Cerita Nurfendi Sang Peraih Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025: Pindah Cabor Berujung Prestasi

Cerita Nurfendi Sang Peraih Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025: Pindah Cabor Berujung Prestasi
Nurfendi tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas di ASEAN Para Games 2025 (c) Dok. Media NPC Indonesia

Bola.net - Keberhasilan Nurfendi mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di ASEAN Para Games 2025 menjadi sorotan utama sejak hari pembukaan. Atlet asal Daerah Istimewa Yogyakarta itu mencatat sejarah lewat nomor para balap sepeda.

Momen bersejarah tersebut terjadi di kawasan Suranaree University of Technology, Thailand, Rabu (21/1/2026) pagi. Tangis haru pecah ketika Nurfendi menjadi yang tercepat di nomor men's individual time trial kategori B.

Prestasi ini terasa istimewa karena Nurfendi bukan atlet unggulan. Bahkan, target awal yang dipatok sebelum berangkat ke Thailand hanyalah medali perak.

Di balik emas pertama Indonesia itu, tersimpan kisah perjalanan panjang. Keputusan berpindah cabang olahraga delapan tahun lalu menjadi titik balik yang mengubah arah karier Nurfendi secara drastis.

1 dari 3 halaman

Keputusan Berani yang Mengubah Arah Karier

Nurfendi sejatinya tidak langsung menekuni para balap sepeda. Ia mengawali kariernya sebagai atlet para atletik setelah bergabung dengan NPC Indonesia sejak 2011.

Namun, perjalanan di cabang atletik tidak memberinya kepuasan prestasi. Performa yang stagnan membuatnya mulai mempertimbangkan pilihan lain demi masa depan yang lebih kompetitif.

Keputusan penting itu diambil pada 2018, saat ia beralih ke para balap sepeda. Langkah tersebut menjadi fondasi dari seluruh pencapaian yang kini diraihnya di level Asia Tenggara.

"Awal saya bergabung ke NPC Indonesia itu tahun 2011. Awalnya saya ikut di atletik dulu. Namun setelah berjalannya waktu, saya mulai gabung di para balap sepeda tahun 2018," kata Nurfendi, Rabu (21/1/2026).

2 dari 3 halaman

Dari Target Perak hingga Mengalahkan Unggulan Thailand

Dari Target Perak hingga Mengalahkan Unggulan Thailand

Nurfendi tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas di ASEAN Para Games 2025 (c) Dok. Media NPC Indonesia

Di ASEAN Para Games 2025, Nurfendi turun bersama pilotnya, Mufti Fadilah Salma. Pasangan ini datang ke Thailand tanpa status favorit juara.

Target medali perak didasarkan pada hasil kejuaraan Desember 2025. Saat itu, Nurfendi/Mufti kalah dari tandem Thailand, Surachai Yokphanitchakit/Jetsada, dengan selisih sekitar 10 detik.

Sebulan berselang, situasi berbalik. Nurfendi/Mufti menuntaskan balapan sejauh 31,2 kilometer dengan waktu 41 menit 59,763 detik, unggul 10 detik dari pasangan Thailand.

"Awal start sempat merasakan ketegangan yang sangat luar biasa. Tetapi setelah berjalannya satu lap, dua lap, ketegangan itu bisa hilang karena melihat atau mendengar gap waktu dari para coach, akhirnya bisa lebih rileks," ungkap peraih medali perak Asian Para Games 2022 tersebut.

3 dari 3 halaman

Mental Mandiri dan Perjuangan Sejak Remaja

Ketangguhan mental Nurfendi terbentuk sejak usia remaja. Keterbatasan fisik tidak membuatnya bergantung pada orang lain, melainkan mendorongnya untuk hidup mandiri.

Motivasi awalnya sederhana. Ia hanya ingin mampu berdiri di atas kakinya sendiri dan tidak menjadi beban bagi keluarga.

"Saya tidak pernah bermimpi (seperti sekarang). Awal mengenal masuk ke sekolah luar biasa itu hanya berpikirnya untuk bisa hidup mandiri, tidak menyusahkan orang tua, seperti itu," ujar Nurfendi dengan nada penuh haru.

Nilai-nilai tersebut terus dibawanya hingga menjadi atlet nasional. Disiplin, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan besar menjadi kunci kebangkitannya.

Sumber: Media NPC Indonesia