
Bola.net - Juventus melawat ke Ennio Tardini, kandang Parma F.C, dengan bermodal rekor tak terkalahkan sejak 15 Mei 2011. Di tempat inilah, terakhir kalinya Bianconeri menelan kekalahan. Laga tunda giornata ke-21 ini ditutup dengan skor imbang tanpa gol.
Parma, yang tak terkalahkan dalam empat laga terakhirnya sejak diasuh pelatih baru Roberto Donadoni, turun mengusung formasi 3-4-3 dengan Pavarini, Zaccardo, Ferrario, Lucarelli, Valiani, Morrone, Mariga, Modesto, Giovinco, Floccari dan Biabiany sebagai starter.
Juventus menerapkan formasi 3-5-2 dengan Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Estigarribia, Vucinic dan Matri di starting eleven.
Juventus mengambil inisiatif serangan. Baru lima menit pertandingan berjalan, Pirlo mengirim umpan silang dari sektor kanan mengarah ke kepala Chiellini (apa yang seorang bek lakukan jauh di depan sana?!), tapi sundulannya belum menemui sasaran.
Parma mencoba membangun serangan lewat Biabianiy, tapi bolanya berhasil direbut di tengah lapangan. Lewat Mirko Vucinic, Juventus melancarkan serangan balik cepat ke area pertahanan Parma. Tapi, tendangannya dari luar kotak masih belum cukup akurat.
Selama 20 menit pertama, kedua kubu saling berusaha menekan, tapi tidak ada gol yang tercipta.
Pada menit ke-21, Caccardo menerima kartu kuning setelah melanggar Vucinic sedikit di depan kotak penalti Parma. Tendangan bebas melengkung Andrea Pirlo sukses melewati pagar hidup Parma, tapi bola melenceng tipis di sebelah kanan gawang yang dijaga Pavarini.
Dua menit berselang, Parma melancarkan ancaman serius ke lini pertahanan Juventus. Modesto menyisir sisi kiri, melewati Lichtsteiner, lalu mengirim operan kepada Floccari, tapi Buffon keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola.
Pertarungan ketat terjadi di lini tengah dan Juventus sedikit unggul dari kubu tuan rumah.
Juventus mulai meningkatkan daya gedornya, tapi tendangan keras Vucinic dan tusukan Matri belum bisa memberi mereka keunggulan.
Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0 dan satu kartu kuning untuk Parma.
Babak kedua dimulai dengan kick off dari Juventus.
Sebastian Giovinco membuka babak kedua dengan sebuah tendangan keras kaki kiri dari dalam kotak penalti Juventus, tapi masih melenceng dari gawang Buffon.
Serangan sayap yang diperagakan oleh kedua kubu tak kunjung membuahkan hasil.
Menit ke-62, umpan panjang ke kotak penalti Parma berhasil dikejar oleh Giaccherini yang baru masuk menggantikan Estigarribia. Diapit dua pemain belakang Parma, dia terjatuh di dalam kotak. Penaltikah itu? Bukan, wasit tidak melihatnya sebagai pelanggaran.
Dua menit kemudian, ganti Giovinco yang mengancam gawang Juventus. Akselerasinya berhasil melewati Bonucci dan Chiellini, sukses mengecoh Buffon, tapi tendangannya dari sudut sangat sempit berhasil dimentahkan bek Juventus yang lain.
Menit ke-71, Juventus dibuat menyadari betapa bahayanya seorang Sebastian Giovinco. Dengan teknik brilian, dia mengontrol bola di sisi kanan luar kotta penalti dan berputar melewati Barzagli, lalu mendribel bola ke arah gawang. Kaki Barzagli berusaha mengambil bola dari belakang, Giovinco pun terjatuh, tapi wasit tidak meniup peluit. Bukan penalti! Giovinvo tidak mempercayainya.
Pertandingan semakin panas. Parma dan Juventus saling menciptakan peluang.
10 menit jelang bubaran, Pirlo melepaskan tendangan keras dari luar kotak menuju sudut kanan bawah gawang Parma, tapi Pavarini masih sanggup mementahkannya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, adu tajam serangan dan ketebalan dinding pertahanan ini berakhir sama kuat, tanpa gol. Hasil ini membuat Juventus gagal mengambil alih posisi capolista dari AC Milan, tetapi Juve masih punya tabungan satu pertandingan.
Sisi baik lainnya bagi Juventus, rekor tak terkalahkan mereka musim ini menjadi 22 pertandingan! (bola/gia)
Parma, yang tak terkalahkan dalam empat laga terakhirnya sejak diasuh pelatih baru Roberto Donadoni, turun mengusung formasi 3-4-3 dengan Pavarini, Zaccardo, Ferrario, Lucarelli, Valiani, Morrone, Mariga, Modesto, Giovinco, Floccari dan Biabiany sebagai starter.
Juventus menerapkan formasi 3-5-2 dengan Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Estigarribia, Vucinic dan Matri di starting eleven.
