Persik Tak Ambil Pengurus dari PNS

Persik Tak Ambil Pengurus dari PNS
Liga Super Indonesia
- Ketua Umum Persik Kediri, Samsul Ashar menyatakan untuk tidak melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) dalam kepengurusan klub.

"Kami ingin bekerja yang profesional saja. Oleh karena itu, dalam kepengurusan ini, kami tidak ingin melibatkan PNS," kata Samsul Ashar di Kediri, Jumat (7/8).

Walaupun tidak melibatkan unsur PNS, Samsul mengatakan, pihaknya tetap melibatkan unsur anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri dalam kepengurusan klub yang berjuluk Macan Putih tersebut.

Pihaknya beralasan, terlibatnya anggota dewan sebagai langkah untuk memudahkan koordinasi, baik itu masalah peraturan maupun anggaran. Pihaknya berharap, Persik tetap menjadi klub yang membanggakan dari Kediri.

Menyinggung dengan terbentuknya manajemen, Samsul yang juga menjabat sebagai Wali Kota Kediri itu mengaku, pihaknya menargetkan terbentuk hingga akhir Agustus ini.

"Kami akan mengumumkan akhir Agustus ini, untuk struktur manajemen. Setelah itu, kami akan konsentrasi menghadapi pertandingan musim depan," kata Samsul.

Lebih lanjut, ia mengatakan, terbentuknya manajemen tersebut juga diiringi dengan solidnya tim yang bertanding dalam Liga Super Indonesia 2009/2010. Pihaknya juga masih memastikan beberapa nama mantan pemain, yang berencana kembali, di antaranya Budi Sudarsono, serta Ahmad Kurniawan.

Kepastian tersebut, kata dia, selain terkait dengan komitmen, juga terkait dengan besaran nilai kontrak. Samsul mengaku, tidak dapat memberikan nilai kontrak di atas ketentuan dari LSI baik untuk pemain asing maupun lokal.

Persik hingga kini masih mengandalkan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri. Tahun 2009 ini, Persik mendapat anggaran Rp 12,5 miliar, yang bergabung jadi satu dengan KONI Kediri. (bola/zul)

Berita Terkait