Media Prancis (Kembali) Bantai Les Bleus

Media Prancis (Kembali) Bantai Les Bleus
Raymond Domenech (c)AFP
- Seperti sudah diduga, media Prancis melancarkan kritik pedas menyusul penampilan memalukan timnas Prancis di Piala Dunia 2010, terutama setelah Les Bleus harus tersingkir di fase grup.

Prancis tersungkur di laga pamungkas ketika ditekuk tuan rumah Afrika Selatan 2-1, membuat mereka terbenam di dasar klasemen setelah hanya bisa mengoleksi satu poin dari tiga laga serta hanya mengemas satu gol.

Kebanyakan media Prancis bisa menerima hasil tersebut dan memandang berakhirnya era Raymond Domenech dengan perasaan lega.

Halaman depan Liberation memasang tajuk 'Sekali Lagi Bravo!' diikuti baris yang bertuliskan 'Dikalahkan 2-1 oleh Afrika Selatan, Les Bleus keluar dari Piala Dunia. Komedi tragis akhirnya usai.'

Di halaman dalam mereka mengingatkan bahwa Prancis berada di Piala Dunia kali ini hanyalah karena handsball Thierry Henry di partai playoff. 'Vae Victis (Duka Untuk Yang Hilang). Lagipula, tim ini telah jatuh sengsara sejak memulainya dengan kecurangan'.

Harian regional Sud-Ouest dan La Provence sama-sama merasa senang bahwa penderitaan telah usai. Sud-Quest menulis: 'Jarang sekali kekalahan diterima dengan begitu lega. Lebih baik lagi jika Les Bleus tak pernah terbang ke Afrika Selatan'.

Sementara halaman depan La Provence tertulis 'Semua usai dan itu lebih baik' diikuti dengan 'Malapetaka di atas lapangan dan juga di luar lapangan, Les Bleus harus segera melakukan pembangunan ulang'.

Harian olah raga L'Equipe, memasang headline 'Akhir Dunia' sekaligus menatap ke depan sembari mendesak pemerintah 'untuk mengulurkan kekuatan mereka sehingga Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) tak lagi berada di tangan orang-orang tolol'.

Le Progres lebih sederhana lagi kala memasang judul 'Selamat Tinggal, Orang-Orang Bodoh!'

Le Journal de la Haute-Marne menghadirkan judul yang lebih pedas: 'Gagal menampilkan performa bagus di lapangan, para pemain Prancis masih meraih prestasi bagus: menjadi bahan tertawaan seluruh dunia'.

Sedangkan France Soir hanya memasang tajuk sederhana 'Dan Sekarang, Kekacauan Besar' seraya menyitir pernyataan kapten Patrice Evra: "Pelatih melarang saya berbicara namun Prancis bakal segera mengetahui kebenarannya." (espn/row)

Berita Terkait