Yang Tersisa Dari Piala Dunia: Memorable Moments

Yang Tersisa Dari Piala Dunia: Memorable Moments
Piala Dunia 2010

Bola.net - - Oleh: Alexander Wibowo Piala Dunia 2010 sudah resmi berlalu namun bukan berarti tak ada lagi cerita untuk digali dan diceritakan kembali, dan kali ini dalam tulisan saya ini, saya akan menuturkan beberapa hal serta momen yang patut di kenang untuk turnamen yang pertama kalinya dihelat di Benua Afrika tersebut. Jika Spanyol diingat sebagai tim terbaik karena berhasil menjuarai dunia setelah untuk pertama kalinya mereka bisa menembus Final, rasanya wajar, namun Anda pasti tak menyangka Inggris salah satu tim besar di plot sebagai tim terburuk di turnamen ini. 1. Kuburan bagi dua Finalis turnamen sebelumnya Italia adalah juara pertama atau juara bertahan di Piala Dunia 2006, sementara Prancis adalah runner up, yang keduanya bertempur demi gelar tertinggi empat tahun lalu di Berlin, Jerman. Namun apa lacur keduanya mengalami nasib serupa yang hampir sama, Italia tersisih sebagai juru kunci di Grup F menyusul nasib mantan lawan mereka, Les Bleus Prancis yang nyungsep duluan di Grup A. 2. Auman Vuvuzela Siapa yang bakal tak terganggu dengan suara yang satu ini, jika didengarkan suara ini akan seperti suara sekerumunan lebah yang datang dalam jumlah yang amat banyak, memang tidak bisa disalahkan ini adalah ciri khas Afrika Selatan, namun juga khas mengganggu para pemain dan juga pelatih berkomunikasi. Yang saya heran bagaimana bisa mereka membunyikannya selama 90 menit penuh? Tidak ada lagi nyanyian dari pendukung, teriakan, atau sekedar tepuk tangan bahkan, yang ada hanya seperti bunyi klakson memekakkan telinga dan bisa membikin pusing lama-lama. 3. Paul si Gurita, yang meramal dengan Sempurna Meski ia hanya seekor binatang air laut berjenis Gurita, namun efek yang ia timbulkan bisa mengubah dunia perjudian, dari delapan kali tebakan hasil akhir pertandingan Piala Dunia 2010, tidak ada satu pun yang meleset dari prediksinya. Banyak yang menang berkatnya, banyak pula yang menderita karenanya, salah satu petaruh yang tidak mengikuti prediksi Paul dalam partai Jerman vs Spanyol, membuat rekor kekalahan terbesar judi bola tercipta, seorang petaruh yang tidak mengikuti petunjuk Paul dan menjagokan Jerman, kehilangan 755 ribu euro atau lebih dari Rp 8,6 miliar dan tercatat sebagai kekalahan judi bola terbesar sepanjang sejarah hingga saat ini. 4. Tendangan Tanpa Perasaan. Jika Anda penggemar film laga pastinya tidak akan asing dengan jurus tendangan tanpa bayangan milik Wong Fei Hung dari film Kung Fu Master, hal yang hampir sama tercipta di afrika Selatan yang saya plesetkan sebagai tendangan tanpa perasaan, yang dilepaskan Nigel De Jong, ke dada Xabi Alonso. Hal yang seolah sudah cukup mewakili permaianan yang diperagakan anak-anak Belanda di partai Final, kasar dan tak kenal kompromi, dan dari gambar ini bisa kita lihat, De Jong benar-benar tak mengenal kata kompromi kepada Xabi. 5. Bintang Besar Yang Meredup Tidak hanya satu namun hampir semua bintang-bintang yang diprediksikan akan bersinar terang justru berpendar pun tidak, Wayne Rooney flop tertelan permainan buruk Inggris dengan rekan-rekannya yang terlalu dinilai tinggi oleh media mereka. Cristiano Ronaldo berjuang sendirian dan hanya bisa membuat satu gol bagi Portugal itu pun ke jala gawang tim sekelas Korea Utara, dengan gaya yang lucu, Lionel Messi memang tampil bagus namun terhenti bersama Tango di tangan Jerman, dan juga tak mampu menyumbang satu gol pun bagi Tango. Gaung mereka justru di ambil alih oleh bintang-bintang muda yang mencuri perhatian dunia dengan penampilan apik mereka, sebut saja Thomas Muller, Keisuke Honda, atau pun Mesut Ozil. 6. Gol yang tak akan pernah diberikan Inggris boleh protes dan memang sesungguhnya berhak mendapatkan gol yang diciptakan Frank Lampard, pada menit ke-39 dalam laga babak perempat Final melawan Jerman. Gol yang seharusnya sah namun kenyataannya berkata lain. Wasit asal Uruguay, Jorge Larrionda dan asistennya sama sekali tidak melihat bahwa bola telah melalui garis gawang. Alhasil insiden ini seolah menjadi hukuman bagi gol Geoff Hurst yang seharusnya tak sah, kala