Dibekuk Garuda, Bimasakti Kembali Telan Pil Pahit di Bali
Editor Bolanet | 4 April 2013 17:50
- Bimasakti Nikko Steel Malang kembali menelan pil pahit kekalahan di Bali. Tim besutan William Fraizer McCammon ini dipaksa menyerah 60-87, saat bersua Garuda Kukar Bandung, dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia 2012-2013 Seri V Bali di GOR Purna Krida Kerobokan, Badung, Kamis (4/4).
Bagi Bimasakti, ini adalah kekalahan ketiga dari empat laga yang mereka lakoni pada seri Bali. Menyusul kekalahan sebelumnya dari Hangtuah Sumsel IM dan Dell Aspac Jakarta. Satu-satunya kemenangan yang diraup Bima Rizky Ardiyansyah dkk adalah saat bertemu Tonga BSC Jakarta.
”Sulit bagi kami untuk mencuri kemenangan di sini (Bali), mengingat lawan yang kami hadapi cukup berat. Kami berharap dapat mencuri kemenangan pada seri Surabaya nanti, terutama saat menghadapi dua pesaing kami, Pacific Caesar Surabaya dan Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga,” ujar Coach Bill, sapaan William Fraizer McCammon, head coach Bimasakti.
Garuda Kukar Bandung memainkan laga dengan sangat baik saat menghadapi Bimasakti. Kombinasi pemain senior dan pemain baru berjalan tanpa gap yang berarti. Christ Gideon dan Hendru Ramli menghujani ring Bimasakti dengan tembakan-tembakan jitu di kuarter pertama. Pertahanan Yanuar Dwi Priasmoro dan kawan-kawan terlalu rapuh untuk mampu menghentikan bombardir Garuda. Perhatian besar terhadap pergerakan Fadlan Minallah di dalam membuka peluang besar bagi Hendru dan Christ di luar. Garuda meninggalkan Bimasakti 35-14 di kuarter pertama.
Masih dengan kondisi pertahanan yang longgar, Bimasakti akhirnya mencoba bermain lepas. Serangan hebat adalah pertahanan terbaik bagi Bimasakti. Di kuarter kedua, kerja keras Bima Rizky menjadi panglima serangan-serangan Bimasakti. Dengan tambahan sembilan poin di kuarter kedua, Bima membawa timnya bermain sama kuat dengan Garuda, 21 sama.
Kuarter ketiga seperti ajang melepas pedal gas bagi kedua tim. Baik Bimasakti maupun Garuda seolah menyimpan tenaga untuk pertarungan di kuarter selanjutnya. Kuarter ketiga ditutup dengan raihan, Garuda 13, Bimasakti tujuh.
Permainan Bimasakti lebih merata di kuarter terakhir. Garuda kerap kehilangan bola karena turnover. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Bimasakti dengan menambah tujuh angka memanfaatkan turnover Garuda. Kuarter empat menjadi milik bersama. Pertahanan Bimasakti memaksa koordinasi serangan Garuda kacau balau. Kedua tim sama-sama mencetak 18 angka.
Dengan total 23 poin, Bima Rizky mencetak poin terbanyak bagi timnya. Sementara lima pemain Garuda mencetak poin dengan digit ganda. Chandistira Pranatyo 18 poin, Diftha Pratama 14, Hendru 13, dan Fadlan dan Christ masing-masing 11 poin. (nbl/kny)
Bagi Bimasakti, ini adalah kekalahan ketiga dari empat laga yang mereka lakoni pada seri Bali. Menyusul kekalahan sebelumnya dari Hangtuah Sumsel IM dan Dell Aspac Jakarta. Satu-satunya kemenangan yang diraup Bima Rizky Ardiyansyah dkk adalah saat bertemu Tonga BSC Jakarta.
”Sulit bagi kami untuk mencuri kemenangan di sini (Bali), mengingat lawan yang kami hadapi cukup berat. Kami berharap dapat mencuri kemenangan pada seri Surabaya nanti, terutama saat menghadapi dua pesaing kami, Pacific Caesar Surabaya dan Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga,” ujar Coach Bill, sapaan William Fraizer McCammon, head coach Bimasakti.
Garuda Kukar Bandung memainkan laga dengan sangat baik saat menghadapi Bimasakti. Kombinasi pemain senior dan pemain baru berjalan tanpa gap yang berarti. Christ Gideon dan Hendru Ramli menghujani ring Bimasakti dengan tembakan-tembakan jitu di kuarter pertama. Pertahanan Yanuar Dwi Priasmoro dan kawan-kawan terlalu rapuh untuk mampu menghentikan bombardir Garuda. Perhatian besar terhadap pergerakan Fadlan Minallah di dalam membuka peluang besar bagi Hendru dan Christ di luar. Garuda meninggalkan Bimasakti 35-14 di kuarter pertama.
Masih dengan kondisi pertahanan yang longgar, Bimasakti akhirnya mencoba bermain lepas. Serangan hebat adalah pertahanan terbaik bagi Bimasakti. Di kuarter kedua, kerja keras Bima Rizky menjadi panglima serangan-serangan Bimasakti. Dengan tambahan sembilan poin di kuarter kedua, Bima membawa timnya bermain sama kuat dengan Garuda, 21 sama.
Kuarter ketiga seperti ajang melepas pedal gas bagi kedua tim. Baik Bimasakti maupun Garuda seolah menyimpan tenaga untuk pertarungan di kuarter selanjutnya. Kuarter ketiga ditutup dengan raihan, Garuda 13, Bimasakti tujuh.
Permainan Bimasakti lebih merata di kuarter terakhir. Garuda kerap kehilangan bola karena turnover. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Bimasakti dengan menambah tujuh angka memanfaatkan turnover Garuda. Kuarter empat menjadi milik bersama. Pertahanan Bimasakti memaksa koordinasi serangan Garuda kacau balau. Kedua tim sama-sama mencetak 18 angka.
Dengan total 23 poin, Bima Rizky mencetak poin terbanyak bagi timnya. Sementara lima pemain Garuda mencetak poin dengan digit ganda. Chandistira Pranatyo 18 poin, Diftha Pratama 14, Hendru 13, dan Fadlan dan Christ masing-masing 11 poin. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




