Caroline Wozniacki Tersingkir Dari WTA Championships

Caroline Wozniacki Tersingkir Dari WTA Championships
Caroline Wozniacki (c) AFP
- Caroline Wozniacki, yang pada Rabu merayakan tahun kedua berturut-turut sebagai pemain nomor satu dunia pada akhir tahun, tersingkir dari WTA Championships, Kamis (27/10).


Meskipun petenis Denmark berusia 21 tahun itu telah memuncaki ranking dunia selama 64 pekan penuh, ia disingkirkan oleh Petra Kvitova, juara Wimbledon dari Republik Ceko.


Ada saat-saat Wozniacki kurang enak badan ketika ia kalah 4-6, 2-6.


Dua kali ia memanggil ayah sekaligus pelatihnya Piotr ke lapangan dan sekali ia meminta trainer, yang datang untuk mengukur tekanan darahnya, dan kemunduran itu membuat Wozniacki hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan grup.


Kemenangan Kvitova memastikan ia lolos ke semifinal setelah dua pertandingan, dan bahwa baik Vera Zvonareva, petenis Rusia yang mengalahkan Wozniacki pada Rabu, maupun Agnieszka Radwanska dari Polandia, akan berakhir di atas petenis peringkat teratas itu.


Hal itu membuat ganjil usai presentasi yang dibuat setelah ia menjadi petenis nomor satu pada akhir tahun menyusul penarikan diri Maria Sharapova karena cedera pergelangan kaki pada malam sebelumnya.


Dominasi Wozniacki pada ranking dilukiskan sebagai "pencapaian pribadi yang tinggi" oleh Stacey Allaster, kepala eksekutif WTA, yang namanya kemudian dikaitkan dengan tujuh petenis putri -- termasuk Martina Navratilova dan Steffi Graf -- yang mengakhiri musim berturut-turut sebagai nomor satu.


Wozniacki sendiri menyebutnya "mimpi yang menjadi kenyataan", tetapi bisa dibilang dapat menjadi dorongan besar bagi dia untuk memenangi WTA Championships, gelar yang lebih besar dari yang belum pernah ia menangi.


Itulah yang menginspirasi Amelie Mauresmo, petenis favorit Prancis yang sudah pensiun, memenangi dua gelar Grand Slam dalam beberapa bulan setelah meraih gelar WTA Championships di Los Angeles pada 2005.


Alih-alih seperti Mauresmo, Wozniacki jelas gagal memenangi Grand Slam.


Di Istanbul ia tampak seperti pemain yang dikaruniai fisik, dengan gerakan luar biasa, kesadaran taktis, dan konsistensi, namun tanpa kemampuan atau senjata yang dapat mengeluarkannya dari masalah.


"Saya telah berusaha yang terbaik, tetapi badan saya tidak mau melakukan yang saya minta hari ini," kata Wozniacki. "Yang saya katakan ke otak tidak dilanjutkan ke badan saya.


"Banyak hal terjadi pekan ini. Ini hanya kekurang-beruntungan bahwa badan saya merasa lelah. Sakit sekarang bukan saat terbaik jika Anda ingin mengalahkan pemain-pemain top.


"namun demikian itu bukan ingin mengatakan Petra tidak akan memenangi pertandingan. Ia sudah bermain sangat baik dan ia pantas memenangi dua pertandingannya." Kvitova tampak mematikan dengan pukulan mendatarnya, bahkan di lapangan yang lebih lamban, dan servis kidalnya yang menyudut sangat memperdaya. Dalam kondisi seperti itu ia sulit dibendung.


Akan tetapi Victoria Azarenka lah yang tampak sebagai pemain terkuat saat ini.


Kemenangannya 6-2, 6-2 atas Li Na, juara Prancis Terbuka dari China, membutuhkan waktu lebih sedikit dari satu setengah jam, dan menjamim tempat di semifinal, sekali pun ia kalah pada Jumat dari Marion Bartoli asal Prancis, yang menggantikan Sharapova.


Bartoli dipastikan memperoleh 50.000 dolar AS meskipun ia kalah. ia bisa menambah total tersebut sampai 115.000 dolar AS hanya dengan memenangi satu pertandingan.
 (ant/lex)

Berita Terkait