Kembalinya Ronaldinho

Kembalinya Ronaldinho
Ronaldinho (c)ap

Bola.net - -

Oleh: Chandra Wijaya

Dalam beberapa musim terakhir ini, kemampuan seorang sudah begitu diragukan. Bahkan di musim ini juga sama, apalagi dia mengalami awal musim yang buruk. Akibatnya sebagian besar pendukung AC Milan dan para pengamat makin tidak mempercayainya untuk bisa memberikan kontribusi positif bagi klub. Tetapi, belakangan ini semuanya nampaknya sudah berubah. Dalam 3 pertandingan terakhir , telah mencetak 6 gol, termasuk hat-trick yang dicetaknya saat kemenangan 4-0 atas di minggu lalu. Kemampuan istimewa yang dulunya begitu melekat pada penyerang berambut kucir ini perlahan-lahan nampaknya sudah kembali. Tendangan jarak jauh, dribbling, caranya mengecoh lawan, liukan serta caranya melompati lawan seperti yang sering diperagakannya saat masa keemasannya di , sudah mulai ditunjukkannya lagi. Pertama yang jelas terlihat yaitu saat mengalahkan di kandangnya pada 10 Januari yang lalu. Kegemilangan pemain Brasil ini terlihat dalam 20 menit terakhir ketika mendominasi pertandingan. Pada menit ke 72, ketika yang dibiarkan tidak terjaga, dengan akurat menjentikkan masuk bola dari tendangan sudut Andrea Pirlo yang memantul sedikit ke arah pemain , Paolo De Ceglie. Sontekan ini akhirnya terus meluncur ke pojok bawah gawang . Pada menit 88, mantan pemain terbaik FIFA ini menyambut dengan cepat crossing rendah dari David Beckham yang akhirnya bisa menembus pertahanan untuk menjadi gol keduanya yang membawa menang 3-0 di kandang . Saat melawan 17 Januari 2010 lalu, berhasil memukau para penonton dengan menunjukkan dribbling menawannya seperti saat masih di . Tidak hanya itu dia juga berhasil mencetak hat-trick. Pesta golnya dimulai dari titik penalti pada menit ke 12 dengan membuat kiper pengganti Siena, Gianluca Pegolo, bergerak ke arah yang salah dalam usahanya mengamankan tendangan penalti yang ditendang oleh . Kemudian beberapa kali dia melakukan solo run dan gerakan mengecoh lawannya yang mengagumkan, meski kemudian masih gagal menjadi gol. akhirnya berhasil mencetak gol keduanya pada menit ke 72 ketika dalam posisi yang tidak terjaga, berhasil menanduk masuk bola hasil umpan dari tendangan sudut. Pada menit ke 89 dia melengkapi 2 gol yang dia ciptakan dengan mencetak gol luar biasa dari jarak 30 yard. Dari arah kiri dia menendang keras ke arah bagian pojok atas gawang, yang akhirnya menjadi hat-trick-nya dalam pertandingan itu. Memang pastinya belum benar-benar menyamai kehebatannya seperti saat masih di dulu. Dan memang sangat sulit untuk bisa mengulangi apa yang dilakukannya di tahun 2004 dan 2005, di mana saat itu dia dianggap bermain di level yang tidak bisa disamai pemain lainnya. Namun yang pasti, penampilannya belakangan ini menjadi yang terbaik sejak kemampuannya dianggap menurun setelah Piala Dunia 2006 berakhir. Apa yang membuat penyerang berambut kucir ini berhasil mengembalikan level permainannya? Setelah menang lawan , menekankan adanya dukungan tim serta pelatih yang membuatnya bisa bermain yang terbaik. "Saya sangat bahagia karena tim membuat saya bisa menunjukkan yang terbaik. Saya masuk lapangan dengan kondisi mental yang benar dan penuh percaya diri kalau rekan setim saya akan membantu segala usaha saya,” katanya pada TMW. "Dulu saya jarang bermain dan pastinya saya tidak senang. Tetapi sekarang di bawah , saya selalu merasa ingin melakukan yang terbaik terutama bagi tim,” katanya menjelaskan kebangkitannya. Faktor kebahagiaan itu ditekankannya lagi saat berhasil mencetak hat-trick lawan . "Saya merasa dicintai dan saya bahagia. Saya masuk ke lapangan dengan perasaan senang dan semuanya jadi berjalan dengan baik," jelasnya setelah pertandingan pada Sky. Tak pelak kebangkitannya ini menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Yang pertama dari Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani. “ tidak lagi dipergunjingkan. Dia bermain dengan baik dan hasilnya bisa dilihat semua orang. Dia tidak hanya mencetak 3 gol (saat lawan ) tetapi bisa saja menambah 2 gol dan dialah yang menciptakan semua peluang lainnya,” katanya penuh pujian pada . “Jangan lupa dia masih berusia 29 tahun dan masih banyak yang akan bisa diberikannya pada Rossoneri dalam beberapa tahun mendatang,” tambahnya setelah makin yakin dengan kemampuan . Pelatihnya di , , juga tidak ketinggalan melayangkan pujian dan mengungkapkan rasa senangnya karena akhirnya bisa menemukan kembali keajaibannya dalam mencetak gol. "Karir memang seharusnya seperti ini, selalu memancarkan keinginan dan kebahagiaan. Inilah yang dia inginkan. Dia adalah pemain terbaik di dunia dan dia telah menemukan kembali hasratnya dalam sepak bola," kata pada wartawan. Dia juga mengingatkan begitu besar peran dari pemain lainnya dalam menunjang kebangkitan . "Dia harus berterima kasih pada tim ini, yang bisa saja menyerah padanya saat dia membuat kesalahan. Tetapi mereka selalu membantunya dan membawanya ke kondisi di mana dia berada hari ini," pungkasnya. Tidak hanya dari klubnya sendiri, Presiden Inter Milan Massimo Moratti juga ikut memujinya dan menganggapnya sebagai senjata yang tak terduga dari . Yang tentunya sangat patut diwaspadai oleh timnya, yang akan saling berhadapan dalam Derby Milan pada hari Senin nanti. "Dia menciptakan beberapa gerakan dalam sepak bola dan itu sangat menakjubkan," kata pada Corriere Dello Sport. "Dia juga sedang dalam penampilan terbaiknya dan merasa nyaman dengan apa yang dimainkannya sekarang. Dia membuat saya takut ketika mendapatkan bola." Namun dengan segala pujian ini tidak berarti sudah bisa berpuas diri. Tantangannya saat ini adalah terus berusaha keras untuk menunjukkan semua kemampuan terbaiknya di sisa musim ini. Tentunya untuk membuktikan bahwa segala kebangkitannya ini tidak hanya muncul sesaat lantas kemudian hilang lagi. Dan kebangkitannya ini sudah harus segera mendapatkan ujian super berat, yaitu saat akan menghadapi , pada Senin nanti. Mampukah kembali menunjukkan kebangkitannya?

Berita Terkait