La Selezione: Tim Pilihan Paruh Musim Serie A

La Selezione: Tim Pilihan Paruh Musim Serie A
Lega Calcio Serie A

Bola.net - - Oleh: Ronny Wicaksono Di penghujung tahun 2009, Liga Italia Serie A pun resmi memasuki separuh perjalanan. Meski beberapa tim mengalami penundaan pertandingan, namun juara paruh musim berhak dipegang Internazionale yang melenggang sendiri di puncak klasemen. Di luar Inter yang mendominasi Serie A musim ini, perjalanan kompetisi memasuki akhir paruh pertama menarik untuk disimak. AC Milan dan Juventus yang sejak awal musim diharapkan mampu menghadang laju Nerazzurri, gagal mematahkan dominasi skuad asuhan Jose Mourinho tersebut. Di awal kompetisi keduanya mampu menunjukkan harapan besar tersebut, namun ritme kemenangan mereka rusak dalam perjalanan kompetisi. Rossoneri mulai kembali menemukan permainan setelah di awal musim sempat terpuruk, sementara kondisi lebih parah karena gagal menjaga konsistensi sehingga krisis melanda mereka hingga saat ini. Seperti musim-musim sebelumnya, selalu ada beberapa tim yang membuat kejutan. Musim ini Francesco Guidolin mampu membawa tim promosi merangsek ke papan atas sementara tim promosi lain, mencatat performa yang stabil menempatkan mereka di papan tengah klasemen. Sementara tim-tim dengan kekuatan lebih seperti dan , meski mencatat hasil bagus di awal kompetisi gagal mempertahankan konsistensi dan harus melorot ke papan tengah klasemen. Pergantian beberapa pelatih terbukti juga membawa angin segar untuk beberapa klub. Pelan tapi pasti, AS Roma yang diambil alih Claudio Ranieri dari tangan Luciano Spalletti mulai merangkak naik ke papan atas, sementara mencatat rekor belum pernah kalah sejak dibesut Walter Mazzarri. Dari perjalanan seluruh klub, Bola.net mencoba membentuk tim yang berisikan pemain-pemain dengan rapor terbaik secara statistik di posisinya masing-masing selama paruh musim ini: Kiper: Sebastien Frey (Fiorentina) Kiper asal Prancis ini mencatat rekor terbaik dengan 7 kali mencatatkan clean sheet serta melakukan 54 penyelamatan dalam 15 kali turun bersama La Viola musim ini hingga membuat gawangnya hanya kebobolan 13 gol hingga paruh musim ini. Performa gemilang juga membantu Fiorentina lolos ke babak 16 besar Liga Champions, meski posisi mereka di klasemen harus merosot dari papan atas. Bek Tengah: Lucio (Internazionale) Tak salah jika Inter Milan mengambil keputusan untuk mendatangkan dari Bayern Munich. Bek yang juga kapten Brasil ini langsung menambah solid pertahanan Nerazzurri yang musim ini hanya kebobolan 14 gol, paling sedikit di antara semua tim Serie A. juga membuktikan bahwa ia tak hanya piawai bertahan, terbukti dengan 1 gol dan 1 assist yang ia torehkan dalam 16 penampilan di Serie A hingga musim ini. Bek Tengah: Alessandro Nesta (AC Milan) Bek veteran AC Milan ini kembali menampilkan permainan terbaik yang pernah membuatnya dijuluki bek terbaik dunia. pun banyak menuai sanjungan dan memantik spekulasi bahwa ia pantas kembali ke skuad timnas Italia, meski ia secara tegas menolaknya. Musim ini dari 14 kali tampil membela Rossoneri, bahkan mencatat rekor impresif dengan mencetak dua gol dan satu assist. Bek Kiri: Aleksandar Kolarov (Lazio) Meski timnya tengah menghadapi krisis namun hal itu tak mengurangi sinar Aleksandar Kolarov di sisi kiri pertahanan Biancoceleste. Di skuad Lazio, menjadi salah satu figur kunci dengan penampilan sebanyak 15 kali dan mencetak 1 gol, namun dari posisi bertahan ia masih mampu melepaskan 58 tembakan yang 14 di antaranya mengarah ke gawang lawan. Bek Kanan: Maicon (Internazionale) adalah salah satu bek kanan terbaik dunia. Tak hanya solid dalam bertahan, bek timnas Brasil ini juga agresif membantu penyerangan. Hingga paruh musim ini, telah tampil 14 kali untuk Nerazzurri dan mencetak 3 gol serta mempersembahkan 3 assist, melepaskan 23 tembakan yang 8 di antaranya tepat mengarah ke gawang, sebuah performa yang fantastis untuk seorang pemain bertahan. Gelandang Bertahan: Daniele De Rossi (AS Roma) Kapten kedua AS Roma ini termasuk satu di antara sedikit pemain yang mampu mempertahankan motivasi dan konsistensi dalam permainan. Koordinasi pertahanan serta visi dalam menyerang membuatnya menjadi figur penting di lini tengah Giallorossi maupun timnas Italia. Musim ini De Rossi telah mencetak 4 gol dalam 14 penampilan, semua sebagai sebagai starter, di pentas Serie A. Gelandang Kiri: Marek Hamsik (Napoli) Gelandang asal Serbia ini membuktikan diri sebagai salah satu gelandang berbahaya di Serie A dengan mengoleksi 8 gol serta 2 assist dalam 17 kali penampilan bersama Partenopei. Tak heran jika ia kini menjadi incaran klub-klub besar Eropa, namun ia masih membuktikan loyalitasnya bersama Napoli. Gelandang Kanan: Dejan Stankovic (Internazionale) menjadi salah satu pemain Inter yang menunjukkan konsistensi permainan dalam asuhan pelatih manapun termasuk ketika ditangani Jose Mourinho musim ini. Stankovic menjadi pemain penting di lini tengah, mencetak 3 gol serta 3 assist dan 13 kali turun sebagai starter untuk Inter hingga paruh musim ini. Penyerang: Ronaldinho (AC Milan) Gelandang kreatif AC Milan ini mulai menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya di pertengahan musim ketika pelatih menerapkan formasi penyerangan baru. Baru mencetak 2 gol, Dinho kini lebih sering menjalankan tugas sebagai pengumpan handal yang ia buktikan dengan torehan 8 assist, tertinggi di Serie A musim ini. Penyerang: Francesco Totti (AS Roma) Er Pupone, julukan kapten Roma ini merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Italia. Kreativitas dan visi permainannya membuat posisi Totti belum tergantikan di skuad Il Lupi. Musim ini ia membantu Roma naik perlahan ke papan atas klasemen dengan koleksi 9 gol dan 3 assist, termasuk penampilan fantastis ketika mencetak hat-trick ke gawang Bari bulan lalu pada penampilan perdananya usai pulih dari cedera. Penyerang: Diego Milito (Internazionale) Salah satu penyerang paling berbahaya di Serie A karena gol bisa datang dari kepala dan kakinya. Memiliki kecepatan dan kontrol bola yang juga bagus membuat Inter ngotot memboyong dari awal musim ini. Di Nerazurri, penyerang Argentina ini sudah mencetak 10 gol dan 3 assist, membayangi Antonio Di Natale (Udinese) di jajaran capocannoniere atau pencetak gol terbanyak Serie A. Pemain cadangan Dari semua pemain yang bermain apik di Serie A musim ini, tidak semuanya bisa masuk ke dalam tim pilihan di atas sehingga Bola.net memutuskan untuk memasukkan nama-nama mereka yang juga menampilkan performa apik ke dalam tim cadangan. Gianluigi Buffon (Juventus) Juventus bisa saja mengalami keterpurukan lebih dalam andai kiper timnas Italia ini tak bermain cemerlang. Krisis yang mendera ditambah beberapa problem cedera, membuatnya tampil kurang maksimal namun ia masih mampu mencatat 49 penyelamatan dan 5 kali clean sheet dalam 16 kali penampilan Serie A musim ini. Andrea Ranocchia (Bari) Bek muda ini menjadi sorotan beberapa tim besar menyusul performa apik yang ia torehkan bersama Bari musim ini. Hadirnya di jantung pertahanan membuat I Galletti hanya kemasukan 15 gol musim ini, paling sedikit kedua di bawah Inter. Tak hanya itu, ia pun mampu mencetak 2 gol dalam 15 kali tampil membela Bari musim ini. Juan Manuel Vargas (Fiorentina) Salah satu pemain yang menjadi bidikan klub besar Eropa berkat penampilan apiknya di lini tengah La Viola, mencatat 15 kali turun sebagai starter dan mencetak 3 gol serta 4 assist hingga paruh musim ini. Performanya juga gemilang di pentas Eropa dengan membantu La Viola lolos ke babak 18 besar dengan status jawara grup di Liga Champions. Antonio Cassano (Sampdoria) Sempat membawa Il Samp melambung di awal musim, banyak menuai pujian bahkan media Italia menebar opini tentang peluang Peter Pan kembali ke timnas meski tak digubris pelatih Marcelo Lippi. Peran sebagai trequartista atau penyerang lubang diperagakan dengan baik, terbukti dengan torehan 7 assist musim ini meski hanya mencetak 2 gol dalam 17 penampilan di Serie A. Alessandro Matri (Cagliari) Penyerang Cagliari ini menanjak namanya berkat rekor yang ia catat kala mencetak 8 gol secara berturut-turut dalam 8 laga terakhir klubnya, rekor yang sementara terhenti karena Cagliari mengalami penundaan pertandingan. Yang tak kalah hebat gol tersebut ia ciptakan ke gawang tim-tim kuat macam Lazio, Sampdoria, Milan, Juventus, napoli dan Palermo. Selain itu ia juga mencatat 2 assist dalam 16 penampilan musim ini. Samuel Eto'o (Internazionale) Penyerang yang dianggap salah satu yang terbaik di dunia berkat penampilan impresif kala masih memperkuat . Kedatangannya di Inter awal musim ini, membuat harus menyesuaikan diri dengan sepak bola Italia namun toh ia masih mampu mencetak 8 gol dan 2 assist dalam 16 penampilan bersama Nerazzurri musim ini. Jose Mourinho (Internazionale) Suka atau tidak suka, meski banyak menebar perang dengan insan sepak bola Italia, The Special One telah membawa tim yang diasuhnya mendominasi kompetisi hingga paruh musim ini. Inter juga kukuh menggenggam jawara paruh musim dengan keunggulan 8 poin dari AC Milan di peringkat kedua. Di bawah , Nerazzurri menjadi tim paling produktif dengan mencetak total 36 gol dan hanya kebobolan 14 gol serta hanya menelan dua kali kekalahan. Pemilihan pemain di atas didasarkan pada data statistik yang dipakai demi mencapai objektivitas maksimal. Apakah pemain pilihan Anda tak masuk dalam skuad di atas? Berikan komentar mengenai pemain terbaik versi Anda.

Berita Terkait