Perang Urat Syaraf Terpanas Antar Manajer

Perang Urat Syaraf Terpanas Antar Manajer
Perseteruan terpanas antar manajer (c) Bola.net

Bola.net - Bola.net - Tak hanya para pemain, manajer juga ikut memainkan bagian penting dalam sepakbola. Secara umum, mereka bertugas mengawasi kondisi pemain, meningkatkan kemampuan anak buahnya, dan membentuk kombinasi terbaik demi meraih hasil positif.

Namun layaknya pemain, emosi para manajer juga bisa larut dalam atmosfer kompetisi, yang rasa-rasanya kian hari kian panas. Hal tersebut membuat para juru taktik tak jarang terlibat perang urat syaraf dengan manajer rival; baik sebelum, di tengah, dan sesudah pertandingan.

Meski sebagian perang urat syarat mempertontonkan aksi yang tak patut ditiru, lantaran kerap diwarnai komentar dan klaim negatif, mau tak mau harus diakui bahwa hal ini juga jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar fanatik sepakbola. Ibarat masakan, pertandingan tanpa ada adu komentar antara dua bos beda kubu akan terasa hambar.

Berikut Bola.net sajikan daftar perang urat syaraf terpanas antar manajer, yang bahkan salah satunya masih berlangsung dalam satu dekade belakangan hingga saat ini!

Arsene Wenger vs Jose Mourinho

Arsene Wenger vs Jose Mourinho

Usai gagal mengalahkan Mourinho di 13 pertemuan, Arsene Wenger mencatat tren baru dengan menundukkan manajer Portugal di Wembley dalam laga pembuka musim 15/16 di Wembley, Community Shield.

Kedua orang ini sebelumnya sudah beberapa kali terlibat adu komentar pedas di media. Mereka juga kini masih terlibat perang dingin. Usai pertandingan di Stamford Bridge pada Oktober 2014 silam, yang berakhir dengan kemenangan Chelsea 2-0 atas Arsenal, Wenger dan Mourinho menolak saling berjabat tangan, dan tidak mempedulikan satu sama lain di Wembley bulan ini.

Rafael Benitez vs Sir Alex Ferguson

Rafael Benitez vs Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson dikenal sebagai sosok yang blak-blakan ketika ia tidak menyukai sesuatu, dan hal tersebut ia tunjukkan berkaitan dengan pernyataan Benitez soal 'fakta'

"Saya ingin berbicara soal fakta," tutur Benitez, yang kala itu masih berkarir di Inggris.

"Ia adalah satu-satunya manajer di liga yang tidak bisa dihukum karena semua hal ini. Semua manajer harus tahu bahwa hanya Mr. Ferguson yang boleh bicara tentang jadwal pertandingan, ia bisa bicara tentang wasit - dan tidak akan ada apapun yang terjadi."

Ada beberapa pemberitaan yang muncul setelah pernyataan tersebut dan perseteruan antara kedua kubu mencapai puncaknya ketika Ferguson menyebut Benitez sebagai 'pria konyol' dalam buku otobiografinya, lantaran menyerang dirinya secara pribadi.

Jose Mourinho vs Josep Guardiola

Jose Mourinho vs Josep Guardiola

Guardiola sempat bertemu dengan Mourinho di duel Piala Super Eropa 2013 meawan Chelsea, namun perseteruan kedua pihak mencapai titik maksimal ketika mereka masing-masing ada di Barcelona dan Real Madrid dua tahun sebelumnya.

Pada April 2011 Barcelona dan Real Madrid tercatat saling bertemu sebanyak empat kali dalam 18 hari. Clasico tersebut diwarnai dengan permainan agresif pemain Los Blancos, yang bahkan menjurus ke arah kasar, sementara penggawa Barcelona dituding melakukan diving dan tindakan tak sportif.

Selama kedua manajer mengikuti konferensi pers, mereka secara konsisten saling mengeluhkan satu sama lain dan keputusan wasit yang tidak menguntungkan mereka. Sepertinya wajar saja bagi kita untuk membuat asumsi bahwa keduanya hingga saat ini masih enggan saling bertatap muka.

Jose Mourinho vs Rafael Benitez

Jose Mourinho vs Rafael Benitez

Perseteruan yang berlangsung lebih dari 11 tahun, dan dimulai ketika keduanya datang ke Premier League di tahun 2004. Bahkan ketika keduanya berada di negara berbeda dan melakoni liga yang berbeda, Jose Mourinho dan Rafael Benitez sama-sama ngotot melontarkan komentar pedas. Ada beberapa yang terekam media dan di 2013 ketika Mourinho kembali ke Chelsea, ia meremehkan sukses Benitez mempersembahkan gelar Europa League bagi The Blues.

Ia mengatakan: "Saya tidak ingin menjuarai Europa League. Hal tersebut akan jadi kekecewaan yang amat besar bagi saya. Saya tidak ingin para pemain saya merasa bahwa Europa League merupakan kompetisi kami."

Benitez, yang amat senang bicara tentang fakta, membalas di tahun 2014.

'Mourinho berbicara tentang banyak orang, namun saya lebih suka bicara tentang fakta.

'Di Liverpool, dengan skuat yang nilainya separuh dari Chelsea, kami dua kali menyingkirkan mereka di Liga Champions. Tak lama kemudian, dengan skuat termahal di Real Madrid, ia tidak bisa berbuat apapun di Liga Champions.'

Jose Mourinho vs Manuel Pellegrini

Jose Mourinho vs Manuel Pellegrini

Salah satu perseteruan terbaru melibatkan bos Chelsea - Jose Mourinho dan Manchester City - Manuel Pellegrini. Rivaltas di antara keduanya didasari pengalaman mereka berada di Spanyol, dan menjelang pertandingan di Stamford Bridge pada bulan Oktober 2013, Mourinho ditanya mengenai capaian Pellegrini dan mengapa ia tidak ingin menangani Malaga (klub yang pernah ditukangi bos Chile).

Menurut laporan Daily Telegraph, Mourinho lantas mengatakan: "Karena saya tidak ingin. Karena saya ada di situasi di mana saya bisa memilih. Ada beberapa orang yang tidak bisa membuat pilihan."

Komentar tersebut lantas dilengkapi dengan istilah 'kuda kecil' dan 'runner-up adalah juara di antara pecundang'. Sepertinya perseteruan kedua manajer akan terus berlanjut musim ini.

Louis van Gaal vs Ronald Koeman

Louis van Gaal vs Ronald Koeman

Koeman dan Van Gaal pernah saling bekerja sama di Barcelona, namun mereka tidak lagi saling sapa semenjak terlibat perseteruan di Ajax satu dekade silam.

Van Gaal kala itu bertindak sebagai direktur olahraga dan Koeman merupakan manajer.

Pria yang kini menangani Southampton tersebut amat tidak senang ketika Van Gaal mulai mencampuri urusan tim, termasuk salah satunya duduk dan ikut mengawasi sesi latihan tim.

Van Gaal kemudian sempat menyebut Koeman sebagai pria 'lemah', terkait caranya menangani sosok seperti Zlatan Ibrahimovic, dan bahkan sempat mencampuri pembicaraan personal antara manajer dan pemainnya.

Kedua pria Belanda kini melanjutkan karir di Inggris dan Koeman mengatakan: "Di negara ini ada tradisi hebat di mana manajer meminum segelas anggur usai pertandingan. Gara-gara Louis, hal tersebut tak bisa saya lakukan dua kali musim lalu."