
Bola.net - Setelah mengalami koma selama empat hari, petinju profesional Indonesia, Muhammad Afrizal (30), akhirnya meninggal dunia.
Petinju kelahiran Medan, Sumatera Utara, menghembuskan nafas terakhir di RS UKI Cawang, Jakarta, Rabu (4/4) pukul 05.00 WIB.
Koma tersebut didapat, usai Afrizal naik ring melawan Irvan Marbun dalam perebutan gelar juara nasional kelas ringan yunior (58,9 kg) KTI di studio IV Indosiar, Daan Mogot, Jakarta, Sabtu (31/3) malam.
Setelah bertanding dan kalah angka mutlak dari Irvan, ia kejang-kejang dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, Royal Taruma.
Begitu diperiksa melalui CT-scan di rumah sakit tersebut, Afrizal mengalami perdarahan hebat di otak. Pihak rumah sakit menyatakan tak bisa melakukan tindakan operasi karena jumlah pasien sudah penuh.
Lantas, dia dilarikan ke RS UKI Cawang, Jakarta. Pada Minggu (1/4) sekitar pukul 10.30 WIB, tim dokter memutuskan mengoperasi Afrizal dan berakhir pukul 14.30 WIB.
Dokter Tunggul Marpaung, salah satu tim dokter operasi mengatakan terjadi pendarahan hebat dan gumpalan darah di bagian kiri belakang kepala Afrizal. Sehingga tim dokter harus melakukan pembersihan darah dan mengangkat batok kepala. Meski operasi berhasil, tapi Tunggul mengatakan bahwa peluang Afrizal untuk hidup hanya sekitar 30 persen.
Dia juga menambahkan, sejak operasi, nyawa Afrizal hanya bergantung pada mesin. Jika dalam rentang tiga atau empat hari tak segera siuman, maka peluang untuk hidup semakin tipis.
Ternyata benar, dalam rentang waktu empat hari, Afrizal mengembuskan nafas terakhir.
Selain meninggalkan keluarga, dikabarkan petinju profesional itu juga meninggalkan kekasih tercinta yang akan dinikahi sepuluh hari lagi, tepatnya 15 April mendatang.
Bahkan, sebagian undangan pernikahan juga sudah disebar. Sayangnya, takdir berkehendak lain, maka pernikahan pun batal digelar.
Petinju kelahiran Medan, Sumatera Utara, menghembuskan nafas terakhir di RS UKI Cawang, Jakarta, Rabu (4/4) pukul 05.00 WIB.
Koma tersebut didapat, usai Afrizal naik ring melawan Irvan Marbun dalam perebutan gelar juara nasional kelas ringan yunior (58,9 kg) KTI di studio IV Indosiar, Daan Mogot, Jakarta, Sabtu (31/3) malam.
Setelah bertanding dan kalah angka mutlak dari Irvan, ia kejang-kejang dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, Royal Taruma.
Begitu diperiksa melalui CT-scan di rumah sakit tersebut, Afrizal mengalami perdarahan hebat di otak. Pihak rumah sakit menyatakan tak bisa melakukan tindakan operasi karena jumlah pasien sudah penuh.
Lantas, dia dilarikan ke RS UKI Cawang, Jakarta. Pada Minggu (1/4) sekitar pukul 10.30 WIB, tim dokter memutuskan mengoperasi Afrizal dan berakhir pukul 14.30 WIB.
Dokter Tunggul Marpaung, salah satu tim dokter operasi mengatakan terjadi pendarahan hebat dan gumpalan darah di bagian kiri belakang kepala Afrizal. Sehingga tim dokter harus melakukan pembersihan darah dan mengangkat batok kepala. Meski operasi berhasil, tapi Tunggul mengatakan bahwa peluang Afrizal untuk hidup hanya sekitar 30 persen.
Dia juga menambahkan, sejak operasi, nyawa Afrizal hanya bergantung pada mesin. Jika dalam rentang tiga atau empat hari tak segera siuman, maka peluang untuk hidup semakin tipis.
Ternyata benar, dalam rentang waktu empat hari, Afrizal mengembuskan nafas terakhir.
Selain meninggalkan keluarga, dikabarkan petinju profesional itu juga meninggalkan kekasih tercinta yang akan dinikahi sepuluh hari lagi, tepatnya 15 April mendatang.
Bahkan, sebagian undangan pernikahan juga sudah disebar. Sayangnya, takdir berkehendak lain, maka pernikahan pun batal digelar.
Sejak 12 tahun terakhir, petinju profesional yang meninggal setelah bertarung di atas ring sebanyak 12 orang.
Jika dirata-rata, setiap tahun terdapat petinju yang meninggal seusai bertanding. Ke-12 petinju tersebut (Selain Afrizal), di antaranya Dipo Saloko (Jakarta), Bayu Young Iray (Belawan), John Namtilu (Bekasi), Muhammad Alfaridzi (Cibinong), Donny Maramis (Manado), Johannes "Bones" Fransiscus (Jakarta), Mula Sinaga (Sumatera Utara), Antonius Jonathan Mosse (Jakarta), Jack Ryan (Purwokerto), Hendrik Bira (Jakarta), Fadly Kasim (Jakarta) dan Anis Dwi Mulya (Jakarta) (esa/kny)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 6 Juli 2026 19:21Carlos Queiroz Akhiri Kiprah Sebagai Pelatih Ghana
-
Piala Dunia 6 Juli 2026 19:06Christian Pulisic, Kepemimpinannya Melampaui Statistik
-
Piala Dunia 6 Juli 2026 18:39Nyland Kokoh di Bawah Mistar, Haaland Mematikan di Barisan Depan
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 6 Juli 2026 18:56Wihaji Jadi Kandidat Terkuat Ketum MKGR, Mubeslub Digelar 11 Juli
-
Liputan6 6 Juli 2026 18:53Kronologi Penemuan Mahasiswi Telkom Nadira Az-Zahra
-
Liputan6 6 Juli 2026 18:36Menhut Bakal Serahkan Dokumen ke KPK
-
Liputan6 6 Juli 2026 18:34Mahasiswi Telkom Nadira Az-Zahra Ditemukan dalam Kondisi Linglung
-
Liputan6 6 Juli 2026 18:33Pelaku Pemukulan Pemotor di Jagakarsa Positif Sabu
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288871/original/059789200_1783338961-IMG_6619.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288269/original/073460800_1783308559-newsCover_2026_7_3_1783074053227-xp5in.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5590630/original/062506000_1778146743-fd3f2bdd-27fe-4ded-904c-7608f5bd15d8.jpeg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287622/original/040825800_1783238624-WhatsApp_Image_2026-07-05_at_14.46.41.jpeg)
