
Bola.net - Meski hasil verifikasi forensik terhadap tuntutan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) agar PSSI mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) belum rampung dilakukan, hasilnya sudah bisa ditebak.
Menurut LSM Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi (LSM SEMPRIT), tuntutan KPSI tersebut tidak memenuhi kuota minimal 2/3 dari jumlah seluruh anggota PSSI. Bahkan menurut Direktur LSM SEMPRIT, Ari Wibowo, tengara ini sudah bisa dilihat dari sikap KPSI terhadap hasil verifikasi dokumen yang dilakukan PSSI beberapa waktu lalu.
"Kami melihat ada sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat Sekjen KPSI Hinca Panjaitan memberikan statement H-1 sebelum hasil verifikasi diumumkan, yaitu bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB," ungkap Ari pada Bola.net.
Lebih lanjut, Mantan General Manager PSIS Semarang ini, mengatakan bahwa hal ini merupakan strategi antisipasi ala KPSI yang sebenarnya tahu bahwa sejatinya jumlah dukungan yang meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3.
"Kecurigaan LSM SEMPRIT makin menguat saat KPSI tak mengambil langkah gugatan melalui CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang valid dan punya hak mengusulkan KLB, kenapa mesti dengan mudah menyerah dan kemudian memilih cara makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui FIFA dan AFC," ujar pria asal Semarang ini.
"Sangat aneh kelompok yang selalu berdalih memuja statuta akan tetapi tindak tanduknya bertentangan dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi lebih memilih jalur inkonstuta (tak sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi? Jawabnya sederhana sekali, yaitu bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid," tegasnya. (den/row)
Menurut LSM Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi (LSM SEMPRIT), tuntutan KPSI tersebut tidak memenuhi kuota minimal 2/3 dari jumlah seluruh anggota PSSI. Bahkan menurut Direktur LSM SEMPRIT, Ari Wibowo, tengara ini sudah bisa dilihat dari sikap KPSI terhadap hasil verifikasi dokumen yang dilakukan PSSI beberapa waktu lalu.
"Kami melihat ada sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat Sekjen KPSI Hinca Panjaitan memberikan statement H-1 sebelum hasil verifikasi diumumkan, yaitu bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB," ungkap Ari pada Bola.net.
Lebih lanjut, Mantan General Manager PSIS Semarang ini, mengatakan bahwa hal ini merupakan strategi antisipasi ala KPSI yang sebenarnya tahu bahwa sejatinya jumlah dukungan yang meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3.
"Kecurigaan LSM SEMPRIT makin menguat saat KPSI tak mengambil langkah gugatan melalui CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang valid dan punya hak mengusulkan KLB, kenapa mesti dengan mudah menyerah dan kemudian memilih cara makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui FIFA dan AFC," ujar pria asal Semarang ini.
"Sangat aneh kelompok yang selalu berdalih memuja statuta akan tetapi tindak tanduknya bertentangan dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi lebih memilih jalur inkonstuta (tak sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi? Jawabnya sederhana sekali, yaitu bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid," tegasnya. (den/row)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 28 Januari 2026 14:57 -
Liga Champions 28 Januari 2026 14:45 -
Liga Spanyol 28 Januari 2026 14:35 -
Liga Champions 28 Januari 2026 14:28 -
Bola Indonesia 28 Januari 2026 14:23 -
Bola Indonesia 28 Januari 2026 14:07
MOST VIEWED
- Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
- Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
- Nonton Live Streaming Persib vs PSBS Biak di Indosiar - BRI Super League 2025/2026
- Layvin Kurzawa Usai Gabung Persib: Ini Pilihan Terbaik untuk Karier, Saya Ingin Tunjukkan Siapa Saya Sebenarnya
HIGHLIGHT
- 4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Burs...
- 5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...










:strip_icc()/kly-media-production/medias/5437805/original/045353200_1765263945-IMG_5460.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486448/original/019920800_1769587190-Screenshot_2026-01-28_145528.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482703/original/032905200_1769240466-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1352160/original/057080800_1474462874-Benny_K_Harman__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486252/original/042794000_1769581807-swallow_foot_wear1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5244561/original/042428800_1749194595-f340ce6b-659b-44f4-8173-c5158b20b87d.jpg)

