
Bola.net - Aryna Sabalenka tidak lagi menahan diri. Sang petenis nomor satu dunia baru saja melepaskan kritik tajam terhadap otoritas tenis putri dunia (WTA) terkait jadwal kompetisi yang dinilainya tidak manusiawi.
Pernyataan keras ini terlontar hanya beberapa hari jelang bergulirnya Grand Slam pembuka tahun, Australian Open 2026. Sabalenka menyebut kalender turnamen saat ini sebagai sesuatu yang "gila" dan berpotensi merusak tubuh atlet.
Bagi petenis asal Belarusia ini, kesehatan fisik kini menjadi prioritas mutlak. Ia bahkan secara terbuka menyatakan siap menerima sanksi denda atau pengurangan poin peringkat demi mendapatkan waktu istirahat yang layak.
Sikap ini bukan sekadar keluhan, melainkan bentuk "pemberontakan" halus terhadap sistem yang dianggapnya lebih mementingkan aspek komersial ketimbang perlindungan pemain.
Mustahil Meniru Jejak Serena Williams

Dalam konferensi pers usai laga perempat final Brisbane International, Kamis (8/1), Sabalenka membandingkan situasinya dengan era legenda tenis, Serena Williams.
Menurutnya, pemain masa kini tidak lagi memiliki kemewahan untuk memilih turnamen sesuka hati seperti yang pernah dilakukan Serena. Aturan wajib (mandatory events) yang diterapkan WTA saat ini jauh lebih ketat dan mengikat.
"Musim ini benar-benar gila, dan itu faktanya. Aturannya cukup rumit dengan adanya turnamen wajib," ujar Sabalenka dengan nada frustrasi.
"Apa yang dilakukan Serena dulu, aturannya berbeda. Sekarang, jika saya tidak cukup bermain di turnamen level 500, mereka mendenda kami dengan pengurangan poin. Itu terjadi pada saya dan Iga (Swiatek) musim lalu," tambahnya.
Tubuh yang Mulai Berteriak
Keputusan berani Sabalenka untuk absen di beberapa turnamen mendatang bukan tanpa alasan. Trauma cedera musim lalu masih membekas jelas dalam ingatannya.
Petenis berusia 27 tahun ini sempat menderita cedera bahu yang memaksanya mundur dari Wimbledon. Ia tidak ingin mimpi buruk itu terulang di musim 2026 hanya karena memaksakan diri mengejar poin.
"Meskipun aturannya wajib, jika saya merasa tubuh saya butuh istirahat, saya akan mengambil istirahat itu," tegasnya.
Ia pun menyindir prioritas pemangku kebijakan tenis dunia. "Mereka tidak fokus melindungi kami semua; mereka fokus pada hal lain," sindirnya, merujuk pada kepentingan bisnis penyelenggara.
Epidemi Kelelahan Petenis Elit
Apa yang disuarakan Sabalenka hanyalah puncak gunung es. Keluhan serupa juga datang dari pesaing terberatnya, Iga Swiatek, dan bintang muda Amerika Serikat, Coco Gauff.
Swiatek sebelumnya telah menyoroti tekanan mental dan fisik akibat jadwal padat yang memicu burnout. Sementara Gauff menyebut tuntutan kompetisi di awal musim membuat pemain sulit membangun momentum tanpa kelelahan berlebih.
Sistem yang mewajibkan pemain Top 10 untuk berkompetisi setidaknya di 18 turnamen per tahun, ditambah empat Grand Slam, kini menjadi sorotan tajam.
Kritik ini datang di saat yang krusial. Australian Open akan segera dimulai pada 12 Januari hingga 2 Februari di Melbourne. Para pemain elit kini dihadapkan pada dilema: mematuhi aturan demi peringkat, atau "membangkang" demi umur panjang karier.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 9 Juli 2026 23:08Jorge Jesus Capai Kesepakatan Latih Portugal
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 07:00Man of the Match Norwegia vs Inggris: Jude Bellingham
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 02:52Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 01:59Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 00:48Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris
BERITA LAINNYA
-
tenis 6 Juli 2026 05:20Kejutan! Naomi Osaka Singkirkan Aryna Sabalenka dari Wimbledon 2026
SOROT
-
Liputan6 12 Juli 2026 01:15Bahlil ke Kader Golkar: Jangan Jadi ABS, Berani Koreksi Pemerintah
-
Liputan6 12 Juli 2026 00:28Bahlil Jagokan Wihaji Pimpin MKGR: Saya Kenal Sejak Sama-Sama Susah
-
Liputan6 11 Juli 2026 22:4426 Negara Hadiri KAA 2026, Ada Agenda Khusus untuk Palestina
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:5510 Orang Lapor, USU Panggil Terduga Pelaku Pelecehan
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:20Heboh Pelecehan Mahasiswa USU, 58 Orang Mengaku jadi Korban
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293506/original/046378000_1783729773-Konferensi-pers-Jampidsus-100726-Ada-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294117/original/085082200_1783793940-IMG_1881.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294111/original/057841000_1783791065-IMG_1885.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294092/original/079672400_1783785034-2f6f6d83-bc05-4f66-ae73-21e5369298d4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3140410/original/013963200_1590913705-USU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294065/original/010736400_1783779790-002350a9-58ca-4007-97f2-b67ea96f94ae.jpg)
