
Bola.net - Persitara Jakarta Utara mengalami kegagalan dalam meraih kemenangan dalam putaran pertama Piala Indonesia (PI) menghadapi Pro Duta FC, di Stadion Tugu, Jakarta Utara, Rabu (11/4).
Pro Duta berhasil menahan imbang Laskar si Pitung- julukan Persitara- tanpa gol. Dengan demikian, tim besutan Zainal Abidin tersebut harus bisa memenangkan putaran kedua di kandang Pro Duta, pada 18 April mendatang.
Kedua tim bermain monoton terutama di babak pertama. Tak banyak peluang gol yang diciptakan baik dari Persitara maupun Pro Duta. Alhasil, skor 0-0 tidak berubah hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama berakhir.
Pelatih Persitara, Zainal Abidin menilai permainan yang diperagakan Bakri Umarella dan kawan-kawan tidak sesuai harapan.
"Di babak pertama, pemain terlihat terburu-buru dalam menyerang. Pemain sering memperagakan umpan-umpan panjang yang ternyata tidak tepat sasaran," kata Zainan Abidin kepada Bola.net usia pertandingan.
Di ruang ganti sebelum kickoff babak kedua dimulai, pelatih berlisensi A AFC tersebut meminta agar pasukannya harus dapat memainkan ritme pertandingan.
Para gelandangnya, diharapkan lebih berani memegang bola dan mengalirkannya dengan sempurna ke pemain depan. Itu terbukti, permainan Laskar si Pitung di babak kedua terlihat lebih dinamis dan berhasil menciptakan beberapa peluang gol.
Menurut mantan arsitek Persita Tangerang dan Persiwa Wamena tersebut, sedikitnya terdapat tiga peluang yang semestinya berbuah gol. Salah satunya, peluang yang dimiliki Tantan pada menit ke-70. Tapi, peluang tersebut terbuang setelah Tantan tidak segera mengeksekusi bola ke gawang.
"Seharusnya, Tantan menendang bola ke gawang sebelum pemain belakang Pro Duta menutup ruang tembaknya," katanya.
Lebih lanjut, Zainal mengakui jika lini pertahanan tim besutan Roberto Bianchi sangat disiplin dan rapih dalam menghalau serangan.
"Empat pemain belakang langsung kembali ke posisinya masing-masing. Nah, itu yang membuat kami kesulitan menerobos barisan pertahanan mereka," tuturnya.
Sementara itu, Beto- panggilan pelatih kepala Pro Duta- menilai baik skuad timnya maupun Persitara sama-sama tidak bermain maksimal. Buruknya kondisi lapangan Stadion Tugu menjadi faktor utamanya.
"Sangat sulit buat tim bisa bermain bagus dengan kondisi lapangan seperti ini," kata Beto.
Tetapi, lanjut Beto, hasil satu poin tetap harus disyukuri. Mengingat, dalam laga tersebut, Kuda Pegasus-julukan Pro Duta- tidak menurunkan skuad terbaiknya.
"Kami sengaja memberikan kesempatan buat pemain yang jarang dimainkan di kompetisi reguler untuk mendapatkan jam terbang," ujar pelatih asal Spanyol tersebut. (esa/Rev)
Pro Duta berhasil menahan imbang Laskar si Pitung- julukan Persitara- tanpa gol. Dengan demikian, tim besutan Zainal Abidin tersebut harus bisa memenangkan putaran kedua di kandang Pro Duta, pada 18 April mendatang.
Kedua tim bermain monoton terutama di babak pertama. Tak banyak peluang gol yang diciptakan baik dari Persitara maupun Pro Duta. Alhasil, skor 0-0 tidak berubah hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama berakhir.
Pelatih Persitara, Zainal Abidin menilai permainan yang diperagakan Bakri Umarella dan kawan-kawan tidak sesuai harapan.
"Di babak pertama, pemain terlihat terburu-buru dalam menyerang. Pemain sering memperagakan umpan-umpan panjang yang ternyata tidak tepat sasaran," kata Zainan Abidin kepada Bola.net usia pertandingan.