Inggris menghadapi Jerman dan menang 4-2 pada Final Piala Dunia tahun 1966 7. Robert Green yang benar-benar masih Hijau Apa yang ditampilkan Robert Green saat ditunjuk sebagai kiper utama Inggris di laga pembuka melawan Amerika Serikat sungguh amat berkesan, namun sayangnya berkesan kurang mengenakkan baginya, apa yang ia lakukan bahkan sempat diplot sebagai "Blunder of the Turnament" oleh salah satu situs olah raga. Sepertinya mental Green memang masih benar-benar hijau seperti namanya dalam menghadapi turnamen setinggi Piala Dunia, dan tak terbantu oleh bola Jabulani yang dianggap terlalu ringan dan sulit untuk ditebak arahnya oleh para kiper maupun striker. 8. Kartu Merah Terkonyol Milik Kaita Rasanya jika Anda semua menyaksikan laga antara Nigeria vs Yunani di babak penyisihan Grup, pasti bakal bisa memahami apa yang saya tulis di poin 8 ini atau mungkin Anda bisa mencarinya di Youtube, Kaita benar-benar mendapatkan kartu merah terkonyol menurut saya di turnamen kali ini. Nigeria saat itu tengah memimpin 1-0 atas Yunani, namun entah apa yang ada di pikiran seorang Kaita saat laga memasuki menit 33, dengan alasan yang sama sekali tidak jelas ia menendang Vasileios Torosidis ketika hendak melakukan lemparan ke dalam. Akibatnya ia dikartu merah, konyolnya ia berekspresi seolah-olah tidak melakukan pelanggaran apa pun serta tak bisa menerima keputusan wasit, hasil akhir laga berubah setelah kejadian tersebut 2-1 untuk kemenangan Yunani, Akun Email Kaita pun dibanjiri lebih dari seribu mail yang berisikan hal sama, yakni keinginan untuk membunuhnya. 9. Jabulani Si Bola Yang Aneh Salah satu kambing hitam dalam turnamen kali ini, banyak yang mengeluh dengan apa yang didapatkan ketika para pemain menggunakannya sebagai bagian dari permainan di Afrika Selatan ini, dikecam lebih mirip dengan bola pantai dari pada bola sepak pukulan telah bagi Adidas. FIFA sendiri akhirnya mengakui bahwa bola resmi tersebut sedikit bermasalah, salah satu pakar bernama Craig Johnston menyebut jika sifat Jabulani yang 'tak menentu, liar dan tak bisa diduga' memberikan kontribusi pada menurunnya kualitas Piala Dunia kali ini. Menurut Johnston, teknologi pada Jabulani - yang terbentuk dari delapan panel dibandingkan dengan bola normal yang terdiri dari 24 atau 32 panel, membuatnya susah dikendalikan karena tahanannya lebih sedikit telah melangkah terlalu jauh. 10. Kecurangan Tangan Setan Luiz Suarez Bukannya menyesali kecurangannya namun Suarez justru bangga, dengan apa yang telah ia lakukan, striker Uruguay itu menganggap handball-nya saat babak perpanjangan waktu yang menggagalkan peluang Ghana memastikan tempat ke semifinal Piala Dunia adalah Tangan Tuhan versi tahun 2010. Suarez dijatuhi kartu merah oleh wasit asal Portugal, Olegario Benquerenca, karena telah menyentuh bola dengan tangan untuk menjauhkan sundulan dari pemain pengganti, Dominic Adiyah. Pelanggaran itu juga berbuah penalti bagi Ghana. Namun ternyata Asamoah Gyan yang mengeksekusinya, tendangannya hanya menerpa tiang yang membuat Uruguay tetap punya kesempatan dan akhirnya mengalahkan mereka 4-2 lewat adu penalti. "Ini adalah akhir Piala Dunia, saya tak punya pilihan. Saya punya 'Tangan Tuhan' sekarang," kata Suarez. Bonus) Larissa Riquelme penyegar 'dahaga' dari Paraguay Larissa Riquelme adalah seorang model pakaian dalam asal Paraguay. Wanita 24 tahun ini telah menjadi topik pembicaraan yang hangat di Paraguay selama turnamen 2010 lalu bergulir. Ia selalu berada di antara kerumunan pendukung yang berkumpul di pusat kota Asuncion, ibukota Paraguay, untuk menyaksikan tim mereka bermain dalam Piala Dunia Afrika Selatan. Namun bukan kesetiaan Larissa yang menjadi perhatian publik, tetapi tubuh seksinya lah yang membuat acara nonton bareng Piala Dunia menjadi lebih panas. Ya, ia selalu memakai baju yang ketat dengan belahan dada yang rendah setiap acara nonton bareng tersebut digelar. Sempat berjanji akan lari bugil jika negaranya lolos hingga ke babak Semi Final, sayangnya juara dunia Spanyol menggagalkannya, salah satu hal yang mungkin agak disesali oleh fans La Furia Roja dan lelaki lain dari kemenangan yang telah ditorehkan Spanyol.

Berita Terkait