
Bola.net -
Direktur Pengawas Balap (Race Director) MotoGP, Mike Webb akhirnya menjelaskan keputusan pihaknya setelah melakukan investigasi atas insiden senggolan antara pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez dalam balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang pada hari Minggu (25/10).
Kepada MotoGP.com, Webb menyatakan bahwa pihaknya menjatuhkan tiga poin penalti kepada Rossi atas cara membalap yang tak bertanggung jawab, dan yang menimbulkan adanya kontak. Pengawas Balap menilai The Doctor dengan sengaja melebar di tikungan dengan tujuan memaksa Marquez keluar dari garis balap dan menghasilkan kecelakaan.
Usai balap, Webb pun memanggil keduanya untuk diinterogasi. "Marc menjelaskan bahwa ia berkendara dengan normal, menunggu bannya terasa lebih baik dan ia melaju cepat ketika ia bisa dan melambat ketika diperlukan. Vale berpendapat bahwa Marc sengaja melakukannya agar ia melambat dan menurutnya tindakan itu tidak fair," ujar pria asal Selandia Baru ini.
Pengawas Balap pun meyakini kedua belah pihak sama-sama melakukan kesalahan, hanya saja Marquez tak mendapat hukuman karena dinilai tak menyalahi aturan tertulis apapun. Sementara Rossi mendapat hukuman karena dinilai sengaja melakukan "tendangan" kepada Marquez hingga terjatuh dan gagal finis.
"Kami mendengarkan keduanya. Menurut kami, keduanya sama-sama bersalah. Namun berdasarkan aturan tertulis, Marc tidak menimbulkan kontak apapun, tidak melanggar aturan apapun. Tapi kami merasa tingkahnya menimbulkan masalah pada Vale, yang akhirnya bereaksi. Sayangnya, reaksi Vale lah yang melanggar aturan," tutup Webb.
(kpl/kny)
Kepada MotoGP.com, Webb menyatakan bahwa pihaknya menjatuhkan tiga poin penalti kepada Rossi atas cara membalap yang tak bertanggung jawab, dan yang menimbulkan adanya kontak. Pengawas Balap menilai The Doctor dengan sengaja melebar di tikungan dengan tujuan memaksa Marquez keluar dari garis balap dan menghasilkan kecelakaan.
Usai balap, Webb pun memanggil keduanya untuk diinterogasi. "Marc menjelaskan bahwa ia berkendara dengan normal, menunggu bannya terasa lebih baik dan ia melaju cepat ketika ia bisa dan melambat ketika diperlukan. Vale berpendapat bahwa Marc sengaja melakukannya agar ia melambat dan menurutnya tindakan itu tidak fair," ujar pria asal Selandia Baru ini.
Pengawas Balap pun meyakini kedua belah pihak sama-sama melakukan kesalahan, hanya saja Marquez tak mendapat hukuman karena dinilai tak menyalahi aturan tertulis apapun. Sementara Rossi mendapat hukuman karena dinilai sengaja melakukan "tendangan" kepada Marquez hingga terjatuh dan gagal finis.
"Kami mendengarkan keduanya. Menurut kami, keduanya sama-sama bersalah. Namun berdasarkan aturan tertulis, Marc tidak menimbulkan kontak apapun, tidak melanggar aturan apapun. Tapi kami merasa tingkahnya menimbulkan masalah pada Vale, yang akhirnya bereaksi. Sayangnya, reaksi Vale lah yang melanggar aturan," tutup Webb.
(kpl/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 21:13Yan Diomande Ungkap Alasan Pilih Real Madrid, Wujudkan Mimpi Sejak Kecil
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 20:30Rodri Cabut, Manchester City Kejar Gelandang Chelsea Ini
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 20:04Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 20:00Manchester United Jadi Rekrut Manu Koke Gak Sih?
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 19:30Kabar Terbaru Malo Gusto: Jadi Pindah ke Manchester City?
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:50Prabowo Beri Nilai Memuaskan untuk Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:38BGN Segera Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:34Kepala BGN Minta Maaf Marak Kasus Keracunan MBG
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:25Prabowo Pamer Kerja Nyata, Bangun 2.500 Jembatan Desa
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:15Prabowo Sebut Pendapatan Danantara Melonjak 400 Persen dalam Satu Tahun
-
Liputan6 7 Agustus 2026 19:56950 Dapur MBG Diduga Tak Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318605/original/004120900_1786110281-IMG_2807.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295136/original/006741400_1783915651-mbg2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318604/original/089170000_1786109673-IMG_20260807_161304_740.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318598/original/018414500_1786108747-IMG_2793.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318593/original/056778300_1786108369-IMG_2804.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318586/original/083221800_1786107411-IMG_20260807_161335_949.jpg)