Di ruang ganti sebelum kickoff babak kedua dimulai, pelatih berlisensi A AFC tersebut meminta agar pasukannya harus dapat memainkan ritme pertandingan.
Para gelandangnya, diharapkan lebih berani memegang bola dan mengalirkannya dengan sempurna ke pemain depan. Itu terbukti, permainan Laskar si Pitung di babak kedua terlihat lebih dinamis dan berhasil menciptakan beberapa peluang gol.
Menurut mantan arsitek Persita Tangerang dan Persiwa Wamena tersebut, sedikitnya terdapat tiga peluang yang semestinya berbuah gol. Salah satunya, peluang yang dimiliki Tantan pada menit ke-70. Tapi, peluang tersebut terbuang setelah Tantan tidak segera mengeksekusi bola ke gawang.
"Seharusnya, Tantan menendang bola ke gawang sebelum pemain belakang Pro Duta menutup ruang tembaknya," katanya.
Lebih lanjut, Zainal mengakui jika lini pertahanan tim besutan Roberto Bianchi sangat disiplin dan rapih dalam menghalau serangan.
"Empat pemain belakang langsung kembali ke posisinya masing-masing. Nah, itu yang membuat kami kesulitan menerobos barisan pertahanan mereka," tuturnya.
Sementara itu, Beto- panggilan pelatih kepala Pro Duta- menilai baik skuad timnya maupun Persitara sama-sama tidak bermain maksimal. Buruknya kondisi lapangan Stadion Tugu menjadi faktor utamanya.
"Sangat sulit buat tim bisa bermain bagus dengan kondisi lapangan seperti ini," kata Beto.
Tetapi, lanjut Beto, hasil satu poin tetap harus disyukuri. Mengingat, dalam laga tersebut, Kuda Pegasus-julukan Pro Duta- tidak menurunkan skuad terbaiknya.
"Kami sengaja memberikan kesempatan buat pemain yang jarang dimainkan di kompetisi reguler untuk mendapatkan jam terbang," ujar pelatih asal Spanyol tersebut. (esa/Rev)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 21:08Gelandang Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal Dunia
-
Liga Italia 11 Juli 2026 19:31Jalan Menuju AS Roma untuk Alejandro Garnacho
-
Bola Indonesia 11 Juli 2026 17:49Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
BERITA LAINNYA
-
indonesia 11 Juli 2026 17:49Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
-
indonesia 10 Juli 2026 19:23Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
-
indonesia 10 Juli 2026 17:37Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
SOROT
-
Liputan6 11 Juli 2026 20:11Demi Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ribka Tekankan Pemda Perkuat TP PKK
-
Liputan6 11 Juli 2026 20:05Terungkap Dugaan Asal Usul Valas Miliaran Bupati Sukoharjo
-
Liputan6 11 Juli 2026 19:57Kondisi Terkini Wali Kota Bandung Usai Jatuh Pingsan di Balai Kota
-
Liputan6 11 Juli 2026 19:51Mahasiswa Ditendang Begal Pulang Beli Rokok, Motor Dibawa Kabur
-
Liputan6 11 Juli 2026 19:24Cerita Petugas Damkar Lepaskan Kepala Kucing Nyangkut Kaleng Makanan
-
Liputan6 11 Juli 2026 19:01Pesan Pertama Jaksa Agung ke Plt Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah
MOST VIEWED
Dewa United Resmi Lepas 10 Pemain: Dari Stefano Lilipaly hingga Jaja
Cahya Supriadi Bertekad Rebut Tempat di Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
Festival Grassroots Piala Presiden 2026 Diharapkan Jadi Fondasi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya











:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294031/original/064459900_1783775584-WhatsApp_Image_2026-07-11_at_19.55.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293663/original/095475600_1783742018-bup6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564496/original/078554300_1776946321-IMG_20260423_152550_809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294017/original/062762500_1783774278-1001450965.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294010/original/078865900_1783772703-51b3976b-b782-4d2c-b0f0-aad77d88b037.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293856/original/015161400_1783756480-Rudi-Margono-4054910943.webp)