Juventus mengambil inisiatif serangan. Baru lima menit pertandingan berjalan, Pirlo mengirim umpan silang dari sektor kanan mengarah ke kepala Chiellini (apa yang seorang bek lakukan jauh di depan sana?!), tapi sundulannya belum menemui sasaran.
Parma mencoba membangun serangan lewat Biabianiy, tapi bolanya berhasil direbut di tengah lapangan. Lewat Mirko Vucinic, Juventus melancarkan serangan balik cepat ke area pertahanan Parma. Tapi, tendangannya dari luar kotak masih belum cukup akurat.
Selama 20 menit pertama, kedua kubu saling berusaha menekan, tapi tidak ada gol yang tercipta.
Pada menit ke-21, Caccardo menerima kartu kuning setelah melanggar Vucinic sedikit di depan kotak penalti Parma. Tendangan bebas melengkung Andrea Pirlo sukses melewati pagar hidup Parma, tapi bola melenceng tipis di sebelah kanan gawang yang dijaga Pavarini.
Dua menit berselang, Parma melancarkan ancaman serius ke lini pertahanan Juventus. Modesto menyisir sisi kiri, melewati Lichtsteiner, lalu mengirim operan kepada Floccari, tapi Buffon keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola.
Pertarungan ketat terjadi di lini tengah dan Juventus sedikit unggul dari kubu tuan rumah.
Juventus mulai meningkatkan daya gedornya, tapi tendangan keras Vucinic dan tusukan Matri belum bisa memberi mereka keunggulan.
Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0 dan satu kartu kuning untuk Parma.
Babak kedua dimulai dengan kick off dari Juventus.
Sebastian Giovinco membuka babak kedua dengan sebuah tendangan keras kaki kiri dari dalam kotak penalti Juventus, tapi masih melenceng dari gawang Buffon.
Serangan sayap yang diperagakan oleh kedua kubu tak kunjung membuahkan hasil.
Menit ke-62, umpan panjang ke kotak penalti Parma berhasil dikejar oleh Giaccherini yang baru masuk menggantikan Estigarribia. Diapit dua pemain belakang Parma, dia terjatuh di dalam kotak. Penaltikah itu? Bukan, wasit tidak melihatnya sebagai pelanggaran.
Dua menit kemudian, ganti Giovinco yang mengancam gawang Juventus. Akselerasinya berhasil melewati Bonucci dan Chiellini, sukses mengecoh Buffon, tapi tendangannya dari sudut sangat sempit berhasil dimentahkan bek Juventus yang lain.
Menit ke-71, Juventus dibuat menyadari betapa bahayanya seorang Sebastian Giovinco. Dengan teknik brilian, dia mengontrol bola di sisi kanan luar kotta penalti dan berputar melewati Barzagli, lalu mendribel bola ke arah gawang. Kaki Barzagli berusaha mengambil bola dari belakang, Giovinco pun terjatuh, tapi wasit tidak meniup peluit. Bukan penalti! Giovinvo tidak mempercayainya.
Pertandingan semakin panas. Parma dan Juventus saling menciptakan peluang.
10 menit jelang bubaran, Pirlo melepaskan tendangan keras dari luar kotak menuju sudut kanan bawah gawang Parma, tapi Pavarini masih sanggup mementahkannya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, adu tajam serangan dan ketebalan dinding pertahanan ini berakhir sama kuat, tanpa gol. Hasil ini membuat Juventus gagal mengambil alih posisi capolista dari AC Milan, tetapi Juve masih punya tabungan satu pertandingan.
Sisi baik lainnya bagi Juventus, rekor tak terkalahkan mereka musim ini menjadi 22 pertandingan! (bola/gia)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 Februari 2026 08:40 -
Liga Inggris 4 Februari 2026 08:29 -
Liga Inggris 4 Februari 2026 08:17 -
Liga Inggris 4 Februari 2026 08:12 -
Liga Italia 4 Februari 2026 08:12 -
Liga Italia 4 Februari 2026 08:09
MOST VIEWED
- Emil Audero Kena Lemparan Flare di Laga Cremonese vs Inter Milan: Luka Bakar di Kaki, Beppe Marotta Minta Maaf
- Ini Alasan Jean-Philippe Mateta Gagal Gabung AC Milan
- Pierre Kalulu Disulap Jadi 'Di Lorenzo Baru', Taktik Jenius Spalletti Bikin Juventus Menggila
- Spalletti Blak-blakan Tolak Mauro Icardi ke Juventus: Dia Striker Fantastis, Tapi Maaf Kami Tak Butuh!
HIGHLIGHT
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
- 7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Cham...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...









:strip_icc()/kly-media-production/medias/3356525/original/071853900_1611299590-20210122-IHSG-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492189/original/051434300_1770129387-IMG_7437.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5381076/original/086032100_1760450533-gus_ipul.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492264/original/077349200_1770137334-Barang_bukti_tawuran_di_Sukabumi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492255/original/070492700_1770135461-Bayi_Orang_Utan_Jack.jpeg)

