Hasil Kolombia vs Peru: Skor 0-0
Editor Bolanet | 22 Juni 2015 04:02
- Pertandingan terakhir nan menentukan di grup C Copa America 2015 antara versus , Senin (22/06) yang digelar di Estadio Municipal Bicentenario Germn Becker, berkesudahan dengan hasil sama kuat dan tanpa gol, 0-0.
Instruksi yang diberikan Pekerman sangat jelas tergambar, Kolombia langsung menggeber serangan sejak dimulainya babak pertama. Skill menawan James Rodriguez dalam melewati lawan membuatnya dilanggar, tapi tendangan bebasnya dibuang Lobaton.
Lalu dari skema tendangan sudut, melepaskan tendangan ke arah gawang dari jarak dekat, Gallese sigap mengamankan gawang. Di menit ketujuh, Falcao kembali menyeruak dan memberi umpan pada Zapata, sayang eksekusinya tidak bagus.
Kolombia menguasai pertandingan dan mencengkeram Peru begitu rupa. Sementara sang lawan berusaha mati-matian agar tidak tertinggal lebih dulu. Lewat menit ke-25, kecepatan yang dikembangkan Kolombia mulai berkurang, dan setiap kali James maju menyerang, ia dikawal oleh dua pemain Peru.
Baru pada menit 33 Peru punya peluang. Sayangnya Ascues tidak bisa mengarahkan bola dengan baik, tendangannya hanya membuat si kulit bundar melayang di atas mistar Ospina.
Tiga menit menuju akhir waktu normal babak pertama lagi-lagi Peru membuang peluang. Dengan cermat Pizarro mengirim umpan ke pertahanan lawan, hanya saja Guerrero gagal menceploskan bola.
Sama-sama tumpul, kedua tim memasuki ruang ganti pemain dengan kedudukan tanpa gol. Setelah jeda antar babak, Peru berhasil melanjutkan momentum yang mereka raih di akhir babak pertama.
Kesalahan terjadi di pertahanan Los Cafeteros, Joel Sanchez muncul dan melepaskan tendangan first time, Ospina beraksi dan menepis bola di menit 52.
Jelang satu jam berjalannya laga, kedua pelatih sama-sama melakukan pergantian pemain dengan menurunkan penyerang. Victor Ibarbo masuk untuk Pablo Armero, sedangkan Jefferson Farfan menggantikan Claudio Pizarro.
Tak lama kemudian, Falcao yang tak banyak bergerak di babak kedua ditarik keluar dan digantikan Jackson Martinez. Pergantian ini hampir mengubah arah pertandingan.
Di menit 68, Kolombia melancarkan serangan balik. James mengarahkan sundulan untuk Gutierrez dan bola dikembalikan ke arah pemain Real Madrid itu. Tendangannya diblok sehingga peluang terbuka dari rebound, sayang Martinez tak mampu memaksimalkannya.
Di saat Farfan mencoba menembus pertahanan lewat kiri, James berusaha untuk memberi suplai yang dibutuhkan para penyerang Kolombia lainnya.
Konsentrasi dan fokus pertahanan Peru juga tidak menurun sedikit pun, empat menit sebelum bubar, Advincula memotong umpan Ibarbo ke tiang jauh yang dialamatkan untuk Martinez.
Di penghujung laga harapan untuk Kolombia kembali muncul. Sanchez menyodorkan bola untuk Martinez, tendangan voli dilepas dari sudut sempit, tapi bola mengarah tepat ke Gallese.
Wasit Argentina, Nestor Pitana meniupkan peluit panjang dan skor tetap 0-0. Hasil ini membuat Peru (4 poin) dipastikan lolos ke perempat final, namun Kolombia (4 poin, namun kalah agresivitas gol) harus membutuhkan bantuan Brasil, dengan kata lain Kolombia bisa lolos bila Brasil mengalahkan Venezuela beberapa saat lagi.
Susunan pemain
Instruksi yang diberikan Pekerman sangat jelas tergambar, Kolombia langsung menggeber serangan sejak dimulainya babak pertama. Skill menawan James Rodriguez dalam melewati lawan membuatnya dilanggar, tapi tendangan bebasnya dibuang Lobaton.
