Bermain Agresif, Surabaya Fever Bekuk Sritex Dragons
Editor Bolanet | 17 Maret 2013 16:30
- Setelah menelan kekalahan kedua pada hari sebelumnya, Surabaya Emdee Fever kembali dengan kekuatan yang lebih kuat. Menghadapi Sritex Dragons Pertamina Solo, Fever bermain agresif dan cepat untuk memenangkan laga di kedudukan 60-47.
Agresivitas dan kecepatan Fever langsung tinggi ketika laga baru dibuka. Selain mengatur serangan dengan cepat, point guard senior Fever, Marlina Herawan juga menunjukkan tingkat agresivitas yang sama ketika bertahan. Marlina terlihat bekerja keras menempel pemain yang ia jaga.
Selain Marlina, kerja keras Gabriel Sophia di bawah ring Sritex Dragons juga luar biasa. Operasi Gabriel tak mampu dihentikan. Ia mencetak 11 poin dengan rata-rata 67 persen pada field goals. Fever unggul 24-9 di kuarter pertama.
Pembalasan Sritex Dragons berdatangan di kuarter kedua. Lophy Mora menempel ketat Gabriel Sophia. Pertahanan ketat Sritex Dragons menekan akurasi Fever hingga hanya 14 persen. Gabriel Sophia yang begitu produktif di awal, mati kutu di kuarter kedua. Hanya Mega Nanda, Yunita Sugianto, dan Sumiati Sutrisno yang mampu mencetak angka dengan masing-masing dua poin. Sritex Dragons melaju dengan tambahan 12 poin.
Laga semakin ketat di kuarter ketiga. Masing-masing memasang pertahanan yang sulit untuk ditembus. Kedua tim akhirnya mengandalkan kecepatan para guard-nya dalam transisi-transisi serangan fastbreak sebagai pemecah kebuntuan. Sritex Dragons mengandalkan kecepatan Tania Rasidi, sementara Fever bergantung kepada Marlina Herawan. Kedua pemain ini memberikan kontribusi terbaik dari minimnya poin tim masing-masing di kuarter ketiga. Fever hanya menambah 10 poin, sementara Sritex Dragons hanya tujuh.
Kemampuan Fever untuk selalu membalas setiap serangan membawa tim ini kepada kemenangan. Gabriel Sophia yang tajam di kuarter pertama akhirnya mampu menambah dua poin di kuarter terakhir. Namun rebound Gabriel luar biasa dengan total 17 rebound. Seperti halnya Gabriel, Marlina juga luar biasa dengan 13 poin. Marlina juga mengumpulkan lima assist dan empat steal.
Bagi Mari Visrael Ramos Valencia, pelatih Fever, kemenangan bukan segalanya. Coach Vis, panggilannya, juga mengungkapkan bahwa banyak hal yang masih harus dibenahi. Pemain harus terus belajar. Terutama tentang cara menghadapi tekanan ketat dari lawan seperti dengan Sritex Dragons tadi, tuturnya.
Sementara itu, bagi Sritex Dragons kekalahan ini membuat peluang lolos ke Championship Series mengecil. Kami tetap berusaha maksimal mengambil setiap kesempatan untuk menang. Hari ini pemain sudah berusaha maksimal. Semangat itu yang kami inginkan. Tapi, anak-anak seperti masih ada tekanan, ujar Wempi Wiyanto, pelatih Sritex Dragons. (wnbl/kny)
Agresivitas dan kecepatan Fever langsung tinggi ketika laga baru dibuka. Selain mengatur serangan dengan cepat, point guard senior Fever, Marlina Herawan juga menunjukkan tingkat agresivitas yang sama ketika bertahan. Marlina terlihat bekerja keras menempel pemain yang ia jaga.
Selain Marlina, kerja keras Gabriel Sophia di bawah ring Sritex Dragons juga luar biasa. Operasi Gabriel tak mampu dihentikan. Ia mencetak 11 poin dengan rata-rata 67 persen pada field goals. Fever unggul 24-9 di kuarter pertama.
Pembalasan Sritex Dragons berdatangan di kuarter kedua. Lophy Mora menempel ketat Gabriel Sophia. Pertahanan ketat Sritex Dragons menekan akurasi Fever hingga hanya 14 persen. Gabriel Sophia yang begitu produktif di awal, mati kutu di kuarter kedua. Hanya Mega Nanda, Yunita Sugianto, dan Sumiati Sutrisno yang mampu mencetak angka dengan masing-masing dua poin. Sritex Dragons melaju dengan tambahan 12 poin.
Laga semakin ketat di kuarter ketiga. Masing-masing memasang pertahanan yang sulit untuk ditembus. Kedua tim akhirnya mengandalkan kecepatan para guard-nya dalam transisi-transisi serangan fastbreak sebagai pemecah kebuntuan. Sritex Dragons mengandalkan kecepatan Tania Rasidi, sementara Fever bergantung kepada Marlina Herawan. Kedua pemain ini memberikan kontribusi terbaik dari minimnya poin tim masing-masing di kuarter ketiga. Fever hanya menambah 10 poin, sementara Sritex Dragons hanya tujuh.
Kemampuan Fever untuk selalu membalas setiap serangan membawa tim ini kepada kemenangan. Gabriel Sophia yang tajam di kuarter pertama akhirnya mampu menambah dua poin di kuarter terakhir. Namun rebound Gabriel luar biasa dengan total 17 rebound. Seperti halnya Gabriel, Marlina juga luar biasa dengan 13 poin. Marlina juga mengumpulkan lima assist dan empat steal.
Bagi Mari Visrael Ramos Valencia, pelatih Fever, kemenangan bukan segalanya. Coach Vis, panggilannya, juga mengungkapkan bahwa banyak hal yang masih harus dibenahi. Pemain harus terus belajar. Terutama tentang cara menghadapi tekanan ketat dari lawan seperti dengan Sritex Dragons tadi, tuturnya.
Sementara itu, bagi Sritex Dragons kekalahan ini membuat peluang lolos ke Championship Series mengecil. Kami tetap berusaha maksimal mengambil setiap kesempatan untuk menang. Hari ini pemain sudah berusaha maksimal. Semangat itu yang kami inginkan. Tapi, anak-anak seperti masih ada tekanan, ujar Wempi Wiyanto, pelatih Sritex Dragons. (wnbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





