Pelatih Oman Sebut Timnas Indonesia Bisa Bersaing di Asia Usai Kalah Telak 0-3: Mereka Punya Peluang Besar!

Pelatih Oman Sebut Timnas Indonesia Bisa Bersaing di Asia Usai Kalah Telak 0-3: Mereka Punya Peluang Besar!
Pemain Timnas Indonesia merayakan aksi Emil Audero menyelamatkan penalti pada laga lawan Oman (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Kekalahan 0-3 dari Timnas Indonesia tidak membuat pelatih Oman, Tarik Sektioui menutup mata terhadap kualitas lawannya. Ia justru melihat Skuad Garuda sebagai tim yang memiliki prospek cerah untuk bersaing di level Asia.

Oman menyerah tiga gol tanpa balas dalam laga uji coba yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Hasil tersebut menjadi kemenangan bersejarah bagi Timnas Indonesia atas Oman.

Sektioui mendapat pertanyaan mengenai peluang Timnas Indonesia di persaingan Asia. Juru taktik berkebangsaan Maroko itu memberikan penilaian positif terhadap perkembangan Skuad Garuda.

"Saya pikir Indonesia punya peluang besar," ujar Sektioui kepada wartawan.

Kondisi Fisik Sangat Baik

Kondisi Fisik Sangat Baik

Pelatih Timnas Oman, Tarik Sektioui. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Menurut Sektioui, kualitas Timnas Indonesia tidak hanya terlihat pada satu sektor permainan. Ia menilai Skuad Garuda memiliki keseimbangan yang baik di berbagai lini.

"Mereka tim yang bagus di ketiga lini dan memiliki kemampuan fisik yang sangat baik untuk bersaing," kata Sektioui.

Lebih lanjut, ia juga diminta menjelaskan aspek permainan Timnas Indonesia yang menurutnya paling berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. Ia membahas kekuatan fisik sebagai salah satu faktor yang sangat menentukan.

"Mengenai lawan, aspek fisik memainkan peran sangat besar," ucapnya.

Permainan Intensitas Tinggi

Permainan Intensitas Tinggi

Timnas Indonesia saat menghadapi Timnas Oman di SUGBK, Jumat (05/06/2026). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Sektioui menjelaskan bahwa kekuatan fisik tersebut membuat para pemain Timnas Indonesia mampu menjalankan permainan dengan intensitas tinggi. Kondisi itu turut membantu tuan rumah menguasai ruang dan mengendalikan pertandingan.

"Kekuatan fisik tersebut membuat mereka mampu bermain cepat, memiliki daya ledak, dan mengontrol ruang di lapangan, terutama di babak pertama," tutur Sektioui.

"Namun itu juga tidak lepas dari kesalahan taktis yang kami lakukan sehingga menguntungkan mereka," imbuhnya.