Perjalanan Karier Divock Origi yang Pensiun di Usia 31 Tahun: Gol Ikonik ke Gawang Barcelona Akan Selalu Terkenang

Perjalanan Karier Divock Origi yang Pensiun di Usia 31 Tahun: Gol Ikonik ke Gawang Barcelona Akan Selalu Terkenang
Divock Origi ketika masih memperkuat Liverpool. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Mantan penyerang Liverpool, Divock Origi, resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola profesional pada usia 31 tahun. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan karier seorang pemain yang dikenal sebagai spesialis gol-gol krusial di momen penting.

Meski tidak selalu menjadi pilihan utama di klub yang dibelanya, Origi berhasil membangun reputasi sebagai sosok yang mampu tampil menentukan ketika tim membutuhkan.

Dari talenta muda Belgia hingga menjadi legenda kultus di Anfield, perjalanan kariernya dipenuhi sejumlah momen yang sulit dilupakan para penggemar sepak bola.

Bersinar Sejak Muda dan Mencuri Perhatian di Piala Dunia

Karier sepak bola Origi dimulai di Belgia sebelum ia bergabung dengan akademi klub Prancis, Lille. Bakatnya berkembang pesat hingga akhirnya menjalani debut profesional pada tahun 2013 saat masih berusia 17 tahun.

Namanya mulai dikenal luas ketika memperkuat Timnas Belgia di ajang Piala Dunia 2014. Saat itu, Origi dipanggil sebagai pengganti pemain yang cedera, Christian Benteke.

Kesempatan tersebut dimanfaatkannya dengan sangat baik. Ia menjadi pemain Belgia termuda yang berhasil mencetak gol di putaran final Piala Dunia sekaligus pemain pertama berdarah Kenya yang mampu menorehkan gol di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Menjadi Pahlawan Kultus Liverpool

Penampilan impresifnya di Brasil membuat Liverpool merekrut Origi pada tahun 2014 dengan nilai transfer sekitar 10 juta poundsterling. Setelah semusim dipinjamkan kembali ke Lille, ia akhirnya bergabung dengan skuad The Reds.

Di Liverpool, Origi mungkin tidak memiliki status sebagai bintang utama. Namun, ia berhasil menjadi pemain yang selalu dikenang berkat kontribusinya dalam pertandingan-pertandingan besar.

Momen paling ikonik terjadi pada musim 2018/2019 saat Liverpool menjuarai Liga Champions 2018/2019. Origi mencetak dua gol ketika Liverpool melakukan comeback sensasional dengan mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal.

Gol keempat yang lahir dari tendangan sudut cepat menjadi salah satu momen paling legendaris dalam sejarah klub. Tidak berhenti di situ, ia juga mencetak gol kedua Liverpool saat mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di partai final, sekaligus memastikan trofi Liga Champions kembali ke Anfield.

Momok bagi Everton

Selain kiprahnya di Eropa, Origi juga memiliki hubungan spesial dengan Derby Merseyside. Ia dikenal sebagai salah satu pemain yang paling sering menyakiti rival sekota Liverpool, yakni Everton FC.

Sepanjang kariernya bersama The Reds, Origi mencetak enam gol ke gawang Everton. Salah satu yang paling dikenang terjadi pada Desember 2018 ketika ia mencetak gol kemenangan pada menit ke-96 di Anfield.

Gol dramatis tersebut memicu selebrasi luar biasa, termasuk aksi mantan pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, yang berlari masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan bersama para pemain.

Turut Mengakhiri Penantian Gelar Liga Inggris

Origi juga menjadi bagian penting skuad Liverpool yang mengakhiri penantian panjang gelar liga pada musim 2019/2020. Setelah puluhan tahun menunggu, The Reds akhirnya berhasil meraih trofi Liga Inggris.

Sebelum meninggalkan Merseyside pada musim panas 2022, ia turut membantu Liverpool meraih dua trofi domestik dalam satu musim, yakni Piala FA dan Piala Liga Inggris 2021/2022.

Berkat sederet kontribusi penting tersebut, Origi meninggalkan Liverpool sebagai salah satu pemain yang paling dicintai para pendukung meski tidak selalu menjadi starter reguler.

Petualangan di Italia dan Akhir Karier

Setelah hengkang dari Liverpool, Origi bergabung dengan raksasa Italia, AC Milan. Namun, perjalanannya di San Siro tidak berjalan sesuai harapan.

Cedera yang berulang serta performa yang kurang konsisten membuatnya kesulitan mendapatkan tempat utama. Situasi tersebut kemudian membawanya kembali ke Liga Inggris sebagai pemain pinjaman bersama Nottingham Forest pada musim 2023/2024.

Pada akhir 2025, Origi dan AC Milan sepakat mengakhiri kerja sama lebih cepat. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Juni 2026, sang striker resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional.

Ia menutup kariernya dengan catatan 41 gol dari 175 pertandingan bersama Liverpool serta lebih dari 30 penampilan untuk Timnas Belgia.

Fokus ke Dunia Fashion dan Filantropi

Meski gantung sepatu di usia yang relatif muda, Origi telah menyiapkan langkah berikutnya dalam kehidupannya. Ia kini berfokus mengembangkan karier di bidang fashion, filantropi, dan kewirausahaan.

Tak hanya itu, mantan penyerang Belgia tersebut juga meluncurkan agensi sepak bola bernama DLF yang bertujuan membantu pengembangan dan pendampingan pemain-pemain muda generasi berikutnya.

Keputusan pensiun ini memang mengakhiri kiprah Origi di lapangan hijau. Namun, warisan yang ia tinggalkan, terutama bagi Liverpool dan para pendukungnya, akan terus dikenang sebagai simbol pemain yang selalu hadir di saat-saat paling menentukan.