
Bola.net - -
Oleh: Chandra Wijaya
Di akhir pekan lalu muncul kontroversi panas di Italia dan Inggris. Saat itu pemimpin klasemen sementara Liga Italia, Inter Milan, akan berhadapan dengan di Stadion Olimpico dan yang juga duduk di puncak Liga Premier Inggris akan menghadapi di stadion Anfield. Dan hasil 2 pertandingan itulah yang memicu kontroversi. Kekalahan 0-2 yang dialami oleh dan membuat AS Roma dan Manchester United meradang karena mereka jadi kehilangan kesempatan untuk bisa menggusur Inter dan Chelsea dari puncak klasemen. Kedua tim yang berada di peringkat kedua itu menganggap Lazio dan Liverpool begitu mudah kalah lawan Inter dan Chelsea. Tudingan konspirasi pun mulai muncul, Roma bahkan dengan terus terang menuduh Lazio sengaja mengalah pada Inter untuk menghancurkan impian mereka merebut gelar scudetto. Kontroversi ini juga ternyata cukup unik karena meskipun terjadi di 2 liga yang berbeda ternyata punya banyak sekali kesamaan yang mewarnai tensi panas antara Inter, Lazio dan Roma serta Liverpool dan Manchester United. 1. Posisi KlasemenKetidakpuasan ini sama-sama dilontarkan oleh tim yang berada di posisi kedua klasemen Liga Serie A Italia dan Liga Premier Inggris, Roma dan Manchester United. Roma tertinggal 2 poin atas Inter sedangkan United tertinggal 1 poin atas Chelsea. Mereka menganggap Lazio dan Liverpool sama-sama menguntungkan Inter dan Chelsea yang begitu ingin mereka geser dari puncak klasemen dengan hanya tersisa 2 dan 3 pertandingan di musim ini. 2. Rivalitas Tim
Tuduhan kontroversi ini sama-sama ditujukan pada klub menjadi rival berat mereka, Roma pada Lazio sedangkan United pada Liverpool. Keempatnya merupakan rival sejak lama. Karena sama-sama berbasis di kota Roma dan memakai stadion yang sama yaitu Olimpico, maka Roma dan Lazio sudah pasti terlibat dalam persaingan sangat ketat untuk memperebutkan status sebagai yang terbaik. Karena itu setiap pertemuan mereka sudah menjadi jaminan hadirnya atmosfer super panas dan sering pula diwarnai keributan di dalam maupun luar lapangan. Bahkan saat derby Roma berlangsung 19 April yang lalu terjadi kontroversi yang dipicu oleh kapten Roma, Fransesco Totti. Dalam akhir laga yang dimenangkan 2-1 oleh Roma itu, Totti berulang kali melakukan gerakan mengacungkan kedua jempolnya ke bawah yang seolah-olah mengejek agar segera terdegradasi. Meskipun akhirnya dia minta maaf tapi tindakan itu memicu amarah Lazio. Hal itu masih ditambah lagi dengan bentrokan di sekitar Stadion Olimpico. Semua itu sudah sangat cukup untuk membuktikan rivalitas antar mereka yang tak pernah padam. Sedangkan rivalitas sejak lama United dan Liverpool terjadi karena kedua tim ini sama-sama memperebutkan titel sebagai penguasa Inggris. Keduanya sama-sama sudah mengumpulkan 18 gelar sebagai juara Liga Premier Inggris. Karena itu keduanya segera ingin menambah catatan gelar Liga Premier mereka untuk menobatkan diri sebagai klub terunggul di Liga Inggris. Manajer United, Alex Ferguson juga tidak punya hubungan yang terlalu baik dengan klub Merseyside itu, di mana dia pernah berjanji untuk "menjatuhkan mereka" di saat dia pertama kali menangani United. Dan rivalitas itu terus berlanjut sampai sekarang. 3. Rival Adalah Harapan Utama Untuk ke Posisi Teratas
