Penampilan Persitara PT LPIS Dinilai Belum Solid

Penampilan Persitara PT LPIS Dinilai Belum Solid
Persitara Jakarta Utara
Bola.net - Laga kandang perdana Persitara Jakarta Utara menghadapi PSP Padang pada kompetisi Divisi Utama gelaran PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), memang baru terjadi pada pekan depan, 28 Januari. Meski begitu, kubu Persitara tidak mau berleha-leha. Tim pelatih Laskar si Pitung- julukan Persitara-Persitara, semakin mantap menyiapkan pasukannya.

Tim pelatih Persitara yang dikomandoi Izak J.D Sahetapy diminta segera membereskan semua permasalahan skuad timnya. Sebab, dalam bentrok yang rencananya dihelat di Stadion Tugu, Jakarta Utara tersebut, kubu Laskar si Pitung berambisi mengamankan poin di kandang.

Seperti diungkapkan Komisaris PT Persitara Jakarta Utara, Sutrisno, kemenangan menjadi harga mati buat Tantan dan kawan-kawan ketika menjamu PSP Padang. Kemenangan, bukan sekadar untuk memperbaiki peringkat Persitara di klasemen sementara Grup I kompetisi Divisi Utama yang dioperatori PT LPIS.

Tetapi, lanjut Sutrisno, kemenangan yang diraih Tantan dan kawan-kawan nanti, sekaligus untuk menyuguhkan rasa bangga masyarakat Jakarta Utara terhadap tim kebanggaannya.

"Ini laga perdana kami di depan masyarakat Jakarta Utara. Tentu, mereka datang (ke stadion) berharap timnya menang," tutur pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur tersebut kepada Bola.net.

Sementara itu, pelatih Persitara Izak J.D Sahetapy membenarkan bahwa performa skuad timnya masih jauh dari harapan. Sebab itu, sebelum laga digelar, tim pelatih akan berusaha membenahi semuanya. Pelatih yang akrab disapa Dody mengungkapkan, ada beberapa masalah teknis yang menjadi fokus utamanya. "Harus diakui bahwa tim ini belum solid. Maklum, karena ada beberapa pemain yang baru bergabung. Tapi kami tetap harus dibenahi sebelum pertandingan nanti," aku Dody.

Dody mengungkapkan, hasil evaluasi dari dua laga tandang sebelumnya (melawan Persikota dan Persikabo), skuad timnya masih permasalahan di lini belakang dan depan. Menurutnya, pemain belakang belum solid dalam menghalau serangan lawan.

"Terutama saat mengantisipasi bola lambung baik dari tendangan bebas atau penjuru. Para pemain belakang kami masih kebingungan menjaga pemain lawan yang berada di dalam kotak penalti," tuturnya.

Demikian juga dengan para penyerang. Dody mengatakan, mereka dinilai masih belum memahami karakter masing-masing pemain. Misalnya, Laskar si Pitung mempunyai dua striker dengan kelebihan bermain yang berbeda. Yakni, satu memiliki kecepatan, dan yang satu berpostur tinggi.

"Kami punya Tantan yang memiliki kecepatan. Semestinya, setiap pemain akan memberikan bola ke Tantan bukan umpan lambung, tapi terobosan. Striker kami yang lain berpostur tinggi. Kalau dapat tendangan penjuru, arahkan kepada dia," tandasnya.

Karena dianggap sebagai masalah teknis paling utama, maka Dody mengaku, dua masalah itu akan menjadi prioritas untuk dibereskan. Seperti berlatih di Stadion Tugu, Jakarta Jumat lalu, selain mengadaptasikan anak asuhnya dengan lapangan, Dody mengasah kesigapan para pemain belakang menghalau bola. Sedangkan untuk lini depan, diasah ketajamannya dalam membobol gawang. (esa/rev)

Berita Terkait