
Bola.net - - Oleh: Ronny Wicaksono Arsenal secara mengejutkan kembali mendatangkan kiper veteran nan kontroversial, Jens Lehmann pekan lalu untuk mengatasi krisis di bawah mistar gawang mereka. Kiper yang dikenal dengan julukan Mad Jens itu sejatinya sudah menyatakan pensiun di tahun 2010 lalu setelah dua musim memperkuat tim Bundesliga, VfB Stuttgart. Mantan kiper Borussia Dortmund dan AC Milan yang kini berusia 41 tahun itu meninggalkan Arsenal pada tahun 2008 silam setelah kontraknya berakhir dan kalah bersaing dengan satu-satunya kiper Arsenal yang fit saat ini, Manuel Almunia. Namun menyusul cederanya dua kiper senior lainnya, Lukasz Fabianski dan Wojciech Szczesny musim ini, Arsenal akhirnya mengambil langkah cepat dengan menawarkan sebuah kesepakatan kontrak jangka pendek kepada mantan penjaga gawangnya tersebut. Lehmann mendapat julukan Mad Jens karena sering melakukan hal-hal yang kontroversial, di dalam maupun di luar lapangan. Berikut ini adalah sebagian dari aksi 'gila' yang dilakukan mantan kiper timnas Jerman itu sepanjang karirnya. PULANG DENGAN SEENAKNYA Memulai karir bersama Schalke di akhir 80-an, Lehmann segera mendapat reputasi sebagai kiper yang kerap melakukan kesalahan dan mulai kehilangan dukungan fans saat menghadapi Bayer Leverkusen di musim 1993-1994. Kebobolan tiga gol hanya dalam waktu tujuh menit di babak pertama membuat para suporter menyuarakan rasa frustrasi mereka pada Lehmann yang kala itu masih berusia 23 tahun. Pelatih Jorg Berger memutuskan untuk menariknya keluar di saat turun minum, dan mengatakan jika ia akan berbicara dengan Lehmann keesokan paginya. Namun Lehmann yang tampak salah paham, kemudian pulang ke rumah dengan seenaknya. Ia pun dicopot dari skuad selama sepuluh laga berikutnya. BERPINDAH KE KLUB RIVAL Lehmann akhirnya membuktikan dirinya di Schalke dan menjadi figur kunci dari tim yang berlaga di papan atas Jerman itu. Namun di tahun 1998 ia memilih mencari tantangan baru dan bergabung dengan AC Milan. Enam bulan kemudian, performa Lehmann yang tak menentu menjadikannya sebagai penghangat bangku cadangan. "Saya tak tahan lagi. Saya tak siap menghabiskan karir saya dengan hanya menjadi pelapis Sebastiano Rossi," ucapnya kala itu. Demi mencari kesempatan bermain reguler ia memutuskan untuk hengkang. Meski pernah mengatakan kalau ia 'lebih baik bermain untuk Schalke di divisi kedua ketimbang membela Dortmund', tetapi toh akhirnya Lehmann bergabung juga dengan Dortmund. Mengingat rivalitas kedua klub, fans Dortmund menunjukkan kebencian mereka pada Lehmann sejak awal, dengan menggantung banner bertuliskan 'Sekali Musuh, Tetap Musuh'. Ia juga dicemooh fans Schalke saat kembali ke sana bersama Dortmund. MENGENCANI PACAR REKAN SETIM Sudah dikucilkan oleh suporter Dortmund, Lehmann kembali membuat masalah dengan mengencani Conny, wanita yang sudah lima tahun menjadi pacar legenda Dortmund, Knut Reinhardt, sesaat setelah sang gelandang dijual ke Nurnberg. "Dia sendiri dan saya pun sendiri. Itu terjadi begitu saja," kilah Lehmann. Reinhardt amat terguncang dengan skandal itu dan mengatakan, "Saat Conny mengungkapkan hal itu, rasanya seseorang telah memukul saya dengan tongkat kayu. Saya bahkan mempertimbangkan untuk mundur dari sepak bola." Lehmann pada akhirnya menikahi Conny dan ia baru mengungkapkan hubungannya dengan Lehmann di tahun 2008. KARTU MERAH Setelah didatangkan Dortmund di bulan Januari, Lehmann menerima kartu merah pertamanya di bulan April ketika ia menarik rambut Timo Lange dalam pertandingan melawan Hansa Rostock. "Saya tak disiplin dan bodoh," sesalnya kala itu. Namun Lehmann tak pernah jera. Ia terhindar dari kartu merah ketika menendang Soumaila Coulibaly dalam kemenangan 5-1 Dortmund melawan Freiburg di tahun 2002 karena wasit tak melihat insiden itu, namun ia akhirnya mendapat sanksi empat laga. "Saya memang sengaja menendangnya karena saya pikir ia merusak pelindung lutut saya. Meski pada saat menendang, saya ingin menarik kaki saya karena tahu hal itu bodoh, namun sayang semua sudah terlambat saat itu," papar Lehmann, kembali menyesal. Februari 2003, Lehmann diusir keluar lapangan 10 menit sebelum laga usai dalam laga Revierderby kontra Schalke yang berakhir imbang 2-2. Ia mendapat kartu kuning kedua karena keluar dari gawangnya karena sebuah alasan konyol, yaitu demi bertikai dengan rekan setimnya, Marcio Amoroso. Lehmann meninggalkan Dortmund dan mendarat di Arsenal di tahun 2003. Meski sering bermain inkonsiten dan juga eksentrik, namun ia selalu diturunkan sepanjang musim di mana tim Invincible Arsenal mencatat rekor tak terkalahkan sepanjang musim kala itu. Tiga pekan sebelum akhir musim, saat Arsenal unggul 2-1 di kandang Tottenham dan tinggal selangkah lagi mengunci gelar juara, Lehmann melakukan hal yang mengancam rekor Arsenal dengan mendorong jatuh Robbie Keane dalam situasi sepak pojok. Wasit Mark Halsey menghadiahkan tendangan penalti dan berbicara dengan asistennya, apakah perlu memberi kartu merah pada Lehmann atau tidak. Beruntung, ia hanya diganjar kartu kuning dan pertandingan berakhir imbang 2-2, namun itu sudah cukup bagi Arsenal untuk mengunci gelar juara. Tetapi tetap saja kelakuan Lehmann itu tak bisa diabaikan.

Mengumbar Aksi Teatrikal Di Depan Drogba (c) BBC

Bersama Almunia, Bagai Musuh Dalam Selimut (c) Goal

Bersaing Tak Sehat Dengan Kahn di Timnas Jerman (c) Dailymail
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
-
editorial 10 Juni 2026 13:2411 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 14:31Prabowo Terima Menhan Jepang, Ini Sejumlah Kerja Sama yang Dibahas
-
Liputan6 13 Juni 2026 10:11Monas hingga Bundaran HI Gelap Malam Ini
-
Liputan6 13 Juni 2026 09:03Pemprov DKI Bantah Matikan CCTV Saat Demo Mahasiswa
-
Liputan6 13 Juni 2026 07:30Ramai Soal CCTV Bundaran HI, Pemprov DKI Buka Suara
MOST VIEWED
11 Target Transfer Real Madrid yang Wajib Dipantau di Piala Dunia 2026, Calon Galactico Baru?
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain Termuda yang Pernah Tampil di Piala Dunia
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258322/original/049274100_1781335745-bb91c9ba-4984-46a9-bfd0-3b4006ce3c1a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477733/original/026803200_1687446881-Snapinsta.app_355411731_240141972102411_4417550151096548066_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257912/original/040358800_1781261861-maha7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258061/original/061426400_1781310647-1000289781.jpg)