Ketika musim hanya tersisa beberapa pertandingan saja serta Roma dan United berada dalam posisi tertinggal dari Inter dan Chelsea, maka tentunya mereka mengharapkan pemimpin klasemen akan kehilangan poin di pertandingan yang tersisa. Karena meskipun Roma dan United berhasil memenangi seluruh pertandingan yang tersisa, tetapi jika Inter dan Chelsea juga sama-sama berhasil meraih poin penuh sampai akhir musim maka posisi klasemen tidak akan berubah. Maka Roma dan United sangat menggantungkan harapan mereka pada lawan-lawan berikutnya dari Inter dan Chelsea. Saat Inter mulai unggul 2 poin atas Roma, sisa pertandingan mereka adalah lawan Lazio, dan . Di sini yang paling dianggap sebagai lawan terberat adalah Lazio karena sudah jelas Lazio adalah tim terkuat dari semua tim yang akan dihadapi Inter dan lagipula pertandingan dilangsungkan di kandang Lazio. Begitu pula Chelsea, sisa lawan mereka saat unggul 1 poin atas United adalah lawan Stoke, Liverpool dan Wigan. Maka jelaslah lawan terberat di sini adalah Liverpool yang akan menghadapi klub London itu di kandangnya sendiri. Maka di sini Roma dan United sama-sama berharap rival terberatnya ini bisa sedikit membantu mereka dengan mencuri poin saat berhadapan dengan para pemuncak klasemen itu. 4. Sama-Sama Menjadi Pendukung Rival Sebelum Pertandingan
Rivalitas yang terjadi antara Roma dengan Lazio serta United dengan Liverpool telah berlangsung sekian lamanya. Maka yang namanya saling memberikan dukungan antara kedua klub yang saling bersaing ini adalah suatu hal yang sangat sulit terjadi. Namun anehnya menjelang pertandingan Lazio Vs Inter dan Liverpool Vs Chelsea, secara tiba-tiba Roma memberikan dukungan penuhnya bagi Lazio dan begitu pula pada United yang menjadi fans Liverpool. Dukungan tiba-tiba ini diyakini tidak lain adalah untuk melapangkan jalan mereka mengambil alih pimpinan klasemen. Di kubu Roma, Daniele De Rossi menganggap Lazio sebagai tim kuat yang bisa menyusahkan Inter dan dia yakin jika Lazio punya kepercayaan diri mereka pasti bisa menang. Luca Toni juga sama, mengharapkan Lazio bisa memperlihatkan permainan terbaik mereka lawan Inter. Di kubu United, Alex Ferguson juga jadi begitu yakin Liverpool akan bermain maksimal. Dia juga mengatakan Liverpool memiliki terlalu banyak 'tradisi' untuk sekedar mempertimbangkan kalah lawan Chelsea. 5. Ketidakrelaan Rival Juara dan Keanehan Selama Pertandingan
Fans Lazio jelas-jelas tidak ingin melihat Roma meraih Scudetto mengingat begitu tingginya rivalitas antara mereka. Begitu juga fans Liverpool juga pasti tidak ingin United melewati rekor klub mereka dalam perolehan gelar Liga Inggris yang sekarang masih sama-sama mengumpulkan 18 gelar. Jika Lazio dan Liverpool menang maka secara tidak langsung mereka telah membantu Roma dan United untuk merebut posisi pertama klasemen yang akan membawa mereka semakin dekat menjadi juara. Akibat rivalitas itu beberapa keanehan terjadi saat pertandingan. Di pertandingan Lazio Vs Inter, para pendukung Lazio bertingkah aneh dengan mendukung habis-habisan Inter agar mengalahkan klub mereka sendiri. Setiap pemain Lazio mendapatkan bola dan melakukan usaha yang bagus, mereka malah dicemooh habis-habisan. Bahkan terdengar nyanyian jika Lazio tetap saja menang, maka para fans yang akan mengalahkan mereka. Spanduk bertuliskan "Goodbye Scudetto" yang ditujukan bagi Roma juga banyak terlihat di stadion. Sebaliknya semua usaha pemain Inter mendapat sambutan luar biasa dari pendukung Lazio. Bahkan 2 gol Inter dirayakan luar biasa oleh mereka. Pemain Lazio benar-benar seperti bermain di kandang musuh. Sedangkan di pertandingan Liverpool vs Chelsea, Steven Gerrard melakukan blunder fatal dengan melakukan backpass yang tidak cermat pada kiper Jose Reina, yang malah mengarah ke Didier Drogba, yang kemudian dengan cepat memanfaatkannya menjadi gol. Juga ada beberapa pendukung Liverpool yang membentangkan spanduk bertuliskan "Gary Neville or Chelsea". Kata-kata yang bukan berupa kalimat tanya ini diyakini sebagai keinginan para fans agar United tidak melewati pencapaian mereka di Liga Inggris. 6. Hasil Pertandingan
Pertandingan kali ini sama-sama diadakan di kandang para rival Roma dan United. Kedudukan akhir 2 pertandingan ini pun sama persis yaitu 2-0 untuk keunggulan tim tamu. Inter unggul lewat gol Walter Samuel dan Thiago Motta di menit ke 70. Sementara gol Chelsea diciptakan oleh Drogba di menit 33 dan Frank Lampard di menit ke 53. 7. Kecaman Keras Setelah Pertandingan
Roma dan United sama-sama mengatakan Lazio dan Liverpool terlalu mudah kalah atas Inter dan Chelsea dan memberikan kemenangan begitu saja bagi lawannya. Arsitek Manchester United, Sir Alex Ferguson mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahan The Reds. Ferguson secara khusus menyoroti blunder Steven Gerrard yang menyebabkan Liverpool kalah. "Saya melihatnya usai pertandingan. Sungguh sebuah hadiah yang sangat berarti bagi Chelsea," kata Ferguson dengan ketus. Presiden Roma, Rosella Sensi, mengatakan dia akan merasa sangat malu jika harus menang dengan cara seperti itu. Direktur Roma, Gian Paolo Montali, mengatakan hal yang sama dengan menambahkan dia tidak pernah membayangkan hal seperti ini bisa terjadi. Baginya kali ini bukan hanya Lazio yang kalah, tapi juga sepak bola Italia. 8. Bantahan Adanya Konspirasi
Begitu kecaman muncul, maka bantahan adanya konspirasi pun langsung muncul. Menyoroti blunder super fatal dari Gerrard yang memberikan hadiah gol bagi Drogba, manajer Rafa Benitez menolak mengkritiknya. "Hal itu bisa terjadi di sepak bola. Sangat disayangkan kontrol kami kurang. Itu langsung mengubah permainan dan hasil akhir pertandingan. Sudah sangat jelas, itu bukan penampilan terbaik kami. Kami mengharapkan posisi yang lebih tinggi di klasemen, tapi kami memiliki terlalu banyak masalah," jelasnya. Asisten Manajer Lazio, Giovanni Lopez, membantah bahwa para pemainnya sengaja mengalah dari La Beneamata. Menurutnya, penampilan para pemainnya jadi merosot karena terkena dampak dari dukungan yang diberikan para suporter mereka pada Inter Milan. Begitu Inter mencetak gol kedua mereka, mental mereka langsung habis. Gelandang Lazio, Cristian Ledesma, mengatakan mereka kalah karena tertinggal lebih dulu atas klub besar. Menurutnya ketika sebuah tim seperti Inter mencetak gol ke gawang, sulit sekali untuk bisa kembali. Bek Lazio, Aleksander Kolarov, mengatakan sangat normal tim seperti Inter yang sedang mengejar Scudetto bisa mengalahkan Lazio yang sedang berjuang melawan degradasi. Apalagi saat itu mereka sangat tertekan oleh ulah pendukungnya sendiri yang mencemooh apapun yang mereka lakukan.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 10 Juni 2026 11:55Benfica Resmi Lepas Jose Mourinho ke Real Madrid
-
Piala Dunia 10 Juni 2026 11:11Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan 12 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
editorial 4 Juni 2026 13:59Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
-
editorial 3 Juni 2026 16:194 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
-
editorial 3 Juni 2026 16:053 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
SOROT
-
Liputan6 10 Juni 2026 12:00686 Personel Amankan Kunjungan Prabowo di Lampung
-
Liputan6 10 Juni 2026 11:46Komisi I DPR Rapat Tertutup dengan Menhan dan Panglima TNI
-
Liputan6 10 Juni 2026 11:32Soal Praktik Rangkap Jabatan, Warga Ajukan Gugatan ke PN Jakpus
-
Liputan6 10 Juni 2026 10:58Prabowo ke Lampung, Resmikan RSUD Krui dan Munas HIPMI
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208437/original/046365600_1781067330-1001345505.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/738874/original/082456700_1411023638-r3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8207170/original/099468200_1781065929-WhatsApp_Image_2026-06-10_at_11.28.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8206165/original/026338600_1781064822-WhatsApp_Image_2026-06-10_at_10.39.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8205256/original/074055300_1781063914-IMG-20260610-WA0017.jpg)