
"Jika konflik di tubuh Brajamusti semakin meruncing, Dewan Pembina PSIM memilih untuk melarang tim tersebut mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia selama satu putaran dengan tujuan menurunkan ketegangan di antara kedua kubu," katanya di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, dengan beristirahat selama satu tahun, kedua kubu bisa "cooling down" untuk mengendapkan permasalahan, meskipun risikonya juga cukup besar, yakni harus bertanding dari Divisi Satu pada tahun berikutnya. Namun, itu adalah pilihan.
"Pilihan untuk melarang PSIM mengikuti Divisi Utama Liga Indonesia didasarkan pada komitmen tim tersebut, yakni sukses kompetisi, sukses pembinaan, dan sukses suporter," kata Herry yang juga Wali Kota Yogyakarta.
Ia mengatakan, pilihan terbaik yang diberikan PSIM adalah bersatunya dua kubu suporter Brajamusti yang sedang berkonflik sehingga tim tersebut bisa mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, atau pilihan terburuk adalah jika perpecahan itu semakin mengkristal.
"Pilihan itu cukup berat bagi PSIM. Dalam satu pekan ini, kami akan melakukan evaluasi terkait perkembangan suporter Brajamusti sebelum mengambil sikap," katanya.
Menurut dia, suporter PSIM adalah bagian penting dari perkembangan sepak bola di Yogyakarta, dan tujuan adanya suporter tersebut tidak hanya untuk mendukung PSIM tetapi juga sebagai alat pemersatu pemuda-pemuda di Kota Yogyakarta.
"Di dalam Brajamusti ada sebuah persatuan karena didasari oleh hobi yang sama. Seluruh suporter melepaskan bau mereka di politik, suku, agama, dan status ekonomi. Namun, kemudian ada perpecahan seperti ini," katanya.
Ia mengatakan, PSSI sebagai induk organisasi sepak bola, juga hanya mengakui ada satu kelompok suporter sehingga jika ada perpecahan seperti saat ini akan lebih baik PSIM tidak perlu mengikuti kompetisi nasional.
Namun demikian, menurut dia, seluruh kegiatan pembinaan melalui pendidikan dan latihan akan tetap dilakukan karena kegiatan tersebut adalah bagian dari sukses PSIM.
Direktur Operasional PSIM Hans Purwanto mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan untuk mendamaikan kedua kubu suporter yang telanjur berbeda ideologi tersebut.
"Kedua suporter tersebut memiliki egoisme yang bertolak belakang dan sulit disatukan dalam pertemuan yang selalu kami gelar, padahal suporter PSIM juga harus memiliki pandangan untuk mewujudkan Yogyakarta yang berhati nyaman," katanya.
Brajamusti kini terbagi dalam dua kubu, yakni di bawah Eko Satrio Pringgondani yang kini menjadi presiden Brajamusti dan Setyo Hadi Gunawan yang kalah dalam pemilihan presiden Brjamusti saat musyawarah anggota.
Sementara itu, Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0734 Yogyakarta Letkol Inf Arudji Anwar yang juga Dewan Pembina PSIM mengatakan, perpecahan tersebut murni dikarenakan adanya fanatisme ideologi yang cukup ekstrem di antara kedua kubu.
Menurut dia, Kodim 0734 mendapat perintah dari Korem 072 Pamungkas untuk selalu menjaga situasi kondusif dan stabilitas Kota Yogyakarta menjelang pemilihan kepala daerah.
"Isu yang berkembang di masyarakat, perpecahan di Brajamusti itu bukan disebabkan oleh politik, tetapi murni fanatisme ideologi yang berlebihan dari masing-masing kubu," katanya.
Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Atang Heradi mengatakan, perpecahan tersebut akan membuat tugas dari kepolisian untuk menjaga keamanan menjadi cukup berat karena selama ini permasalahan antara Brajamusti dengan suporter dari wilayah lain belum terselesaikan.
"Bagaimana nanti jika masih ada masalah di internal suporter, pasti akan sangat rumit," katanya.
Perpecahan di tubuh Brajamusti mencapai puncaknya saat terjadi perkelahian antara dua kubu di wisma PSIM pada 6 Oktober 2010. (ant/cax)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 14 Mei 2026 07:55Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
-
Liga Spanyol 14 Mei 2026 06:29Man of the Match Alaves vs Barcelona: Nahuel Tenaglia
-
Liga Italia 14 Mei 2026 06:18Man of the Match Lazio vs Inter: Denzel Dumfries
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Mei 2026 23:54Jaksa Curiga Harta Nadiem Rp 4,8 Triliun Hasil Korupsi Chromebook
-
Liputan6 13 Mei 2026 22:34Kasus Sabu Kutai Barat Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Kasat Narkoba
-
Liputan6 13 Mei 2026 21:47Penahanan Bupati Tulungagung Diperpanjang, Begini Penjelasan KPK
-
Liputan6 13 Mei 2026 21:02Polisi Ungkap Asal Usul 1 Ton Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina
MOST VIEWED
Layvin Kurzawa Tumbang di Momen Kritis: Persib Bandung Kehilangan Mantan Bintang PSG Saat Perburuan Gelar
Hasil Borneo FC vs Bali United: Drama 5 Gol dan 2 Dianulir, Pesut Etam Terus Bersaing dengan Persib!
Skenario Persib Juara BRI Super League pada Pekan ke-33: Menang di Parepare, Borneo FC Kalah di Jepara
Drawing Piala Presiden 2026 Liga 4 Nasional: Tim yang Dilatih Bio Paulin Dapat Grup Sulit di Babak 64 Besar
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas...
Jose Mourinho ke Real Madrid Lagi? 7 Pelatih yang ...
10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5763395/original/043493900_1778666342-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330062/original/059545400_1756353142-1000241325.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3485559/original/014273400_1623926572-IMG_20190116_232705.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553306/original/027550000_1775931103-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5773681/original/006378700_1778676555-adc6e6da-46e2-48ed-9d89-9ddc9ba7dba6.jpeg)

