Heinze Kalah di Pengadilan Arbitrasi

Heinze Kalah di Pengadilan Arbitrasi
- Gabriel Heinze hari Selasa mengalami kekalahan di pengadilan Liga Utama Inggris dalam usahanya untuk memaksa Manchester United membiarkannya bergabung dengan Liverpool, yang merupakan saingan United untuk meraih gelar juara Inggris.

Bek kiri Argentina itu menuntut agar kasusnya didengar oleh suatu panel arbitrasi tiga anggota, dengan menyatakan bahwa ia telah mempunyai surat dari the Red Devils, yang mengizinkannya untuk pergi bila klub lain mengajukan tawaran 6,8 juta pound (US$13,5 juta). Liverpool mengajukan tawaran itu.

Tetapi, panel itu menolak perkara Heinze itu dan mendukung United, yang telah menjelaskan kepada pemain berusia 29 tahun itu secara lisan maupun tertulis bahwa ia tidak akan diizinkan bergabung dengan salah satu saingan kejuaraan mereka.

"Panel yang ditunjuk Badan Liga Utama itu telah mendengar bukti-bukti yang diajukan kedua pihak dan memutuskan untuk menolak kasus pemain tersebut," kata liga tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Sidang berkesimpulan bahwa sifat dan maksud surat 13 Juni 2007 yang disengketakan itu, khususnya dipandang dari konteks pembahasan lisan dan kebijaksanaan transfer Manchester United FC, sudah jelas bahwa di dalamnya hanya menggambarkan transfer internasional.

"Sidang lebih lanjut mendapatkan bukti bahwa surat itu merupakan suatu "persetujuan untuk disetujui", dan tidak menciptakan suatu kewajiban atau persetujuan mengikat bagi klub untuk mentransfer pemain tersebut ke klub khusus manapun.

"Dengan kata lain, surat itu merupakan bukti suatu maksud untuk berunding, antara kedua pihak dan dengan klub-klub pembeli potensial, dan bukan bukti maksud apapun untuk menciptakan hubungan-hubungan hukum."

Heinze tidak mempunyai hak untuk naik banding ke komite banding Liga Utama, yang terdiri atas seorang independen, ketua yang memenuhi syarat secara hukum, seorang anggota panel Liga Utama, dan seorang yang ditunjuk PFA.

Keputusan tersebut menyenangkan United, yang diwakili oleh pelatih Sir Alex Ferguson dan kepala eksekutif David Gill dalam sidang di London itu.  (*/lpk)

Berita Terkait