Lalu dari skema tendangan sudut, melepaskan tendangan ke arah gawang dari jarak dekat, Gallese sigap mengamankan gawang. Di menit ketujuh, Falcao kembali menyeruak dan memberi umpan pada Zapata, sayang eksekusinya tidak bagus.
Kolombia menguasai pertandingan dan mencengkeram Peru begitu rupa. Sementara sang lawan berusaha mati-matian agar tidak tertinggal lebih dulu. Lewat menit ke-25, kecepatan yang dikembangkan Kolombia mulai berkurang, dan setiap kali James maju menyerang, ia dikawal oleh dua pemain Peru.
Baru pada menit 33 Peru punya peluang. Sayangnya Ascues tidak bisa mengarahkan bola dengan baik, tendangannya hanya membuat si kulit bundar melayang di atas mistar Ospina.
Tiga menit menuju akhir waktu normal babak pertama lagi-lagi Peru membuang peluang. Dengan cermat Pizarro mengirim umpan ke pertahanan lawan, hanya saja Guerrero gagal menceploskan bola.
Sama-sama tumpul, kedua tim memasuki ruang ganti pemain dengan kedudukan tanpa gol. Setelah jeda antar babak, Peru berhasil melanjutkan momentum yang mereka raih di akhir babak pertama.
Kesalahan terjadi di pertahanan Los Cafeteros, Joel Sanchez muncul dan melepaskan tendangan first time, Ospina beraksi dan menepis bola di menit 52.
Jelang satu jam berjalannya laga, kedua pelatih sama-sama melakukan pergantian pemain dengan menurunkan penyerang. Victor Ibarbo masuk untuk Pablo Armero, sedangkan Jefferson Farfan menggantikan Claudio Pizarro.
Tak lama kemudian, Falcao yang tak banyak bergerak di babak kedua ditarik keluar dan digantikan Jackson Martinez. Pergantian ini hampir mengubah arah pertandingan.
Di menit 68, Kolombia melancarkan serangan balik. James mengarahkan sundulan untuk Gutierrez dan bola dikembalikan ke arah pemain Real Madrid itu. Tendangannya diblok sehingga peluang terbuka dari rebound, sayang Martinez tak mampu memaksimalkannya.
Di saat Farfan mencoba menembus pertahanan lewat kiri, James berusaha untuk memberi suplai yang dibutuhkan para penyerang Kolombia lainnya.
Konsentrasi dan fokus pertahanan Peru juga tidak menurun sedikit pun, empat menit sebelum bubar, Advincula memotong umpan Ibarbo ke tiang jauh yang dialamatkan untuk Martinez.
Di penghujung laga harapan untuk Kolombia kembali muncul. Sanchez menyodorkan bola untuk Martinez, tendangan voli dilepas dari sudut sempit, tapi bola mengarah tepat ke Gallese.
Wasit Argentina, Nestor Pitana meniupkan peluit panjang dan skor tetap 0-0. Hasil ini membuat Peru (4 poin) dipastikan lolos ke perempat final, namun Kolombia (4 poin, namun kalah agresivitas gol) harus membutuhkan bantuan Brasil, dengan kata lain Kolombia bisa lolos bila Brasil mengalahkan Venezuela beberapa saat lagi.
Susunan pemain
: Ospina; Arias, Murillo, Zapata, Armero (Ibarbo 57); C. Sanchez, Valencia (Mejia 24); Cuadrado, James Rodriguez; Falcao (Jackson Martinez 66), Gutierrez.
Peru : Gallese; Advincula, Zambrano, Ascues, Vargas; J. Sanchez (Hurtado 81), Lobaton, Ballon, Cueva (Yotun 90); Pizarro (Farfan 56); Guerrero. (bola/dct)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persija Taklukkan Persik Kediri 2-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:04
-
Hasil Persebaya Surabaya vs Madura United: Bajul Ijo Menang 3-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 20:57
-
Hasil Liverpool vs Brighton: The Reds Menang 2-0, Pangkas Jarak di Papan Atas
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 23:00
-
Hasil Man Utd vs Bournemouth: Setan Merah Dibantai 0-3 di Old Trafford
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 22:57
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




