau uang 50 juta pounds yang dikeluarkannya untuk Torres bernasib sama seperti 30 juta pounds untuk Sheva.

Abramovich ingin membuktikan Torres bukan pembelian yang sia-sia. Parahnya, ini berdampak pada strategi Ancelotti di lapangan.

Pelatih sekelas Ancelotti pun 'sungkan' untuk mencadangkan Torres. Jadilah ia memasang Anelka-Torres-Drogba dengan formasi 4-3-3 pada debut El Nino di Chelsea, menghadapi mantan klubnya, dengan hasil kemenangan 1-0 untuk Liverpool.

Beberapa laga berikutnya, Ancelotti mengorbankan Drogba demi memberi kesempatan pada Torres.

Dua hingga tiga laga terakhir di liga, Torres mulai dicadangkan. Memberi waktu berpikir pada El Nino, bagaimana ia menemukan kembali kecepatannya seperti dulu.

Dan yang paling penting, mengingat kembali cara mencetak gol. Dengan kostum warna biru. (bola/zul)



Komentar Pembaca (19 komentar)
fadlielnino, bogor,stampord bridge
15:15 27 Januari 2012
eh loe pda bsa ga kya torres bisa terkenal sedunia ..............................................
fadli, bogor
15:11 27 Januari 2012
torres pasti bisa ctak gol yg bnyak bwat chelsea,.......................... gw anti barca,mu,
Trivintra, Serpong
11:27 15 April 2011
gak usah pada menghujat orang dah lo pada..ngaca diri sendiri aja.
belum tentu lo semua bisa kaya torres atau pemain mandul lainnya,dia juga berusaha bukan diem aja kaya patung kuda.
toressial, spain
06:22 15 April 2011
ne pemain bawa sial bage klub yg di belanya,,
bersyukurlah liverpol udah menjualnya, spa tau ntr kaya atletico madrid setelah di tinggal malah jd juara,,double winner malah,,
cma sensasinya tok..
tores gila, britain
06:20 15 April 2011
ne pemain bawa sial bagi setiap klub yg di belanya,,
cuma sensasi tok,,,


FERNANDO TORRES: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA