Messi Dinilai Tak Pantas Kapteni Argentina
Editor Bolanet | 7 Juli 2015 01:17
- Lionel Messi dinilai tak pantas lagi menjadi kapten tim nasional . Opini tentang kelayakan bintang tersebut disuarakan oleh salah satu editor Ole, harian sepak bola terbesar di Argentina.
Dilansir 101 Great Goals, opini tersebut muncul setelah Argentina kalah adu penalti 1-4 melawan di final Copa America 2015. Dengan kegagalan itu, berarti Argentina sudah puasa trofi 22 tahun lamanya.
Tahun lalu, dikapteni Messi, Argentina gagal menjadi juara Piala Dunia setelah kalah melawan Jerman di final. Di Chile 2015, Messi dan rekan-rekannya kembali tak bisa memenuhi ekspektasi masyarakat Argentina.
Jika mencari siapa yang pantas disalahkan, maka ada banyak. Salah satunya adalah pelatih Gerardo Martino, yang dianggap salah meramu taktik melawan Chile hingga membuat sang kapten dan bintang utama Argentina, Messi, jadi terisolasi di atas lapangan.
Bicara tentang Messi, editor Ole Leo Farinella mengungkapkan kekecewaannya. Menurut dia, performa peraih empat Ballon d'Or itu di final jauh dari kata memuaskan. Dalam editorialnya, dia juga menyerukan agar ban kapten Argentina dicopot dari lengan La Pulga.
Tim tidak menampilkan permainan terbaik di final, terutama kapten Messi, yang lebih banyak berjalan di lapangan.
Ini saatnya kita menghadapi kenyataan dan menyiapkan sebuah tim yang 'lebih Mascherano' di masa mendatang. Ban kapten berada di lengan orang yang salah. Cukup sampai sini saja.
Pemain terbaik dunia tak bisa mewakili kita di saat-saat penting.
Performanya (di final) tidak bisa diterima.
Memang ada kalanya seorang pemain tampil bagus, dan jelek di waktu lainnya.
Namun, seorang pemain tak seharusnya membiarkan dirinya hanya berjalan di atas lapangan tanpa tujuan, sementara rekan-rekannya berjuang dengan keras.
Ole adalah harian sepak bola terbesar di Argentina. Editorial ini jelas sebuah editorial yang cukup sensasional. [initial]
(101/gia)
Dilansir 101 Great Goals, opini tersebut muncul setelah Argentina kalah adu penalti 1-4 melawan di final Copa America 2015. Dengan kegagalan itu, berarti Argentina sudah puasa trofi 22 tahun lamanya.
Tahun lalu, dikapteni Messi, Argentina gagal menjadi juara Piala Dunia setelah kalah melawan Jerman di final. Di Chile 2015, Messi dan rekan-rekannya kembali tak bisa memenuhi ekspektasi masyarakat Argentina.
Jika mencari siapa yang pantas disalahkan, maka ada banyak. Salah satunya adalah pelatih Gerardo Martino, yang dianggap salah meramu taktik melawan Chile hingga membuat sang kapten dan bintang utama Argentina, Messi, jadi terisolasi di atas lapangan.
Bicara tentang Messi, editor Ole Leo Farinella mengungkapkan kekecewaannya. Menurut dia, performa peraih empat Ballon d'Or itu di final jauh dari kata memuaskan. Dalam editorialnya, dia juga menyerukan agar ban kapten Argentina dicopot dari lengan La Pulga.
Tim tidak menampilkan permainan terbaik di final, terutama kapten Messi, yang lebih banyak berjalan di lapangan.
Ini saatnya kita menghadapi kenyataan dan menyiapkan sebuah tim yang 'lebih Mascherano' di masa mendatang. Ban kapten berada di lengan orang yang salah. Cukup sampai sini saja.
Pemain terbaik dunia tak bisa mewakili kita di saat-saat penting.
Performanya (di final) tidak bisa diterima.
Memang ada kalanya seorang pemain tampil bagus, dan jelek di waktu lainnya.
Namun, seorang pemain tak seharusnya membiarkan dirinya hanya berjalan di atas lapangan tanpa tujuan, sementara rekan-rekannya berjuang dengan keras.
Ole adalah harian sepak bola terbesar di Argentina. Editorial ini jelas sebuah editorial yang cukup sensasional. [initial]
Klik Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
LATEST UPDATE
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













