Inilah Dugaan Awal Penyebab Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant
Anindhya Danartikanya | 29 Januari 2020 09:03
Bola.net - Dugaan awal penyebab kecelakaan helikopter yang merenggut nyawa legenda NBA, Kobe Bryant beserta delapan orang lainnya telah dirilis. Ahli penerbangan federal yakin bahwa insiden itu disebabkan oleh cuaca buruk dan kabut tebal di Calabasas, California pada Minggu (26/1/2020) pagi waktu setempat.
Menurut New York Times, sebanyak 18 anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) dibantu tim forensik Federal Bureau of Investigation (FBI) memetakan lokasi puing helikopter dengan drone dan memeriksa serpihan helikopter di lokasi kecelakaan.
Para penyelidik tim forensik Los Angeles yang bekerja sama dengan inspektur penerbangan NTSB mengatakan, pihaknya telah menemukan tiga dari sembilan mayat di lokasi kecelakaan dan mencoba untuk mencari jenazah lainnya.
Soroti Banyak Faktor Kecelakaan

Anggota Dewan NTSB , Jennifer Homendy meminta bantuan warga yang mempunyai dokumentasi kondisi cuaca saat kecelakaan terjadi untuk membantu penyelidikan meninggalnya Bryant dan para penumpang lain.
Pihaknya juga menyoroti kondisi awan, tebalnya kabut, dan jarak pandang yang terbatas sebagai penyebab jatuhnya helikopter. Menurut Homendy, kondisi cuaca hanya salah satu di antara faktor yang menyebabkan helikopter Bryant terjatuh dan meledak.
"Kami melihat secara luas segala sesuatu dalam penyelidikan. Mulai dari manusia, mesin, dan lingkungan," ujar Homendy dilansir dari New York Times.
Homendy menggambarkan bagaimana potongan-potongan helikopter dan puing-puing lainnya bertebaran di sekitar kawah tumbukan di lokasi yang berada di perbukitan. "Itu adalah kecelakaan yang menghancurkan," imbuhnya.
Kerusakan Teknis?
Rekaman publik dari panggilan radio antara helikopter Bryant dengan pemandu lalu lintas udara selama penerbangan menunjukkan bahwa pilot, yang diidentifikasi sebagai Ara Zobayan, berusaha untuk tetap berada di bawah awan hingga ia dapat melihat daratan.
"Dialog antara pilot dengan pemandu lalu lintas udara membuat saya percaya bahwa dia ingin turun dan berada di bawah kabut sehingga dapat terbang begitu rendah dan mengarah ke perbukitan," ujar Gary C. Robb, seorang pengacara penerbangan, sebagaimana New York Times melansir Reuters.
Kerusakan teknis, kata Robb, tidak dapat dikesampingkan. Mengingat, ada saksi mata yang melihat helikopter terbang dengan tidak normal sebelum terjadi kecelakaan. Padahal, helikopter Sikorsky S-76 yang mengangkut Bryant dengan putri keduanya, Gianna beserta tujuh penumpang lainnya, disebutnya sebagai helikopter andal dan aman.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Muhammad Adiyaksa/Editor: Gregah Nurikhsani/Dipublikasi: 28 Januari 2020
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








