Mark Hughes, Ironi Manchester City

Mark Hughes, Ironi Manchester City
Mark Hughes, dipecat setelah 18 bulan di Manchester City. (c)AP

Bola.net - - Oleh : Zulfikar Aleksandri Dengan kucuran dana hampir tidak terbatas dari Abu Dhabi, Mark Hughes bisa mendatangkan hampir semua pemain bintang ke Manchester City. Carlos Tevez, Kolo Toure, Emmanuel Adebayor, Gareth Barry, hingga Joleon Lescott bergabung ke Eastlands awal musim ini. The Citizens bahkan dua kali menggoda untuk meninggalkan AC Milan. Demikian pula dengan Cristiano Ronaldo dan Fernando Torres. Tapi ada yang tidak bisa dibeli , yakni waktu dan prestasi. Dua jam setelah mengalahkan , Manchester City resmi memecat . Sejak Sheikh Mansour dan koleganya dari Abu Dhabi melakukan takeover Manchester City tahun lalu, Mark Hughes sudah dianggap sebagai manajer yang berada dalam posisi "the wrong man at the wrong time". Hal itu membuat tidak banyak orang yang terkejut dengan pemecatan pelatih asal Wales itu meski Manchester City tercatat sebagai tim dengan kekalahan paling sedikit dan mencapai semifinal Carling Cup (Piala Liga). sudah tahu apapun hasil pertandingan melawan , akan menjadi pertandingan terakhirnya selama 18 bulan bersama City. Usai pertandingan, Hughes melambaikan tangan ke seperti seseorang yang tahu nasibnya telah ditentukan sebelum pertandingan dimulai.
Mark Hughes bersama direksi Manchester City, Khaldoon Al Mubarak (kiri), Zayed Al Nahyan, dan Garry Cook Dua pemain bintang Manchester City yang dibeli total 60 juta pounds, Emmanuel Adebayor dan , gagal menjawab problem serius yang dihadapi , krisis kemenangan. memang hanya menelan dua kekalahan hingga Natal, tapi separuh hasil pertandingan mereka raih dengan hasil seri. Termasuk saat menghadapi tim-tim seperti Hull City dan dan yang terlihat "malas" saat City kalah 0-3 dari pekan sebelumnya dicadangkan , sementara trio pengganti, Roque Santa Cruz, Craig Bellamy, dan Carlos Tevez, membawa City mengalahkan meski terlambat menyelamatkan karir . "Saya tidak pernah diperingatkan sebelumnya. Melihat pengganti saya telah ditentukan begitu cepat, klub telah membuat keputusan beberapa waktu sebelumnya," ujar setelah tahu dirinya dipecat. "Saya sangat kecewa tidak diberi waktu dan kesempatan untuk menjalankan rencana saya. Saat awal musim saya duduk bersama pemilik klub dan kami setuju bahwa target realistis bagi tim ini di akhir musim adalah peringkat enam besar atau mengoleksi sekitar 70 poin," jelas .
Ego tinggi: Emmanuel Adebayor dan Robinho, diparkir Mark Hughes Pemecatan Mark Hughes memantik komentar negatif dari Asosiasi Pelatih Profesional Inggris (LMA), melalui direkrut eksekutif mereka, Richard Bevan. "Semua orang di negeri ini setuju bahwa gelar juara tidak bisa dibeli. Seandainya pelatih baru gagal memberikan gelar, apakah harus ada pemecatan dan pemecatan berikutnya?" ujar Bevan. Menurut Bevan, seharusnya Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan berpikir bahwa sepak bola tidak hanya masalah uang dan gelar. ''Ketika Anda seorang owner asing, Anda seharusnya bisa merangkul semua pihak di tempat yang Anda tuju, menarik suporter. Tidak hanya berpikir memenuhi rak lemari dengan trofi juara," Simpati kepada juga disampaikan koleganya, Steve Bruce. "Saya kecewa dengan keputusan itu. Bayangkan, Anda butuh usaha keras bertahun-tahun untuk mendapatkan lisensi pelatih tapi klub hanya menghargai Anda dalam hitungan bulan,"
Santa datang terlambat: Roque Santa Cruz mencetak dua gol ke gawang Sunderland, tapi tidak bisa menolong karir Hughes di Manchester City Menjadi sebuah rekor baru di Inggris ketika sebuah klub memecat pelatih yang baru "memberi" dua kekalahan. Tapi melihat klubnya berada jauh di bawah dan Manchester United yang beriringan di puncak klasemen, Sheikh Mansour sepertinya mengubah rencana awal yang telah disepakati. Roberto Mancini dipilih menggantikan . Pelatih asal Italia itu memberi tiga kali scudetto bagi Inter Milan sebelum posisinya "dikudeta" Jose Mourinho pada musim panas 2008. memberi gelar pertama kepada Nerazzurri ketika Italia sedang panas oleh kasus calciopoli yang melengserkan -pesaing terkuat Inter dalam perebutan scudetto saat itu- ke Serie B. Firasat bahwa dirinya "ditusuk dari belakang" oleh pemilik klub pun benar adanya. sudah duduk di tribun kehormatan City of Manchester Stadium ketika Carlos Tevez dkk mengalahkan .
Roberto Mancini, menempati kursi panas Manchester City Tentang terpilihnya , Khaldoon Al Mubarak mengatakan pada situs resmi klub, "Roberto Mancini adalah pelatih sarat pengalaman dan memiliki track record meraih trofi juara. Itu adalah pertimbangan kami memilihnya," Hal senada disampaikan tangan kanan owner City, Zayed Al Nahyan. "Kami percaya diri bahwa Roberto Mancini bisa membawa klub ini ke level tertinggi dengan apa yang dimiliki saat ini. Saya berharap suporter kami antusias menyambutnya," Kursi panas The Citizens kini beralih ke . Banyak kalangan menilai belum berpengalaman di persepakbolaan Inggris, termasuk menghadapi ego dan ambisi besar pemain, pemilik klub Sheikh Mansour beserta pemilik modal asal Abu Dhabi. Namun setidaknya Mancio bisa sedikit menimba pengalaman dari empat Italiano lain yang musim ini melakukan The Italian Job di Inggris, yakni Fabio Capello (timnas), Carlo Ancelotti (), Gianfranco Zola (West Ham), dan Roberto Di Matteo (West Brom).

Berita Terkait