
Bola.net - - Oleh: Zulfikar Aleksandri
Keajaiban kembali terjadi di sepak bola. Bukan, bukan tersingkirnya Manchester United karena kalah di kandang Basel, tapi kemenangan 7-1 Lyon lawan Dinamo Zagreb.

Selebrasi pemain-pemain Lyon di markas Dinamo. Sudah diatur? (c) UEFA
Sebelum pertandingan, Olympique Lyonnais butuh banyak gol dan kemenangan Real Madrid untuk lolos dari Grup D (simak permutasinya di sini). Skenario itu pun terjadi pada laga terakhir penyisihan grup Liga Champions, Kamis (8/12) dini hari WIB.
Tanpa mengecilkan kemampuan Dinamo, tim asal Kroasia itu memang sudah tak punya kepentingan di laga ini. Tapi tentu itu bukan alasan Jarko Leko dengan cepatnya menerima dua kartu kuning dan dikeluarkan wasit pada menit ke-28.
Meski kehilangan satu pemain, Dinamo tetap mampu unggul lebih dulu melalui gol Mateo Kovacic lima menit jelang babak pertama berakhir. Bafetimbi Gomis menyamakan kedudukan satu menit jelang babak pertama berakhir dan membuat skor menjadi imbang 1-1.
Dalam kondisi ini, bila ingin lolos maka Lyon harus mencetak banyak, sangat banyak gol di babak kedua, sementara Dinamo dengan sepuluh pemain dan tak punya kepentingan, hanya punya opsi bertahan.
Lyon tahu di Amsterdam Real Madrid sudah unggul 2-0. Meski Los Blancos turun dengan tim lemah tanpa Casillas, Ronaldo, Pepe, dan Ozil, sulit bagi Ajax untuk mengejar ketertinggalan dua gol dari skuad Jose Mourinho.
Lyon kemudian mencetak tiga gol dalam waktu tujuh menit. Bila ditotal dengan gol pertama Lyon, maka tim asal Prancis itu rata-rata mencetak gol setiap lima menit. Sebuah hitung-hitungan matematika sederhana.
Faktor yang mendukung kemungkinan terjadinya pengaturan skor adalah fakta bahwa pemain-pemain Dinamo menguasai bola kick off babak kedua.
Faktor kedua adalah gestur bek Dinamo Domagoj Vida pada Gomis sesaat setelah Lisandro Lopez mencetak gol kelima Lyon.
Faktor ketiga adalah setiap gol yang dicetak Lyon seperti tak berusaha dihalau oleh pemain-pemain belakang Dinamo.
Faktor keempat adalah Lyon tak pernah mencetak gol dalam tiga laga terakhir mereka di Liga Champions dan hanya mencetak dua gol dalam lima laga penyisihan grup. Tujuh gol dalam satu laga pantas membuat The Amsterdamers mengerenyutkan dahi.
Faktor kelima adalah Dinamo langsung memecat pelatih Krunoslav Jurcic beberapa jam setelah pertandingan berakhir meski faktanya di kompetisi domestik Dinamo sedang nangkring di puncak klasemen dengan selisih enam poin dari rival terdekat, Hajduk Split.
Faktor keenam adalah dianulirnya dua gol Ajax ke gawang Madrid.
"Kami tahu mereka (Lyon) bermain dengan sepuluh orang, tapi saya juga mendengar bahwa beberapa gol mereka dicetak dengan sangat mudah. Bila sesuatu yang aneh terjadi, kami harus membuktikannya," kata pelatih Ajax, Frank de Boer.
Sejauh ini pihak UEFA belum melakukan penyeledikan atas dugaan pengaturan skor. Namun salah satu otoritas game online Prancis, ARJEL, telah membuka penyelidikan atas kemenangan Lyon di Maksimir ini dengan "melakukan pemeriksaan" atas lolosnya Lyon dengan mengorbankan Ajax.
Bila kasus ini meluas, kredibilitas UEFA menjadi taruhannya, terutama sang presiden, Michel Platini. Bukan tak mungkin Platini akan menghadapi tekanan besar seperti halnya Presiden FIFA Sepp Blatter yang masih digugat atas isu korupsi dan jual beli suara dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 07:00Cristiano Ronaldo dan Menit Bermainnya yang Terasa Janggal
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 04:41Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 04:31Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 04:16Man of the Match Afrika Selatan vs Kanada: Stephen Eustaquio
BERITA LAINNYA
-
editorial 15 Juni 2026 16:556 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
-
editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
SOROT
-
Liputan6 29 Juni 2026 06:33PKB Segera Panggil Anggota DPRD yang Diduga Intimidasi Dokter Icha
-
Liputan6 29 Juni 2026 06:04MK Putuskan 29 Gugatan Hari Ini, Ada UU Pilkada
-
Liputan6 29 Juni 2026 05:53Menteri PPPA Minta Masyarakat Tak Hakimi Korban Penyekapan di Bandung
-
Liputan6 29 Juni 2026 05:36
Komnas Perempuan Minta Maaf soal Penyekapan di Bandung
-
Liputan6 28 Juni 2026 22:15Polisi Tetapkan 4 Tersangka Demo Ricuh di Gedung Grahadi
-
Liputan6 28 Juni 2026 21:14Dua Granat Nanas Bekas Perang Dunia II Dimusnahkan di Jayapura
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8642352/original/072868900_1782649108-71277.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2837308/original/024471100_1561462449-20190625-Jelang-Sidang-Pembacaan-Putusan_-Penjagaan-Gedung-MK-Diperketat9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570024/original/021831800_1777476486-dd45f2a2-220f-45fb-8923-ab0c5a0faf67.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8546248/original/055983900_1782487868-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_22.25.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8645976/original/027247500_1782656078-1000809845.jpg)
