Garuda Kerja Keras Demi Tundukkan Stadium
Editor Bolanet | 26 November 2012 00:30
- Garuda Kukar Bandung akhirnya berhasil merebut kemenangan perdana di pentas Speedy NBL Indonesia 2012-2013. Tim kebanggaan warga Kota Kembang ini harus susah payah menundukkan Stadium Jakarta, 64-57, dalam laga yang dilangsungkan di GOR C-Tra Arena, Minggu (25/11).
Menghadapi permainan keras dari Stadium Jakarta, Garuda terjebak pada situasi dimana para pemain andalannya melakukan banyak foul. Itu terjadi pada dua kuarter awal. Beruntung, akurasi tembakan para pemain Stadium tidak terlalu baik.
Tidak bermainnya Merio Ferdiyansyah memberi dampak yang cukup besar bagi Stadium. Merio yang kerap menjadi mesin poin di Stadium tidak memiliki pemain pengganti yang benar-benar setimpal. Indra Budianto memang berhasil memasukkan satu-satunya tembakan tiga angka yang ia lepaskan. Namun penjagaan ketat Garuda membuat Indra kesulitan mencari ruang tembak. Garuda unggul tipis 14-12 di akhir kuarter pertama.
Performa Garuda meningkat tajam di kuarter kedua. Enam pemain Garuda yang belum mencetak angka di kuarter pertama, bergantian saling menyumbang poin. , rookie Garuda memberikan kinerja terbaik dengan enam poin di kuarter ini. Dengan rata-rata field goals 50 persen di kuarter kedua, Garuda memimpin 37-26 memasuki kuarter ketiga.
Stadium mulai menerapkan sistem pertahanan full court press di kuarter ketiga. Situasi yang memaksa pemain Garuda untuk bermain cepat. Setelah berhasil keluar dari jebakan-jebakan Stadium, para pemain Garuda berhasil mempertahankan kestabilan serangan. Rookie Garuda yang lain, Chandistira Pranatyo memasukan tujuh angka di kuarter ketiga untuk mempertahankan keunggulan dengan selisih 10 angka.
Awal kuarter empat menjadi momentum bangkit para pemain Stadium. Daniel Iskandar dan kawan-kawan bahkan berhasil mengunci Garuda untuk tidak berhasil menambah angka, sementara mereka kebut dengan tambahan 10 poin. Namun lagi-lagi Stadium yang menerapkan permainan cepat, terjebak melakukan beberapa kali foul yang tidak perlu. Garuda berhasil menjaga selisih keunggulan menjadi tidak lebih dekat lagi.
Strategi Garuda dengan menurunkan para pemain rookie berbuah manis. Diftha Pratama, yang juga berstatus rookie menjadi pencetak angka terbanyak bagi timnya dengan 12 poin. Sementara Daniel menjadi pendulang terbanyak bagi Stadium juga dengan 12 poin. ”Kami memang berhasil menang, namun masih banyak hal yang harus dibenahi, terutama akurasi free throw. Beruntung, akurasi free throw lawan (Stadium) juga sama jeleknya,” ujar A.F. Rinaldo, asisten pelatih Garuda. (nbl/kny)
Menghadapi permainan keras dari Stadium Jakarta, Garuda terjebak pada situasi dimana para pemain andalannya melakukan banyak foul. Itu terjadi pada dua kuarter awal. Beruntung, akurasi tembakan para pemain Stadium tidak terlalu baik.
Tidak bermainnya Merio Ferdiyansyah memberi dampak yang cukup besar bagi Stadium. Merio yang kerap menjadi mesin poin di Stadium tidak memiliki pemain pengganti yang benar-benar setimpal. Indra Budianto memang berhasil memasukkan satu-satunya tembakan tiga angka yang ia lepaskan. Namun penjagaan ketat Garuda membuat Indra kesulitan mencari ruang tembak. Garuda unggul tipis 14-12 di akhir kuarter pertama.
Performa Garuda meningkat tajam di kuarter kedua. Enam pemain Garuda yang belum mencetak angka di kuarter pertama, bergantian saling menyumbang poin. , rookie Garuda memberikan kinerja terbaik dengan enam poin di kuarter ini. Dengan rata-rata field goals 50 persen di kuarter kedua, Garuda memimpin 37-26 memasuki kuarter ketiga.
Stadium mulai menerapkan sistem pertahanan full court press di kuarter ketiga. Situasi yang memaksa pemain Garuda untuk bermain cepat. Setelah berhasil keluar dari jebakan-jebakan Stadium, para pemain Garuda berhasil mempertahankan kestabilan serangan. Rookie Garuda yang lain, Chandistira Pranatyo memasukan tujuh angka di kuarter ketiga untuk mempertahankan keunggulan dengan selisih 10 angka.
Awal kuarter empat menjadi momentum bangkit para pemain Stadium. Daniel Iskandar dan kawan-kawan bahkan berhasil mengunci Garuda untuk tidak berhasil menambah angka, sementara mereka kebut dengan tambahan 10 poin. Namun lagi-lagi Stadium yang menerapkan permainan cepat, terjebak melakukan beberapa kali foul yang tidak perlu. Garuda berhasil menjaga selisih keunggulan menjadi tidak lebih dekat lagi.
Strategi Garuda dengan menurunkan para pemain rookie berbuah manis. Diftha Pratama, yang juga berstatus rookie menjadi pencetak angka terbanyak bagi timnya dengan 12 poin. Sementara Daniel menjadi pendulang terbanyak bagi Stadium juga dengan 12 poin. ”Kami memang berhasil menang, namun masih banyak hal yang harus dibenahi, terutama akurasi free throw. Beruntung, akurasi free throw lawan (Stadium) juga sama jeleknya,” ujar A.F. Rinaldo, asisten pelatih Garuda. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
-
Link Nonton NBA Playoffs Game 2: Golden State Warriors vs Houston Rockets di Vidio
Basket 23 April 2025, 17:30
-
Jadwal Pertandingan Pekan 23 NBA 2024/2025 di Vidio
Basket 24 Maret 2025, 16:20
LATEST UPDATE
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Hasil Borneo FC vs Persebaya: Pesut Etam Hajar Bajul Ijo 5-1
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 22:35
-
Man of the Match Mansfield vs Arsenal: Noni Madueke
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:33
-
Hasil Mansfield vs Arsenal: The Gunners Menang dan Jaga Mimpi Quadruple
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:12
-
Tempat Menonton Juventus vs Pisa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 20:33
















