New Kids On The Block

New Kids On The Block
Piala Dunia (c) AFP

Bola.net - - Oleh: Alexander Wibowo Pagelaran sepak bola termegah di dunia, Piala Dunia, akhirnya resmi di tutup, dini hari tadi penasbihan juara baru Spanyol menjadi akhir pagelaran ini, itu artinya kita tak lagi akan begadang untuk melihat sepak bola, setidaknya dalam beberapa pekan ke depan. Piala Dunia 2010 resmi berakhir di Johannesburg, dan turnamen berikutnya baru akan menyapa kita pada 4 tahun mendatang tepatnya di Brazil, negeri yang disebut sebagai surga para pesepak bola bertalenta. Berbicara soal talenta pastinya tidak hanya Brazil yang memilikinya, di Piala Dunia 2010 kali ini kita telah disajikan berbagai bukti banyak sekali pemain muda yang sanggup menyita perhatian, yah kita mungkin bisa menyebutnya sebagai New Kids on The Block, meminjam nama salah satu boy band ternama, yang kini tak lagi eksis. Benar bintang-bintang muda yang kini mampu menyita perhatian khalayak ramai dalam turnamen 2010 ini, tidak selalu Brazil, Asia ada juga Afrika, semua telah membuktikan mereka memang benar-benar memiliki kualitas dan skill untuk diperhitungkan di turnamen tertinggi ini. Langsung saja kita mulai, dengan menghitung mundur dari angka terbuncit sepuluh ke angka satu: 10. Alexis Sanchez Pemuda Chile yang memiliki nama lengkap Alexis Alejandro Sánchez, namun sering dikenal sebagai Alexis Sanchez, salah satu nama yang layak dikedepankan sebagai pemain yang bakal memiliki masa depan cerah nantinya, dirinya membuat Piala Dunia 2010 sebagai ajang bagi klub untuk menaruh perhatian padanya. Pemain milik klub Udinese Italia, dan memiliki julukan El Niño Maravilla atau si bocah ajaib, skill driblenya begitu tinggi, mampu bermain sebagai pemain sayap, maupun penyerang lubang, selalu menjadi pilihan utama timnas Chile dan ia memberikan alasan untuk hal itu setiap kali ia tampil. Menjadi man of the match laga Chile melawan Swiss, berkat sumbangsihnya di babak penyisihan Grup tersebut, pemain yang kerap disebut sebagai Messi ataupun Cristiano Ronaldo baru. 9. Keisuke Honda Jangan coret Asia, Jepang punya Honda untuk mewakili benua ini, pemain berumur 24 tahun, mampu tampil impresif di Piala Dunia kali ini, mencetak 2 gol dari 4 laga Samurai Biru. Pemain yang begitu besar kegunaannya, dia mampu mengisi semua peran di lini depan, pemain sayap, playmaker, ataupun striker tunggal, kemampuan eksekusi bola mati menjadi spesialis tersendiri. Tulang punggung utama Jepan di Afrika Selatan, menjadi pahlawan negaranya membuat pemain klub CSKA Moskow diburu sejumlah klub ternama, tak tangung-tanggung AC Milan dan Arsenal sudah menyatakan minat padanya. 8. Eljero Elia Pemain Hamburg SV, aslinya berposisi sebagai striker namun juga mampu menjadi penyerang sayap, Piala Dunia kali ini juga menjadi ajang pembuktian baginya. Meski baru berusia 23 tahun ia sudah menjadi sosok sentral bagi klubnya di Bundesliga, bersama Belanda memang masih menajdi pelapis namun buktinya ia kerap mampu menjadi kunci pergerakan memecah kebuntuan Belanda, ingatlah partai melawan Denmark jika Anda lupa. Memiliki kecepatan yang begitu tinggi dalam berlari, pulihnya Robben menjadi salah satu ia jarang trampil, namun percayalah dia akan menjadi pemain penting bagi De Oranje dalam tahun-tahun berikutnya. 7. Javier Hernandez Tak salah rasanya ia dibeli Manchester United segera sebelum Piala Dunia di mulai, jika tidak tentu harganya pasti akan melambung tinggi jauh dari harga yang telah disepakati United dengan Chivas. Pemuda milik El Tri Colore Meksiko tersebut juga tampil ciamik selama putaran Final Piala Dunia ini, tim sekelas Argentina dan Prancis mampu ia bobol gawangnya, prestasi yang tak main-main tentunya. Meski begitu kemungkinan besar demi kian mematangkan bakat sang bocah opsi peminjaman akan dijalankan Fergie musim depan, dan isunya nama klub La Liga, Valencia, yang telah kehilangan banyak stok striker dirasa akan menjadi tempat yang tepat bagi Hernandez. 