
Bola.net - Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mengaku tak peduli dengan rencana Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang akan membentuk Tim Nasional Indonesia tandingan.
Pasalnya, APPI menegaskan bahwa Tim Nasional Indonesia tidak boleh diduplikasi. Terlebih, APPI tidak akan mengakui adanya Timnas bentukan KPSI lantaran tidak bertalian dengan FIFA dan AFC.
"Tim Nasional Indonesia hanya boleh ada satu," tegas CEO APPI, Valentino Simanjuntak.
"Termasuk, APPI hanya mengakui Timnas bentukan PSSI. Sedangkan jika ada pihak-pihak yang berani membentuk Timnas tandingan, kami sama sekali tidak akan menganggap keberadaannya," tambahnya.
"Kami juga ingin segera terciptanya rekonsiliasi agar persoalan-persoalan yang ada bisa diselesaikan. Kami memercayai terjadinya rekonsiliasi karena tidak ada kata terlambat. Yang penting, semua pihak harus bernegosiasi," tukasnya.
Jika tidak ada penyelesaian dualisme kompetisi, menurutnya, otomatis para pemain yang akan menjadi korbannya. Pasalnya, mereka tidak mengetahui dalam pengambilan sikap mengenai adanya dua kompetisi.
Sebelujnya, La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mengklaim sebagai Ketua Umum PSSI, memang memiliki rencana membentuk Timnas. Dia bahkan berniat menggandeng Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan sebagai juru taktik Timnas Senior dan Timnas U-23.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Jawa Timur tersebut beralasan, pembentukan Timnas hanya bertujuan membantu PSSI yang diketuai Djohar Arifin.
Selain membentuk Timnas, La Nyalla terus berupaya keras mendapatkan pengakuan dari FIFA ataupun AFC. (esa/end)
Pasalnya, APPI menegaskan bahwa Tim Nasional Indonesia tidak boleh diduplikasi. Terlebih, APPI tidak akan mengakui adanya Timnas bentukan KPSI lantaran tidak bertalian dengan FIFA dan AFC.
"Tim Nasional Indonesia hanya boleh ada satu," tegas CEO APPI, Valentino Simanjuntak.
"Termasuk, APPI hanya mengakui Timnas bentukan PSSI. Sedangkan jika ada pihak-pihak yang berani membentuk Timnas tandingan, kami sama sekali tidak akan menganggap keberadaannya," tambahnya.
"Kami juga ingin segera terciptanya rekonsiliasi agar persoalan-persoalan yang ada bisa diselesaikan. Kami memercayai terjadinya rekonsiliasi karena tidak ada kata terlambat. Yang penting, semua pihak harus bernegosiasi," tukasnya.
Jika tidak ada penyelesaian dualisme kompetisi, menurutnya, otomatis para pemain yang akan menjadi korbannya. Pasalnya, mereka tidak mengetahui dalam pengambilan sikap mengenai adanya dua kompetisi.
Sebelujnya, La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mengklaim sebagai Ketua Umum PSSI, memang memiliki rencana membentuk Timnas. Dia bahkan berniat menggandeng Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan sebagai juru taktik Timnas Senior dan Timnas U-23.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Jawa Timur tersebut beralasan, pembentukan Timnas hanya bertujuan membantu PSSI yang diketuai Djohar Arifin.
Selain membentuk Timnas, La Nyalla terus berupaya keras mendapatkan pengakuan dari FIFA ataupun AFC. (esa/end)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 7 Juni 2026 07:00Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 06:00Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 7 Juni 2026 07:00Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Nonton Live Streaming FIFA Matchday 2026: Indonesia vs Oman
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Nonton Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di SCTV dan Indosiar - FIFA Matchday
Jadwal Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026, Siaran Langsung Indosiar dan SCTV, Live Streaming Vidio
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)

