Dibekuk Stadium, Satria Muda Tersingkir
Editor Bolanet | 21 Mei 2013 23:55
- Sejarah baru tercipta di Championship Series, babak puncak Speedy NBL Indonesia 2012-2013. Stadium Jakarta berhasil merebut tiket semifinal, usai menyingkirkan juara bertahan Satria Muda BritAma Jakarta, 68-57, dalam laga do or die yang berlangsung sengit di GOR UNY Jogjakarta, Selasa (21/5).
Ini adalah pencapaian terbaik bagi Stadium sejak era NBL Indonesia. Setelah dua musim sebelumnya, Merio Ferdiansyah dkk selalu gagal menembus Empat Besar. Pada semifinal yang dijadwalkan Kamis lusa (23/5), Stadium bakal berhadapan dengan Pelita Jaya Energi-MP Jakarta.
Sebaliknya, bagi Satria Muda ini adalah hasil terburuk mereka setelah dua musim sebelumnya berhasil keluar sebagai champion. Seiring tersingkirnya Satria Muda, liga basket kasta tertinggi di tanah air ini bakal melahirkan juara baru.
Satria Muda yang tampil tanpa point guard andalan Faisal J. Achmad memercayakan kendali serangan kepada Arki Dikania Wisnu. Naluri Arki yang lebih sebagai pencetak angka dibanding pembagi bola membuat serangan-serangan Satria Muda tidak terlalu mengalir. Arki melepaskan dua kali tembakan di kuarter pertama yang keduanya gagal.
Tertinggal 19-15 di kuarter pertama, Stadium menjaga keunggulan dengan sangat baik. Combo guard Merio Ferdiansyah menjadi ujung tombak Stadium hingga kuarter kedua. Kerap mendapat penjagaan dari big man, Merio beberapa kali berani melakukan penetrasi. Namun kuarter kedua juga menjadi momentum kebangkitan Satria Muda. Arki dan Firdaus J. Achmad membawa timnya menempel ketat setiap raihan poin Stadium. Stadium hanya unggul 36-34 di akhir kuarter kedua.
Momentum Satria Muda untuk mengejar di kuarter ketiga patah oleh Arki yang sudah mendapatkan empat kali foul di awal kuarter ketiga. Satria Muda tumpul tanpa Arki.
Memasuki kuarter terakhir, Stadium yang unggul 49-44 mendapat perlawanan keras dari Satria Muda. dan Yan Steven Pattikawa, dua big man Stadium harus keluar karena akumulasi lima foul. Beruntung, Tri Wicaksono bermain sangat gemilang dengan mengumpulkan poin-poin penting.
Dengan total 16 poin, Merio menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Stadium. Indra Budianto menyusul dengan 15 poin, dan Tri Wicaksono meraih double-double dengan 12 poin dan 10 rebound.
”Terus terang, kami termotivasi oleh sukses yang dicatatkan Garuda (Kukar Bandung). Kalau mereka bisa seperti itu, kenapa kami tidak bisa juga?” tegas Yoesron Fadlilah, asisten pelatih Stadium.
Sementara itu, Satria Muda harus angkat koper dari Championship Series. ”Harus saya akui, Stadium jauh lebih baik dari kami. Eksekusi mereka bagus, dan bermain secara kolektif. Mereka pantas masuk semifinal,” ujar Octaviarro Romely Tamtelahitu, head coach Satria Muda.
Menurut pelatih yang akrab disapa Ocky ini, kegagalan Satria Muda menjaga tradisi juara disebabkan banyak faktor. Selain komposisi tim yang masih didominasi pemain muda, sepanjang musim ini Satria Muda sering diganggu cedera. ”Secara pribadi saya meminta maaf kepada para fans. Kegagalan ini karena salah saya,” tutup Ocky. (nbl/kny)
Ini adalah pencapaian terbaik bagi Stadium sejak era NBL Indonesia. Setelah dua musim sebelumnya, Merio Ferdiansyah dkk selalu gagal menembus Empat Besar. Pada semifinal yang dijadwalkan Kamis lusa (23/5), Stadium bakal berhadapan dengan Pelita Jaya Energi-MP Jakarta.
Sebaliknya, bagi Satria Muda ini adalah hasil terburuk mereka setelah dua musim sebelumnya berhasil keluar sebagai champion. Seiring tersingkirnya Satria Muda, liga basket kasta tertinggi di tanah air ini bakal melahirkan juara baru.
Satria Muda yang tampil tanpa point guard andalan Faisal J. Achmad memercayakan kendali serangan kepada Arki Dikania Wisnu. Naluri Arki yang lebih sebagai pencetak angka dibanding pembagi bola membuat serangan-serangan Satria Muda tidak terlalu mengalir. Arki melepaskan dua kali tembakan di kuarter pertama yang keduanya gagal.
Tertinggal 19-15 di kuarter pertama, Stadium menjaga keunggulan dengan sangat baik. Combo guard Merio Ferdiansyah menjadi ujung tombak Stadium hingga kuarter kedua. Kerap mendapat penjagaan dari big man, Merio beberapa kali berani melakukan penetrasi. Namun kuarter kedua juga menjadi momentum kebangkitan Satria Muda. Arki dan Firdaus J. Achmad membawa timnya menempel ketat setiap raihan poin Stadium. Stadium hanya unggul 36-34 di akhir kuarter kedua.
Momentum Satria Muda untuk mengejar di kuarter ketiga patah oleh Arki yang sudah mendapatkan empat kali foul di awal kuarter ketiga. Satria Muda tumpul tanpa Arki.
Memasuki kuarter terakhir, Stadium yang unggul 49-44 mendapat perlawanan keras dari Satria Muda. dan Yan Steven Pattikawa, dua big man Stadium harus keluar karena akumulasi lima foul. Beruntung, Tri Wicaksono bermain sangat gemilang dengan mengumpulkan poin-poin penting.
Dengan total 16 poin, Merio menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Stadium. Indra Budianto menyusul dengan 15 poin, dan Tri Wicaksono meraih double-double dengan 12 poin dan 10 rebound.
”Terus terang, kami termotivasi oleh sukses yang dicatatkan Garuda (Kukar Bandung). Kalau mereka bisa seperti itu, kenapa kami tidak bisa juga?” tegas Yoesron Fadlilah, asisten pelatih Stadium.
Sementara itu, Satria Muda harus angkat koper dari Championship Series. ”Harus saya akui, Stadium jauh lebih baik dari kami. Eksekusi mereka bagus, dan bermain secara kolektif. Mereka pantas masuk semifinal,” ujar Octaviarro Romely Tamtelahitu, head coach Satria Muda.
Menurut pelatih yang akrab disapa Ocky ini, kegagalan Satria Muda menjaga tradisi juara disebabkan banyak faktor. Selain komposisi tim yang masih didominasi pemain muda, sepanjang musim ini Satria Muda sering diganggu cedera. ”Secara pribadi saya meminta maaf kepada para fans. Kegagalan ini karena salah saya,” tutup Ocky. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