6. Gregory Van Der Wiel Bek sayap yang begitu berkelas, masih berusia 22 tahun namun sudah mengisi pos inti di bek sayap kanan, Belanda, negara yang bertradisi besar di sepak bola. Alhasil tidak sia-sia kepercayaan Bert Van Marwijk yang ia bayarkan padanya, satu tiket ke Final diraih De Oranje, meski akhirnya gagal juara karena gol tunggal Iniesta yang menjadi pembeda. Gaya bermainnya elegan, sangat agresif, disebut memiliki gaya yang hampir mirip dengan pendahulunya di timnas, Michael Reiziger. Pemain muda yang jelas amat layak masuk daftar ini perilakunya yang sopan juga menjadi poin plus tersendiri. Ada tiga klub yang begitu berminat pada jasa bek Ajax tersebut, dan ketiganya adalah jawara Liga domestik kompetisi masing-masing musim lalu, Barcelona, Chelsea, serta Bayern Munich. 5. Gervinho Grup G boleh mengirimkan Brazil dan portugal sebagai wakilnya di babak 16 besar, namun skill yang sering ditampilkan Gervinho membuat kita tidak bosan melihat Piala Dunia Afrika Selatan ini. Pantai Gading kelak tak perlu khawatir jika Drogba harus pensiun, mereka masih punya Gervinho, yang begitu khas dengan sepak bola Afrika fisiknya begitu kokoh. Pemain yang memiliki nama lengkap Gervais Yao Kouassi ini diyakini bakal susah dipertahankan klubnya saat ini Lille di Ligue 1, aksinya yang begitu menonjol kala negaranya bersua Portugal menjadi salah satu alasannya. Ia kerap menghadirkan trik-trik saat membawa bola dalam penguasaannya, sangat membuat permainan begitu hidup, ia cukup ideal dan bisa mengkover berbagai macam posisi di lini depan, tak heran Liverpool pun kepincut padanya. 4.Andre Ayew Bintang lini tengah Ghana, memiliki kaki kiri yang hidup dan keras, gaya bermainnya kalem namun sekali menyerang ia bisa merepotkan setiap lini belakang tim yang ia hadapi. Putra dari Abedi pele salah satu legenda Afrika, kini ia membuktikan dalam turnamen ini ia mampu keluar dari bayang-bayang sang ayah, bahkan ia siap melebihi sukses sang ayah suatu hari nanti, sungguh beruntung Marseille memiliki pemain sepertinya. Tak perlu banyak mengulasnya lagi, buktinya ia mendapatkan trofi perunggu pemain muda terbaik dalam turnamen kali ini, umurnya yang baru 21 tahun juga menjanjikan masa depan yang masih panjang bagi karirnya kelak. 3. Giovani Dos Santos Dengan apa yang telah ia lakukan kali ini di Afrika Selatan, Dos Santos telah membuktikan tak salah ia dijuluki wonder kid beberapa tahun yang lalu, pesonanya bersama Meksiko turut membawa negaranya ke 16 besar pada tahun ini. Kecerdasannya, visi yang baik, dan hebat dalam mengontrol bola, tak heran karena ia adalah jebolan La Masia Barcelona, disebut sebagai pemain sayap paling efektif dalam turnamen Afrika Selatan ini. Ia memiliki syarat untuk bisa menjadi pemain legenda jika terus bisa mempertahankan penampilan seperti itu, ia menjadi runner up pemain muda terbaik, tentu itu artinya ia menggondol trofi perak, Spurs besar kemungkinan akan memasukkannya lagi ke skuad mereka musim depan. 2. Mesut Ozil Salah satu alasan kenapa kita dan Jerman bisa melupakan absennya, Michael Ballack, ozil tak ragu dan sama sekali tak canggung menjadi pemain pengganti sang kapten yang cedera di turnamen kali ini. Cedera Ballack ibarat berkah terselubung bagi Ozil pastinya, ia berkilau bersama Jerman saat menjuarai Piala Eropa U-23, dan semakin memantapkan kilaunya di tahun 2010 ini, dribel bagus, dan kejeliannya membaca permainan menjadi beberapa kemampuannya yang menonjol. Raksasa Eropa seperti Barcelona, Arsenal dan Manchester United dilaporkan menaruh minat besar kepada gelandang berusia 21 tahun itu. Namun Mesut Ozil tetap menyatakan kesetiaannya untuk Werder Bremen. 1. Thomas Muller Pemain muda berusia 20 tahun yang paling bersinar di turnamen ke-19 ini, Jerman dan Bayern Munich sungguh amat beruntung bisa memiliki talentanya. Ini adalah turnamen besar pertama baginya, namun apa yang telah ia raih, Jerman menjadi juara tiga, penghargaan pemain muda terbaik disabetnya sekaligus penghargaan sepatu emas sebagai top skor. Kian memukau jika menilik gawang tim yang menjadi korban ketajamannya, Inggris, Argentina, hingga Uruguay sudah menjadi korban ketajaman dan kehebatannya. Pemain ini serba bisa, mampu menjadi playmaker, penyerang, maupun pemain tengah seperti yang ia lakoni di tim Panzer, ia sangat vital, buktinya Jerman mati angin saat ia absen di Semi Final dalam laga melawan juara dunia Spanyol.

Berita Terkait