Awali Karier di Jepang, Ini Alasan Park Ji-Sung
Editor Bolanet | 28 Maret 2015 22:33
Di usianya yang masih 19 tahun pada 2000 silam, Park memutuskan menerima tawaran Sanga. Park pun memiliki alasan tersendiri mengapa ia memutuskan hijrah ke Jepang.
Karena ketika saya masih muda saya sangat ingin menjadi pesepakbola profesional, namun di K-League (Liga Korea) tak ada klub yang menawari saya bergabung. ungkap Park dalam wawancara eksklusif dengan di Malang, Sabtu (28/3).
Lalu ada klub Jepang (Sanga) yang meminta saya datang, dan saya tak punya pilihan lain karena ingin menjadi pesepakbola profesional. Jadi saya pun pergi ke Jepang. sambungnya.
Bersama Kyoto Purple Sanga yang kini berubah nama menjadi hanya Kyoto Sanga tersebut, Park bermain selama tiga musim sebelum akhirnya merintis jalan ke Eropa setelah bergabung dengan raksasa Belanda, PSV Eindhoven. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Park Ji-Sung Kenang Masa-masa Indah di Manchester United
- Clear Bakal Kirim 11 Talenta Muda Indonesia ke Old Trafford
- Park Ji-Sung Ungkap Rahasia Matikan Pirlo
- Ini Alasan Clear Pilih Kerja Sama dengan Manchester United
- Park Ji-Sung Bicara Pembinaan Pemain Muda di Korea Selatan
- Berkat Fergie, Park Ji-Sung Berani Lawan Bintang Kelas Dunia
- Park Ji-Sung: Sir Alex Ferguson Pria Terhebat di Dunia
- Park Ji-Sung Larang Pemain Lain Ikuti Dirinya
- Park Ji-Sung Buka Rahasia Kesuksesan di Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sandy Walsh OTW Jepang, Segera Gabung Yokohama F. Marinos
Tim Nasional 7 Februari 2025, 11:11
-
Rekap J.League Musim 2024: Siapa yang Promosi dan Siapa yang Degradasi?
Asia 15 Desember 2024, 00:18
-
Mengenal Kota Takai, Dinding Kokoh Masa Depan Timnas Jepang
Asia 4 November 2024, 20:29
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




